Perbedaan Antara Haji dan Umroh Adalah Apa? Ini 10 Bedanya!

Perbedaan Antara Haji dan Umroh Adalah Apa? Ini 10 Bedanya!

Ketika berbicara tentang ibadah haji dan umroh, banyak umat Islam yang sering kali bingung harus mendahulukan yang mana. Faktanya, meskipun keduanya dilakukan di tempat yang sama, haji dan umroh memiliki banyak perbedaan dalam hal hukum, waktu pelaksanaan, penyelenggara, hingga biayanya. Untuk membantu kamu memahami dan memutuskan mana yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu, mari kita ulas perbedaan umroh dan haji secara mendalam. Berikut adalah pembahasan lengkap 10 perbedaan haji dan umroh beserta tips-tips persiapan untuk kedua ibadah ini.

1. Hukum Haji & Umroh

Berdasarkan nu.or.id, haji merupakan kewajiban yang tergolong dalam perkara al-mujma’ alaihi al-ma’lum min al-din bi al-dlarurah (yang hukumnya telah disepakati oleh seluruh mazhab dan diketahui secara luas oleh berbagai kalangan, baik awam maupun ahli agama). Oleh karena itu, seseorang yang menolak kewajiban haji dianggap murtad (keluar dari Islam), kecuali jika orang tersebut sangat awam dan tidak memiliki akses terhadap informasi keagamaan (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2: 206).

Sementara itu, berdasarkan baznas.go.id,hukum umrah masih diperdebatkan di kalangan ulama. Berdasarkan pendapat yang lebih kuat (al-adhhar), umrah dihukumi wajib. Namun, menurut pandangan muqabil al-adhhar (pendapat yang lebih lemah), hukum umrah adalah sunnah (Syekh Muhammad al-Zuhri al-Ghamrawi, al-Siraj al-Wahhaj, hal.151).

2. Rukun Haji dan Umroh

Perbedaan antara haji dan umroh terletak pada rukunnya. Aspek rukun atau syarat sahnya ibadah juga berbeda antara haji dan umroh. Berdasarkan baznas.go.id, rukun haji terdiri dari lima hal, yaitu:

  • Niat ihram (niat untuk memulai ibadah)
  • Wukuf di Arafah (berdiam di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah)
  • Tawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali)
  • Sa’i (berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah)
  • Tahallul (memotong rambut sebagai tanda selesai ihram)

Sedangkan untuk umroh, berdasarkan nu.or.id, rukun-rukunnya mirip dengan rukun ibadah haji, namun tidak mencakup wukuf di Arafah. Jadi, jamaah umroh hanya perlu melaksanakan niat ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Jadi, perbedaan antara haji dan umroh terletak pada rukunnya yaitu tidak adanya wukuf di arafah untuk umroh.

3. Waktu Pelaksanaan Haji & Umrah

Beda umroh dan haji berikutnya terletak pada waktu pelaksanaan. Berdasarkan nu.or.id, haji hanya bisa dilakukan pada waktu yang sudah ditetapkan, yaitu mulai tanggal 1 Syawal hingga 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Berdasarkan baznas.go.id, waktu puncak pelaksanaan haji adalah pada hari raya Idul Adha.

Sementara itu, berdasarkan bpkh.go.id, umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah), yang dikhususkan untuk ibadah haji. Fleksibilitas waktu ini membuat umroh lebih mudah dilakukan kapan pun sesuai dengan kesiapan jamaah.

4. Lokasi Pelaksanaan Haji & Umrah

Beda haji dan umroh lainnya adalah lokasi pelaksanaan. Meskipun haji dan umroh sama-sama dilakukan di Tanah Suci, keduanya memiliki perbedaan dalam hal lokasi pelaksanaan. Ibadah haji tidak hanya dilakukan di Makkah, tetapi juga melibatkan beberapa lokasi lainnya di luar Makkah, seperti:

  • Wukuf di Arafah
  • Mabit di Muzdalifah (bermalam di Muzdalifah)
  • Lempar jumrah di Mina

Sementara itu, umroh hanya dilakukan di Makkah, dengan serangkaian ibadah di Masjidil Haram, tanpa melibatkan lokasi di luar Makkah seperti Arafah, Muzdalifah, atau Mina. Karena itu, umroh cenderung lebih sederhana dalam hal mobilitas jamaah.

5. Durasi Pelaksanaan Haji dan Umrah

Durasi pelaksanaan haji jauh lebih panjang dibandingkan umroh. Berdasarkan bpkh.go.id, secara teknis, ibadah haji memerlukan waktu sekitar 4 hingga 5 hari untuk diselesaikan, namun bagi jamaah asal Indonesia, total perjalanan haji bisa mencapai 40 hari. Durasi panjang ini disebabkan adanya berbagai rangkaian kegiatan seperti ziarah ke Madinah dan mengikuti Arbain (shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi).

Sebaliknya, berdasarkan bpkh.go.id, umroh memiliki durasi yang jauh lebih singkat. Secara umum, ibadah umroh bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 jam saja. Namun, jamaah umroh dari Indonesia biasanya mengambil paket umroh yang durasinya antara 9 hingga 12 hari, termasuk waktu perjalanan dan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah.

6. Penyelenggara Umrah dan Haji

Perbedaan umroh dan naik haji lainnya terletak pada siapa yang menyelenggarakan perjalanan ibadah ini. Berdasarkan kemenag.go.id, ibadah haji reguler diselenggarakan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (Ditjen PHU). Sedangkan haji furoda dan ONH plus (paket haji khusus) diselenggarakan oleh PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), yang biasanya merupakan agen travel yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.

Di sisi lain, berdasarkan kemenag.go.id, umroh diselenggarakan sepenuhnya oleh agen travel resmi yang telah memiliki izin dari pemerintah. Agen travel ini bertindak sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan bertanggung jawab mengatur semua kebutuhan perjalanan jamaah umroh.

7. Biaya Umrah dan Haji

Karena durasi dan skala pelaksanaan yang berbeda, biaya yang dibutuhkan untuk haji dan umroh juga berbeda. Haji memiliki biaya yang lebih besar dibandingkan umroh, terutama jika kamu memilih paket haji plus atau furoda. Berdasarkan baznas.go.id, biaya haji reguler per jemaah tahun 1445 H/2024 M sebesar Rp93.410.286, yang disubsidi oleh pemerintah Indonesia saat ini berada di Rp 37.364.114, sedangkan haji plus dan furoda bisa mencapai lebih dari Rp100 juta.

Sementara itu, biaya umroh relatif lebih terjangkau. Harga paket umroh rekomendasi kemenag dimulai dari Rp29 juta, tergantung pada pilihan agen travel, durasi perjalanan, dan fasilitas yang diberikan. Biaya umroh cenderung lebih bervariasi dan fleksibel dibandingkan haji.

8. Kewajiban dalam Umrah dan Haji

Berdasarkan nu.or.id, dalam ibadah haji, terdapat lima kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jamaah:

  • Niat ihram
  • Mabit di Muzdalifah
  • Mabit di Mina
  • Melempar jumrah
  • Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan)

Sedangkan dalam umroh, berdasarkan nu.or.id, hanya ada dua kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu niat ihram dari miqat dan menjauhi semua larangan ihram. Meninggalkan salah satu dari kewajiban ini dalam kedua ibadah tersebut mengharuskan jamaah untuk membayar denda atau melakukan dam.

9. Persiapan

Perbedaan ibadah haji dan umroh ada pada persiapannya juga. Haji adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial dan fisik, dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, persiapannya lebih mendalam, meliputi pemahaman yang detail tentang rukun serta syarat-syarat Haji, ditambah dengan kesiapan fisik dan mental yang lebih intensif.

Di sisi lain, Umroh tidak diwajibkan dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada bulan Dzulhijjah saat Haji berlangsung. Karena sifatnya yang lebih fleksibel, persiapan untuk Umroh umumnya lebih santai dan tidak seberat Haji, meskipun tetap memerlukan perencanaan yang matang.

10. Doa dan Zikir

Doa dan zikir dalam Haji dan Umroh juga memiliki perbedaan tersendiri. Selama Haji, doa dan zikir lebih terfokus pada penghayatan makna ibadah dan permohonan ampunan. Sementara dalam Umroh, doa dan zikir bisa lebih bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing.

Demikian penjelasan perbedaan haji dan umroh. Penjelasan di atas dapat menjawab beberapa pertanyaan internet, seperti: apakah perbedaan haji dan umroh, apa bedanya haji dan umroh, apa perbedaan umroh dan haji, apa bedanya umroh dan haji, jelaskan 7 perbedaan haji dan umroh, jelaskan perbedaan antara haji dan umroh, perbedaan rukun haji dan umroh, apakah perbedaan antara haji dan umroh, apa perbedaan antara haji dan umroh, jelaskan 3 perbedaan haji dan umroh, jelaskan 5 perbedaan haji dan umroh, jelaskan 4 perbedaan haji dan umroh, perbedaan haji dan umroh adalah apa, dan perbedaan haji dan umroh terletak pada apa.

Dengan memahami perbedaan ketentuan haji dan umroh serta mempersiapkan diri dengan matang, kamu dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan khusyuk dan penuh berkah. Demikian pembahasan terkait perbedaan haji dan umroh. Bila kamu ingin umroh dan haji, yuk pilih paket umroh dan paket haji dari kami. Dapatkan pelayanan, destinasi, dan akomodasi terbaik dari Arrayyan Al Mubarak.

Cara Cek Travel Umroh yang Terdaftar di Kemenag, Pasti Resmi!

Cara Cek Travel Umroh yang Terdaftar di Kemenag, Pasti Resmi!

Saat ini, melakukan ibadah umroh semakin mudah dengan hadirnya banyak agen travel yang menawarkan berbagai paket umroh menarik. Namun, dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap umroh, muncul pula sejumlah oknum agen travel yang tidak bertanggung jawab. Mereka bisa menawarkan paket umroh dengan harga murah, tetapi tidak terdaftar resmi di Kementerian Agama (Kemenag), sehingga berisiko menimbulkan kerugian bagi para calon jamaah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja yang berencana melaksanakan umroh untuk memastikan bahwa agen travel yang digunakan adalah agen yang resmi terdaftar di Kemenag. Lantas, bagaimana cara cek travel umroh yang terdaftar di Kemenag? Kemenag sendiri telah menyediakan beberapa cara mudah untuk mengecek legalitas travel umroh. Berikut ini beberapa cara mengecek travel umroh resmi yang bisa dilakukan untuk memastikan apakah travel umroh yang Anda pilih terdaftar resmi di Kemenag atau tidak. Cara ini merupakan cara cek travel haji yang terdaftar di Kemenag juga.

Gambar Ilustrasi cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag

1. Cara Cek Travel Umroh yang Terdaftar di Kemenag via Web

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengecek travel umroh resmi adalah melalui website resmi Kementerian Agama. Kemenag telah menyediakan platform online yang bisa diakses oleh siapa saja untuk mengecek status legalitas travel umroh. Dengan cara ini, Anda akan menemukan daftar travel umroh resmi Kemenag 2024.

Langkah-langkah Mengecek Travel Umroh melalui Website Kemenag

Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah yang diperlukan dalam cara mengecek travel umroh resmi melalui website Kemenag.

Akses Website Resmi Kemenag

Gambar Website Simpu Siskopatuh (cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag)

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam cara cek PPIU travel umroh ini adalah membuka browser di perangkat Anda, baik itu laptop, komputer, maupun smartphone. Kemudian, akses website resmi Kemenag melalui alamat https://simpu.kemenag.go.id/ yang akan menampilkan daftar travel umroh resmi kemenag 2024 kepada Anda. Biasanya, Anda tak akan menemukan nama travel umroh yang bermasalah di sini. Cara cek travel haji yang terdaftar di kemenag juga bisa menggunakan website ini.

Lihat Kolom Pencarian Cek PPIU

Gambar Kolom Pencarian Cek PPIU (cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag)

Setelah Anda berada di halaman utama website SISKOPATUH Kemenag, carilah kolom pencarian Cek Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU). Kolom pencarian ini berada di paling atas section web.

Masukkan Nama atau Nomor Izin Travel

Memasukkan Nama Arrayyan Al Mubarak ke dalam Kolom Pencarian PPIU
Gambar Memasukkan Nama Arrayyan Al Mubarak ke dalam Kolom Pencarian

Pada halaman pencarian PPIU, Anda akan diminta untuk memasukkan nama travel atau nomor izin PPIU yang ingin dicek. Pastikan Anda memasukkan data yang sesuai dengan informasi yang Anda miliki.

Tekan Tombol Cari

Gambar tombol cari PPIU (cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag)

Setelah memasukkan nama atau nomor izin travel, tekan tombol Cari untuk melihat hasil pencarian.

Periksa Hasil Pencarian

hasil pencarian: Arrayyan Al Mubarak
Gambar hasil pencarian: Arrayyan Al Mubarak (cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag)

Jika travel umroh yang Anda cari terdaftar resmi di Kemenag, maka akan muncul informasi terkait agen travel tersebut, seperti nama perusahaan, nomor izin PPIU, alamat kantor, dan tanggal berlaku izin. Pastikan semua informasi tersebut sesuai dengan travel umroh yang Anda pilih.

Lakukan Verifikasi Tambahan Jika Diperlukan

Kontak Website Kemenag
Gambar Kontak Website Kemenag (cara cek travel umroh yang terdaftar di kemenag)

Jika masih ragu, Anda bisa melakukan verifikasi tambahan dengan menghubungi nomor kontak yang tercantum di website Kemenag atau langsung mengunjungi kantor Kemenag terdekat untuk memastikan kebenaran informasi yang Anda dapatkan.

2. Cara Cek Travel Umroh yang Terdaftar di Kemenag via App

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengecek travel umroh resmi adalah melalui aplikasi. Kemenag telah menyediakan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis di smartphone, yaitu aplikasi Umrah Cerdas. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan calon jamaah dalam mengecek status legalitas travel umroh.

Langkah-langkah Mengecek Travel Umroh melalui Aplikasi Umrah Cerdas

Berikut ini adalah beberapa langkah yang diperlukan untuk mengecek travel umroh resmi via aplikasi Umrah Cerdas.

Unduh Aplikasi Umrah Cerdas

Langkah pertama adalah dengan mengunduh aplikasi Umrah Cerdas melalui Play Store (untuk pengguna Android) atau App Store (untuk pengguna iOS). Cari aplikasi dengan kata kunci “Umrah Cerdas” dan pastikan aplikasi yang diunduh adalah aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh Kemenag.

Buka Aplikasi dan Masuk ke Menu Cek Travel Umroh

Setelah aplikasi berhasil diunduh dan diinstal, buka aplikasi tersebut. Pada halaman utama, Anda akan menemukan beberapa pilihan menu. Pilihlah menu Cek Travel Umroh untuk mengecek status travel yang akan Anda gunakan.

Masukkan Nama Travel

Setelah masuk ke menu cek travel, Anda akan diminta untuk memasukkan nama atau nomor izin travel umroh yang ingin dicek. Pastikan Anda memasukkan nama travel dengan benar sesuai dengan informasi yang tertera pada brosur atau penawaran yang diberikan oleh travel.

Lihat Hasil Pencarian

Setelah memasukkan nama atau nomor izin travel, aplikasi akan menampilkan hasil pencarian yang berisi informasi terkait status travel tersebut. Jika travel umroh yang Anda cari terdaftar resmi di Kemenag, akan muncul keterangan “Travel Terdaftar Resmi”. Sebaliknya, jika travel tersebut tidak terdaftar, akan muncul peringatan yang menyatakan bahwa travel tersebut tidak memiliki izin resmi.

Periksa Detail Informasi Travel

Selain memastikan apakah travel tersebut terdaftar, Anda juga bisa mengecek detail informasi terkait agen travel tersebut, seperti alamat kantor, nomor telepon, dan paket umroh yang ditawarkan. Informasi ini sangat penting untuk memastikan kejelasan dan transparansi dari travel umroh yang akan Anda pilih.

Memilih travel umroh terbaik yang resmi terdaftar di Kemenag, seperti Arrayyan Al Mubarak adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh setiap calon jamaah umroh. Dengan melakukan pengecekan melalui aplikasi Umroh Cerdas atau website Kemenag, Anda bisa memastikan bahwa agen travel yang Anda pilih adalah agen yang memiliki izin resmi dan terpercaya. Langkah ini dapat menghindarkan Anda dari berbagai risiko, mulai dari penipuan hingga ketidakpastian keberangkatan.

Selalu utamakan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah. Jangan tergiur oleh harga murah yang tidak masuk akal ketika beli paket umroh, karena ibadah umroh bukan hanya tentang berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap proses perjalanan dilakukan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

15 List Perlengkapan Umroh Wanita yang Harus Dibawa, Apa Saja?

15 List Perlengkapan Umroh Wanita yang Harus Dibawa, Apa Saja?

Menjalankan ibadah umroh adalah impian banyak Muslimah. Untuk memastikan perjalanan ibadah ini berjalan lancar dan nyaman, persiapan yang matang sangat diperlukan, terutama dalam hal perlengkapan umroh wanita. Selain memenuhi syarat-syarat ibadah, membawa perlengkapan yang sesuai akan membantu menjaga kesehatan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah. Berikut adalah 15 perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa.

1. Mukena

Mukena menjadi salah satu perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa. Meskipun banyak masjid menyediakan mukena, disarankan untuk membawa mukena pribadi. Pilihlah mukena yang ringan, tidak panas, dan mudah dilipat agar tidak memakan tempat di tas. Mukena ini akan sering digunakan saat sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jadi pastikan memilih yang nyaman dan adem. Selain mukena pribadi, Anda bisa memilih mukena yang disediakan travel sebagai opsi alternatif ya! Arrayyan sebagai penyedia paket umroh selalu menyediakan mukena travel bagi para pelanggannya. Jadi, segera pilih kami sebagai agen umroh Anda!

2. Al-Quran

Membawa Al-Quran sangat penting untuk menemani perjalanan spiritual Anda selama di tanah suci. Pilihlah Al-Quran ukuran kecil agar mudah dibawa dalam tas kecil atau ransel. Jika tidak ingin membawa yang fisik, aplikasi Al-Quran di ponsel bisa menjadi alternatif yang praktis. Namun, pastikan untuk tetap memiliki akses ke Al-Quran sebagai sarana ibadah.

3. Pakaian Ihram

Bagi wanita, pakaian ihram berbeda dengan pria. Wanita tidak diwajibkan memakai kain ihram seperti pria, tetapi pakaian yang menutupi aurat dan sederhana. Pilih pakaian ihram yang longgar, tidak transparan, dan terbuat dari bahan yang nyaman. Pastikan juga membawa cadangan pakaian ihram karena bisa saja ada kondisi di mana Anda memerlukan pakaian tambahan.

4. Obat-Obatan

Perjalanan umroh membutuhkan stamina yang baik. Membawa obat-obatan pribadi sangat disarankan, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu. Obat untuk sakit kepala, flu, diare, hingga multivitamin perlu disiapkan. Selain itu, jangan lupa untuk membawa salep antiseptik, plester, serta obat-obatan khusus yang mungkin Anda butuhkan selama perjalanan.

5. Peralatan Mandi

Perlengkapan mandi yang lengkap juga sangat penting. Bawa peralatan mandi seperti sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, dan handuk kecil. Jangan lupa untuk memastikan semua perlengkapan mandi dalam ukuran travel size agar tidak memakan banyak tempat. Anda juga bisa membawa shower cap untuk menjaga kebersihan rambut selama di perjalanan.

6. Tas Kecil

Tas kecil atau tas selempang sangat membantu untuk menyimpan barang-barang penting seperti paspor, uang, dan ponsel. Tas ini akan memudahkan Anda untuk membawa barang-barang penting saat keluar dari hotel menuju masjid. Pilih tas yang ringan, kuat, dan memiliki beberapa kompartemen untuk memudahkan pengaturan barang-barang.

7. Pembalut dan Pantyliner

Bagi wanita, pembalut dan pantyliner adalah perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa dan sangat penting. Meskipun Anda mungkin tidak sedang dalam masa menstruasi saat umroh, tetap baik untuk berjaga-jaga. Bawa pembalut dan pantyliner secukupnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan selama berada di tanah suci.

8. Masker dan Kacamata

Dalam kondisi cuaca yang berangin dan berdebu, terutama di wilayah Mekkah dan Madinah, masker dan kacamata menjadi perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa karena penting. Masker membantu melindungi pernapasan Anda dari debu, sementara kacamata melindungi mata dari sinar matahari yang terik. Selain itu, masker juga berguna untuk menjaga kesehatan Anda dari paparan virus atau bakteri selama perjalanan.

9. Baju Sehari-Hari

Selain pakaian ihram, bawa juga baju sehari-hari yang nyaman untuk dipakai di luar ibadah ihram. Pilih pakaian yang longgar, adem, dan menutupi aurat. Anda bisa membawa gamis atau tunik panjang dengan bahan katun yang nyaman digunakan saat beribadah maupun berjalan-jalan di sekitar area Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

10. Pakaian Dalam

Pakaian dalam yang cukup menjadi perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa. Karena aktivitas yang cukup padat, pastikan membawa pakaian dalam yang cukup agar tetap nyaman dan bersih. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat dengan baik, dan siapkan jumlah yang cukup sesuai dengan lama Anda berada di tanah suci.

11. Pelembap hingga Face Water Spray

Udara di Arab Saudi cenderung kering, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan iklim tropis. Pelembap wajah dan tubuh sangat diperlukan untuk menjaga kelembapan kulit. Selain pelembap, face water spray juga bisa membantu menyegarkan wajah di tengah cuaca yang panas dan kering. Produk perawatan kulit ini penting untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat selama menjalani ibadah.

12. Alas Kaki dan Kaos Kaki

Alas kaki yang nyaman seperti sandal atau sepatu sandal sangat penting untuk digunakan selama umroh. Pilih alas kaki yang empuk, tidak licin, dan mudah dipakai serta dilepas saat masuk ke area masjid. Selain itu, kaos kaki juga diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kaki, terutama saat berada di dalam masjid.

13. Sarung Tangan

Bagi wanita yang ingin menjaga aurat secara sempurna, membawa sarung tangan bisa menjadi perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa. Sarung tangan ini berguna untuk menutupi tangan saat berada di tempat umum atau saat melakukan ibadah di tanah suci. Pastikan memilih sarung tangan yang nyaman dan tidak terlalu tebal agar tidak mengganggu kenyamanan Anda selama beribadah.

14. Baju Tidur

Perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa lainnya adalah baju tidur. Meskipun sederhana, membawa baju tidur yang nyaman sangat penting. Setelah seharian melakukan ibadah dan kegiatan lainnya, istirahat yang nyaman sangat diperlukan. Pilih baju tidur yang longgar dan terbuat dari bahan yang adem, seperti katun, agar tidur Anda lebih nyenyak dan tubuh bisa beristirahat dengan baik.

15. Tabir Surya

Terakhir, perlengkapan umroh wanita yang harus dibawa adalah tabir surya. Cuaca di Mekkah dan Madinah bisa sangat panas, dan sinar matahari langsung dapat merusak kulit. Menggunakan tabir surya dengan SPF yang cukup akan membantu melindungi kulit dari sinar UV. Pastikan Anda mengaplikasikannya secara teratur, terutama saat berada di luar ruangan untuk beribadah atau berjalan-jalan.

Menjalankan ibadah umroh memang memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam hal perlengkapan umroh wanita. Dengan membawa perlengkapan yang tepat, ibadah akan lebih khusyuk dan perjalanan menjadi lebih nyaman. Pastikan Anda tidak melewatkan perlengkapan penting seperti mukena, pakaian ihram, hingga obat-obatan pribadi. Semoga perjalanan ibadah Anda berjalan lancar dan penuh berkah.

Terkait umroh, ayo rayakan ibadah Anda dengan paket umrah lengkap dari Arrayyan Al Mubarak. Nikmati perjalanan spiritual yang nyaman dan penuh berkah, ditemani pelayanan terbaik dan fasilitas hotel bintang 3 & 5. Pesan sekarang dan rasakan perbedaannya!

Ini Urutan Rukun Umroh Lengkap dengan Bacaan Umrah-nya

Ini Urutan Rukun Umroh Lengkap dengan Bacaan Umrah-nya

Umroh adalah salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang dilakukan dengan mengunjungi Ka’bah di Mekah dan melaksanakan beberapa amalan khusus. Umroh bisa dilakukan kapan saja dalam setahun, berbeda dengan haji yang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu. Umroh menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dan merasakan keberkahan di tanah suci. Dalam pelaksanaannya, umroh memiliki beberapa rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah tersebut sah. Pada artikel rukun umroh dan bacaannya ini, kita akan membahas mengenai jumlah rukun umroh, hari pelaksanaan umroh, serta bacaan yang dilantunkan pada tiap rukunnya.

Rukun Umroh Jumlah, Hari Pelaksanaan, dan Bacaannya

1. Rukun Umroh Ada Berapa dan Apa Saja?

Rukun umroh adalah bagian-bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan. Jika salah satu rukun ini tidak dilakukan, maka ibadah umroh dianggap tidak sah. Ada lima rukun umroh yang wajib dilaksanakan oleh setiap jamaah. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing rukun:

a. Niat (Ihram)

Rukun pertama dalam umroh adalah niat atau ihram. Jamaah harus berniat melakukan ibadah umroh di miqat, yaitu batas-batas tempat yang ditentukan untuk memulai ihram. Miqat ini bisa berbeda tergantung dari arah datangnya jamaah ke Mekah. Jamaah harus mengenakan pakaian ihram, yakni dua helai kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ihram melambangkan kesucian dan kesederhanaan, serta menjadi simbol persamaan derajat di hadapan Allah SWT.

b. Thawaf

Rukun kedua adalah thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Thawaf dilakukan dengan cara berlawanan arah jarum jam, dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di titik yang sama. Thawaf merupakan simbol cinta dan ketaatan kepada Allah SWT, di mana jamaah secara simbolis “mengitari” pusat ibadah Islam. Saat thawaf, jamaah biasanya memperbanyak doa, dzikir, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

c. Sa’i

Setelah melaksanakan thawaf, jamaah diwajibkan untuk melaksanakan sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan Siti Hajar, ibu Nabi Ismail, yang berlari mencari air untuk anaknya di padang pasir yang gersang. Sa’i juga mengingatkan kita akan pentingnya usaha dan doa dalam kehidupan sehari-hari.

d. Tahallul

Tahallul adalah proses memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Bagi laki-laki, dianjurkan untuk mencukur habis rambutnya (halq), sedangkan bagi perempuan cukup memotong sedikit ujung rambutnya. Tahallul menandakan selesainya prosesi ibadah umroh, dan jamaah diperbolehkan kembali melakukan hal-hal yang dilarang selama berada dalam kondisi ihram.

e. Tertib

Rukun umroh yang terakhir adalah tertib, yaitu melaksanakan semua rukun umroh secara berurutan. Urutan yang benar sangat penting dalam pelaksanaan ibadah umroh. Jika rukun-rukun ini tidak dilaksanakan sesuai urutan, maka ibadah umroh tidak sah..

2. Berapa Lama Pelaksanaan Umrah? 

Tidak seperti ibadah haji yang memerlukan waktu beberapa hari, umroh dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Pelaksanaan umroh biasanya memakan waktu satu hingga dua hari saja, tergantung dari kondisi dan kecepatan jamaah dalam melaksanakan setiap rukun. Namun, beberapa jamaah mungkin memutuskan untuk memperpanjang waktu ibadah di Mekah dan melakukan thawaf atau ibadah sunnah lainnya.

Berikut adalah perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap rukun umroh:

a. Niat (Ihram)

Persiapan dan pelaksanaan niat (ihram) biasanya dilakukan di miqat sebelum tiba di Mekah. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 1-2 jam, tergantung dari lokasi miqat dan jumlah jamaah yang melakukan persiapan.

b. Thawaf

Thawaf dilakukan dengan berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan thawaf tergantung dari keramaian di sekitar Ka’bah. Dalam kondisi normal, thawaf bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 1-2 jam.

c. Sa’i

Sa’i antara bukit Safa dan Marwah juga memerlukan waktu sekitar 1-2 jam, tergantung dari kecepatan jamaah dalam berjalan atau berlari-lari kecil. Bagi jamaah yang sudah berusia lanjut atau memiliki keterbatasan fisik, waktu yang diperlukan bisa lebih lama.

d. Tahallul

Proses tahallul, yakni pemotongan rambut, biasanya berlangsung cepat. Tahallul bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 15-30 menit, tergantung dari ketersediaan tempat untuk mencukur rambut.

e. Waktu Tambahan

Meskipun rukun umroh bisa diselesaikan dalam satu hari, banyak jamaah yang memilih untuk memperpanjang waktu ibadah di Mekah. Mereka mungkin melakukan thawaf sunnah, memperbanyak dzikir, atau berdoa di sekitar Ka’bah.

Secara keseluruhan, umroh bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 4-6 jam, namun durasi ini bisa lebih lama tergantung dari kondisi jamaah dan waktu yang mereka alokasikan untuk ibadah tambahan. Oleh karena itu, pelaksanaan umroh bisa selesai dalam satu hingga dua hari.

3. Bacaan saat Pelaksanaan Rukun Umroh

Setiap rukun umroh dilengkapi dengan bacaan-bacaan tertentu yang dianjurkan untuk dilantunkan. Berikut adalah bacaan-bacaan yang bisa dilafalkan selama melaksanakan rukun umroh:

a. Bacaan Niat (Ihram)

Saat memasuki ihram, jamaah dianjurkan untuk melafalkan niat umroh dengan kalimat berikut:

لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً

“Labbaik Allahumma Umratan”

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umroh.”

Selain itu, jamaah juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan talbiyah setelah berniat ihram, yaitu:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْك، لَا شَرِيكَ لَكَ

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda, wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.”

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

b. Bacaan Thawaf

Saat melakukan thawaf, tidak ada bacaan khusus yang harus dilafalkan, namun disunnahkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Di setiap putaran thawaf, jamaah dapat membaca doa atau dzikir sesuai keinginan. Salah satu bacaan yang umum dilantunkan adalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر
“Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

c. Bacaan Sa’i

Saat melaksanakan sa’i, jamaah disunnahkan untuk berdoa dan berdzikir sepanjang perjalanan antara Safa dan Marwah. Ketika berada di atas Bukit Safa dan Marwah, jamaah bisa melafalkan ayat berikut:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innash shafaa wal marwata min sya’aairillah.”

Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Selain itu, jamaah juga dianjurkan untuk memperbanyak doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT selama sa’i.

d. Bacaan Tahallul

Tidak ada bacaan khusus saat melakukan tahallul, namun jamaah disunnahkan untuk mengucapkan hamdalah atau doa memohon ampunan dan ridha dari Allah SWT setelah memotong rambut.

e. Bacaan Umum

Selama berada dalam kondisi ihram hingga menyelesaikan seluruh rangkaian umroh, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa. Ini adalah momen yang sangat istimewa untuk memohon segala kebaikan kepada Allah SWT, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.

Rukun umroh adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ibadah umroh itu sendiri. Setiap rukun memiliki maknal yang  mendalam dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari niat ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul, setiap langkah dalam ibadah umroh mengajarkan ketulusan, kesederhanaan, dan ketaatan. Selain itu, bacaan-bacaan yang dianjurkan saat melaksanakan rukun umroh menambah kehusyukan dalam beribadah.

Untuk menambah kehusyukan, pilihlah travel umroh terbaik, terpercaya dan amanah seperti Arrayyan Al Mubarak. Selain terdaftar resmi di Kemenag, Arrayyan menawarkan paket umroh dengan harga yang kompetitif. Yuk segera beli paket umroh dari Arrayyan!

9 Perlengkapan Umroh dari Travel yang Umum Diberikan Kepada Para Jamaah

9 Perlengkapan Umroh dari Travel yang Umum Diberikan Kepada Para Jamaah

Umroh adalah salah satu ibadah yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Dalam persiapannya, calon jamaah biasanya membutuhkan berbagai perlengkapan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran ibadah mereka. Selain membawa perlengkapan pribadi, banyak agen travel umroh yang memberikan paket perlengkapan umroh untuk memudahkan para jamaah. Perlengkapan umroh dari travel ini biasanya terdiri dari barang-barang yang praktis dan sangat bermanfaat selama perjalanan, baik untuk pria maupun wanita. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 perlengkapan umroh yang umum diberikan oleh travel kepada para jamaah.

perlengkapan umroh dari travel

1. Perlengkapan Umroh dari Travel untuk Pria dan Wanita

Perlengkapan yang diberikan oleh travel biasanya disesuaikan dengan kebutuhan jamaah pria dan wanita secara umum. Berikut adalah beberapa barang yang biasanya ada dalam paket perlengkapan umroh yang didapat dari travel.

Koper

Salah satu perlengkapan umroh yang didapat dari travel adalah koper. Koper ini biasanya berukuran sedang hingga besar, dengan desain yang mudah dibawa dan sesuai dengan peraturan maskapai penerbangan. Koper ini digunakan untuk menyimpan pakaian, perlengkapan ibadah, serta barang-barang pribadi lainnya. Koper dari travel biasanya memiliki logo agen travel, sehingga memudahkan identifikasi bagi para jamaah selama perjalanan.

Seragam Umroh

Agen travel umroh biasanya menyediakan seragam umroh yang terdiri dari pakaian atasan dan bawahan. Perlengkapan umroh yang didapat dari travel ini dipakai selama perjalanan menuju Arab Saudi maupun saat ibadah di sana. Seragam umroh memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai identitas jamaah dari agen travel tertentu, tetapi juga sebagai simbol keseragaman dan kesederhanaan selama melaksanakan ibadah. Seragam umroh biasanya terbuat dari bahan yang nyaman dan mudah menyerap keringat, mengingat cuaca di Mekkah dan Madinah yang panas.

Tas Paspor

Paspor adalah dokumen yang sangat penting saat bepergian ke luar negeri, termasuk ketika menjalankan ibadah umroh. Travel umroh biasanya memberikan tas paspor kecil yang praktis. Tas ini dilengkapi dengan tali gantung sehingga dapat digantung di leher atau di selempang. Selain paspor, tas ini biasanya juga cukup untuk menyimpan dokumen penting lainnya, seperti tiket pesawat, visa, dan kartu identitas.

Syal

Syal atau selendang sering kali juga menjadi bagian dari perlengkapan umroh yang didapat dari travel. Syal ini tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga sebagai pelindung dari cuaca panas atau dingin selama berada di Arab Saudi. Cuaca di sana bisa sangat ekstrem, sehingga syal menjadi perlengkapan yang berguna untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama ketika berada di luar ruangan.

Nametag

Nametag adalah identitas yang diberikan kepada jamaah oleh travel umroh. Nametag ini biasanya dilengkapi dengan nama jamaah, nama travel, serta nomor telepon penting yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat. Nametag sangat penting, terutama saat berada di kerumunan besar, agar jamaah mudah dikenali dan diidentifikasi oleh petugas travel atau sesama jamaah. Nametag ini biasanya dipasang pada koper, tas, atau digantung di leher.

Buku Doa

Buku doa merupakan salah satu perlengkapan umroh yang didapat dari travel. Ini menjadi panduan penting bagi para jamaah untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan terarah. Buku ini biasanya berisi kumpulan doa-doa khusus yang dibaca selama rangkaian ibadah umroh, mulai dari niat, tawaf, sai, hingga doa di tempat-tempat mustajab seperti di depan Ka’bah dan di Raudhah. 

Dengan adanya buku doa, jamaah yang mungkin belum hafal atau baru pertama kali menunaikan umroh dapat lebih mudah mengikuti tuntunan ibadah secara benar. Selain itu, buku doa ini juga sering dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia dan petunjuk pelaksanaan umroh, sehingga memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi jamaah dalam beribadah.

2. Perlengkapan Umroh dari Travel Khusus Pria

Selain perlengkapan umum yang diberikan kepada semua jamaah, ada juga perlengkapan khusus untuk jamaah pria yang disediakan oleh agen travel umroh. Salah satu perlengkapan penting untuk pria saat umroh adalah baju ihram.

Baju Ihram

Baju ihram adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh pria saat menjalankan ibadah umroh. Baju ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang digunakan untuk menutupi tubuh. Pakaian ihram ini melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan kesetaraan di hadapan Allah SWT. Sebelum melakukan ibadah umroh, jamaah pria diwajibkan mengenakan baju ihram di miqat, tempat dimulainya niat umroh. Travel umroh biasanya memberikan baju ihram ini sebagai bagian dari paket perlengkapan umroh khusus untuk jamaah pria.

3. Perlengkapan Umroh dari Travel Khusus Wanita

Selain perlengkapan umum yang diberikan kepada semua jamaah, ada juga perlengkapan khusus yang disediakan oleh travel untuk jamaah wanita. Berikut beberapa perlengkapan umroh khusus wanita, di antaranya.

Mukena

Mukena adalah perlengkapan ibadah yang wajib dimiliki oleh setiap wanita muslimah. Selama menjalankan ibadah umroh, jamaah wanita membutuhkan mukena untuk shalat di masjid atau tempat ibadah lainnya. Mukena yang diberikan oleh agen travel biasanya terbuat dari bahan yang nyaman, ringan, dan mudah dibawa. Beberapa travel umroh juga memberikan mukena dalam bentuk set lengkap dengan tas penyimpanan yang praktis.

Bergo Hijab

Perlengkapan lain yang sering diberikan oleh travel untuk jamaah wanita adalah bergo hijab. Bergo hijab adalah hijab instan yang mudah dipakai dan praktis, terutama selama perjalanan atau saat berada di tempat ibadah. Bergo hijab ini sangat membantu jamaah wanita agar tetap rapi dan nyaman saat menjalankan ibadah, tanpa perlu repot mengatur hijab secara manual. Agen travel umroh biasanya memberikan bergo hijab dengan warna yang netral, sehingga mudah dipadukan dengan pakaian lainnya.

Perlengkapan umroh yang diberikan oleh agen travel sangat membantu para jamaah dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan terorganisir. Mulai dari koper, seragam umroh, hingga perlengkapan khusus seperti baju ihram untuk pria dan mukena untuk wanita, semuanya dirancang untuk mempermudah jamaah selama berada di Tanah Suci. Setiap barang yang disediakan oleh travel tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam menunjang kenyamanan dan kelancaran ibadah umroh. Dengan membawa perlengkapan yang sesuai, para jamaah dapat fokus menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Perlengkapan yang diberikan oleh travel umroh terbaik seperti Arrayyan Al Mubarak ini tidak hanya mempermudah, tetapi juga menunjukkan perhatian agen terhadap kebutuhan para jamaah. Bagi yang ingin menjalankan ibadah umroh, selain membeli paket umroh terbaik, mempersiapkan diri dengan baik dan memastikan membawa semua perlengkapan yang diperlukan adalah kunci kesuksesan dalam menjalankan ibadah dengan lancar.

Mimpi Berangkat Umroh Pertanda Apa? 21 Arti Menurut Syekh Ibnu Sirrin

Mimpi Berangkat Umroh Pertanda Apa? 21 Arti Menurut Syekh Ibnu Sirrin

Mimpi sering dianggap sebagai bagian dari komunikasi ilahi atau tanda-tanda yang memberi petunjuk dalam kehidupan. Dalam tradisi Islam, mimpi memiliki tempat khusus, terutama ketika berkaitan dengan ibadah dan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu mimpi yang sering dialami oleh banyak orang adalah mimpi berangkat umroh. Bagi sebagian orang, mimpi ini menimbulkan pertanyaan: pertanda apakah mimpi berangkat umroh? Apakah ini sekadar bunga tidur atau ada makna yang lebih dalam? Menurut ulama besar dalam ilmu tafsir mimpi, Syekh Ibnu Sirrin, mimpi berangkat umroh bisa memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.

Berikut ini adalah 21 tafsir mimpi berangkat umroh menurut Syekh Ibnu Sirrin yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai mimpi Anda.

mimpi berangkat umroh

1. Tiba-Tiba Mimpi Umroh

Jika seseorang tiba-tiba mimpi berangkat umroh, ini merupakan pertanda bahwa dirinya sedang dalam kondisi spiritual yang baik. Mimpi ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa orang tersebut akan diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri lebih dekat kepada Allah melalui ibadah.

2. Mimpi Umroh saat Sakit

Bagi seseorang yang sedang sakit dan mimpi berangkat umroh, hal ini menandakan kabar baik. Syekh Ibnu Sirrin menafsirkan bahwa mimpi ini merupakan tanda bahwa kesembuhan sedang mendekat. Umroh dalam mimpi bisa menjadi simbol pemulihan fisik dan spiritual, serta menjadi pertanda bahwa Allah memberikan kesempatan untuk sembuh.

3. Mimpi Umroh saat Terlilit Hutang

Jika seseorang yang sedang terlilit hutang mimpi pergi umroh, menurut Ibnu Sirrin, ini adalah pertanda positif. Mimpi ini menandakan bahwa orang tersebut akan segera terbebas dari kesulitan finansial dan utangnya akan segera terlunasi. Umroh dalam mimpi tersebut melambangkan pembebasan dari beban dan penderitaan.

4. Mimpi Berangkat Umroh saat Cemas

Mimpi berangkat umroh ketika seseorang merasa cemas atau khawatir menandakan bahwa ketenangan akan datang. Ibnu Sirrin menyatakan bahwa mimpi ini merupakan pertanda bahwa Allah akan mengangkat kecemasan dan ketakutan yang dirasakan orang tersebut, dan menggantikannya dengan kedamaian.

5. Mimpi Berangkat Umroh saat Kesulitan

Jika seseorang yang tengah menghadapi kesulitan hidup, mimpi pergi umroh, ini merupakan pertanda bahwa cobaan dan rintangan yang dihadapinya akan segera berakhir. Syekh Ibnu Sirrin menyebutkan bahwa umroh dalam mimpi bisa melambangkan akhir dari penderitaan dan datangnya kemudahan dari Allah.

6. Mimpi Pergi Umroh saat Jadi Musafir

Ketika seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau menjadi musafir mimpi mau berangkat umroh, ini adalah pertanda baik bahwa perjalanannya akan dilancarkan dan tujuan yang diinginkan akan tercapai. Mimpi ini juga bisa menunjukkan bahwa seseorang akan segera kembali dengan selamat dari perjalanannya.

7. Seorang Pedagang yang Mimpi Berangkat Umroh

Apabila seorang pedagang mimpi berangkat umroh, ini bisa ditafsirkan sebagai tanda keberhasilan dalam bisnis. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini menandakan bahwa usahanya akan diberkahi dan mendapatkan keuntungan besar. Umroh dalam konteks ini melambangkan berkah dan rezeki yang melimpah.

8. Mimpi Mau Berangkat Umroh saat Dimakzulkan

Bagi seseorang yang baru saja dimakzulkan atau dicopot dari jabatannya dan mimpi akan berangkat umroh, ini adalah pertanda bahwa orang tersebut akan segera mendapatkan posisi baru atau pengembalian kehormatan yang hilang. Mimpi ini menunjukkan bahwa kebangkitannya sudah dekat.

9. Mimpi Batal Umroh Seorang Wali

Jika seorang wali atau pemimpin bermimpi bahwa dia batal berangkat umroh, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah atau krisis yang harus dihadapi dalam kepemimpinannya. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini bisa melambangkan hambatan dalam menjalankan tugas atau tanggung jawab yang diberikan.

10. Mimpi Batal Umroh Seorang Pedagang

Seorang pedagang yang bermimpi batal umroh mungkin sedang menghadapi masalah dalam usahanya. Ibnu Sirrin mengartikan mimpi ini sebagai pertanda bahwa orang tersebut harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya, karena ada risiko kerugian yang mengancam.

11. Mimpi Batal Umroh Seorang Musafir

Jika seorang musafir atau seseorang yang sedang dalam perjalanan bermimpi batal umroh, ini bisa menjadi tanda bahwa perjalanan tersebut mungkin akan menghadapi hambatan atau kesulitan. Namun, menurut Ibnu Sirrin, mimpi ini juga bisa menjadi peringatan untuk lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri.

12. Orang yang Sehat Bermimpi Batal Umroh

Bagi seseorang yang sehat dan bermimpi batal umroh, ini bisa menjadi pertanda bahwa ada suatu kesempatan atau keinginan yang belum bisa terpenuhi dalam waktu dekat. Ibnu Sirrin menyebutkan bahwa mimpi ini mungkin menunjukkan adanya halangan sementara dalam mencapai tujuan spiritual atau duniawi.

13. Bermimpi sedang Melaksanakan Ibadah Umroh

Jika seseorang bermimpi sedang melaksanakan ibadah umroh, ini adalah pertanda yang sangat baik. Syekh Ibnu Sirrin menjelaskan bahwa mimpi ini menunjukkan bahwa orang tersebut berada di jalan yang benar dalam hidupnya, dan Allah meridhai usahanya dalam mendekatkan diri kepada-Nya.

14. Bermimpi sedang Melakukan Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Mimpi melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah merupakan salah satu mimpi yang sangat diberkahi. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini menunjukkan bahwa orang tersebut akan mendapatkan perlindungan dan rahmat dari Allah. Tawaf melambangkan ketaatan dan ketulusan dalam ibadah.

15. Bermimpi Tawaf Keliling Mekah

Jika seseorang bermimpi melakukan tawaf di seluruh kota Mekah, ini menandakan bahwa orang tersebut akan menjalani hidup yang penuh berkah dan kebahagiaan. Menurut Ibnu Sirrin, mimpi ini bisa juga berarti bahwa orang tersebut akan segera mendapatkan kesempatan untuk berziarah ke tanah suci.

16. Bermimpi Tawaf Sambil Menunggang Kuda

Jika seseorang bermimpi melakukan tawaf sambil menunggang kuda, mimpi ini bisa memiliki makna khusus. Syekh Ibnu Sirrin menafsirkan mimpi ini sebagai tanda bahwa orang tersebut memiliki kekuatan, otoritas, atau kendali dalam hidupnya. Kuda dalam mimpi sering kali melambangkan kekuasaan atau kebebasan.

17. Bermimpi Baca Kalimat Talbiyah di Tanah Haram

Talbiyah adalah kalimat suci yang dilafalkan saat pelaksanaan haji dan umroh. Bermimpi membaca kalimat talbiyah di tanah haram (Mekah) menandakan penerimaan ibadah oleh Allah. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini juga menandakan bahwa orang tersebut mendapatkan pengampunan atas dosa-dosanya.

18. Bermimpi Baca Kalimat Talbiyah di Luar Tanah Haram

Jika seseorang bermimpi membaca talbiyah di luar tanah haram, ini bisa menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki niat kuat untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah, meskipun berada di luar lingkup ibadah haji atau umroh. Mimpi ini menandakan kesiapan spiritual yang baik.

19. Bermimpi Mampu Umrah tapi Mengabaikannya

Jika seseorang bermimpi bahwa dia mampu melakukan umroh tetapi mengabaikannya, ini bisa menjadi peringatan. Syekh Ibnu Sirrin menyebutkan bahwa mimpi ini menandakan adanya kesempatan dalam hidup yang telah terlewatkan atau tidak dimanfaatkan dengan baik.

20. Bermimpi Seolah Berada di Hari Arafah

Bermimpi berada di Hari Arafah, yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji, adalah pertanda baik. Menurut Syekh Ibnu Sirrin, mimpi ini menunjukkan bahwa orang tersebut akan mendapatkan pengampunan dosa dan rahmat besar dari Allah.

21. Mimpi Umroh saat Kerabat Jauh Lama Pergi

Jika seseorang bermimpi umroh ketika ada kerabat jauh yang sudah lama pergi, ini bisa menjadi pertanda bahwa hubungan dengan kerabat tersebut akan segera terjalin kembali. Mimpi ini juga bisa menandakan bahwa orang tersebut merindukan kebersamaan dengan keluarga yang jauh.

Mimpi berangkat umroh memiliki banyak makna dan tafsir yang berbeda, tergantung pada situasi dan kondisi seseorang. Tafsir mimpi menurut Syekh Ibnu Sirrin memberikan panduan yang dapat membantu kita memahami mimpi-mimpi tersebut lebih dalam. Apapun makna mimpi Anda, semoga itu membawa kebaikan dan mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Yuk, wujudkan mimpi berangkat umroh Anda bersama Arrayyan Al Mubarrak, travel umroh terbaik yang siap membawa Anda menuju Tanah Suci dengan pelayanan prima. Nikmati paket umroh lengkap yang dirancang untuk kenyamanan dan ketenangan ibadah, mulai dari akomodasi hotel bintang 4 & 5, transportasi nyaman, hingga bimbingan ibadah sesuai sunnah oleh pembimbing berpengalaman. Dengan harga terjangkau dan jadwal keberangkatan fleksibel, Arrayyan Al Mubarrak adalah pilihan tepat untuk perjalanan spiritual Anda. Daftar sekarang dan rasakan pengalaman umroh terbaik bersama kami!

12 Perlengkapan Umroh Pria yang Harus Dibawa ke Tanah Suci

12 Perlengkapan Umroh Pria yang Harus Dibawa ke Tanah Suci

Menjalankan ibadah umroh adalah momen yang sangat penting bagi setiap Muslim. Agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar, setiap jamaah perlu mempersiapkan segala hal dengan matang, termasuk perlengkapan umroh. Bagi para pria, ada beberapa perlengkapan yang harus dibawa untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran ibadah. Dalam artikel ini, akan dibahas secara detail mengenai perlengkapan umroh pria yang wajib dibawa.

1. Kain Ihram

Kain ihram adalah perlengkapan yang paling penting bagi jamaah pria saat melaksanakan umroh. Kain ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang digunakan sebagai pakaian ketika menjalankan ibadah di tanah suci. Kain ini melambangkan kesederhanaan dan persamaan di hadapan Allah. Pastikan kain ihram yang dibawa terbuat dari bahan yang nyaman dan tidak terlalu tebal agar tidak membuat tubuh kepanasan selama menjalankan ibadah. Selain itu, jamaah juga sebaiknya membawa lebih dari satu set kain ihram untuk cadangan.

2. Baju Muslim dan Celana Bahan

Selain kain ihram, jamaah pria juga harus membawa baju muslim yang dapat digunakan di luar ibadah ihram. Baju muslim ini digunakan saat tidak sedang dalam kondisi ihram, seperti saat berada di penginapan, di sekitar masjid, atau saat beristirahat. Disarankan untuk memilih baju muslim berbahan ringan dan nyaman. Selain itu, celana bahan juga perlu dibawa untuk digunakan saat tidak mengenakan ihram. Celana bahan yang longgar dan nyaman sangat disarankan agar aktivitas selama perjalanan lebih nyaman.

3. Sabuk Umroh

Sabuk umroh merupakan salah satu perlengkapan yang harus dibawa saat umroh pria. Sabuk ini memiliki kantong yang dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti uang, handphone, atau dokumen penting selama melaksanakan ibadah. Sabuk umroh juga membantu menjaga agar kain ihram tetap pada tempatnya dan tidak melorot. Pilih sabuk yang kuat dan nyaman digunakan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.

4. Pakaian Tidur

Meskipun ibadah umroh berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, namun jamaah tetap perlu beristirahat. Oleh karena itu, membawa pakaian tidur yang nyaman menjadi salah satu hal penting. Pilih pakaian tidur yang ringan dan tidak terlalu tebal agar tubuh bisa beristirahat dengan baik. Selain itu, disarankan untuk membawa setidaknya dua set pakaian tidur untuk menjaga kebersihan selama perjalanan.

5. Sarung

Sarung adalah salah satu perlengkapan yang harus dibawa saat umroh pria karena fleksibel dan sangat berguna. Sarung bisa digunakan saat beristirahat di penginapan, saat beribadah di masjid, atau bahkan sebagai pengganti pakaian saat cuaca panas. Sarung juga dapat digunakan sebagai pelengkap saat mengenakan baju muslim di luar ibadah ihram. Sebaiknya pilih sarung yang terbuat dari bahan yang lembut dan mudah dilipat agar praktis dibawa.

6. Pakaian Dalam

Pakaian dalam adalah perlengkapan umroh pria yang harus dibawa karena sangat pribadi. Jamaah pria sebaiknya membawa pakaian dalam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan umroh. Pilih pakaian dalam yang berbahan katun agar nyaman digunakan dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, bawalah pakaian dalam dalam jumlah yang cukup agar tidak perlu mencuci terlalu sering selama ibadah berlangsung.

7. Kaos Kaki dan Sandal

Untuk menjaga kenyamanan selama berjalan, membawa kaos kaki dan sandal yang nyaman sangat penting. Kaos kaki diperlukan terutama saat berada di area masjid atau saat suhu udara dingin. Pastikan kaos kaki yang dibawa adalah yang berbahan lembut dan menyerap keringat. Sementara itu, sandal yang nyaman dan mudah dilepas-pakai diperlukan saat melakukan perjalanan ke masjid atau tempat lainnya. Pilih sandal yang anti selip dan kuat untuk menunjang mobilitas selama berada di tanah suci.

8. Perlengkapan Mandi

Perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi merupakan hal-hal penting yang tidak boleh tertinggal. Namun, pastikan perlengkapan mandi yang dibawa memenuhi syarat kebersihan dan halal. Pilih produk yang tidak mengandung alkohol dan wewangian berlebihan, terutama saat mengenakan ihram. Selain itu, kemas perlengkapan mandi dalam botol kecil atau kemasan travel agar lebih praktis dan mudah dibawa.

9. Obat-obatan Pribadi

Setiap jamaah perlu mempersiapkan obat-obatan pribadi sebagai salah satu perlengkapan umroh pria yang harus dibawa. Bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau membutuhkan obat khusus, pastikan obat-obatan tersebut dibawa dalam jumlah yang cukup. Selain itu, tidak ada salahnya membawa obat-obatan umum seperti obat flu, demam, atau sakit kepala. Kesehatan adalah faktor penting dalam menjalankan ibadah umroh, jadi pastikan obat-obatan pribadi selalu siap sedia.

10. Kacamata dan Masker

Matahari yang terik dan udara berdebu di Makkah dan Madinah membuat kacamata menjadi salah satu perlengkapan umroh pria yang harus dibawa. Kacamata hitam dapat melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan saat berada di luar ruangan. Selain itu, masker juga penting untuk melindungi diri dari debu dan menjaga kebersihan saat beribadah. Pastikan membawa masker yang cukup selama perjalanan, terutama jika cuaca sedang tidak bersahabat atau terjadi peningkatan polusi udara.

11. Buku Doa dan Al-Quran

Ibadah umroh adalah kesempatan untuk memperbanyak dzikir dan membaca Al-Quran. Oleh karena itu, membawa buku doa dan Al-Quran sangat disarankan sebagai bagian dari perlengkapan umroh pria yang harus dibawa. Buku doa bisa menjadi panduan dalam melaksanakan berbagai amalan selama umroh, sementara Al-Quran digunakan untuk tadarus. Bagi yang tidak ingin membawa buku fisik, aplikasi Al-Quran dan doa di ponsel juga bisa menjadi alternatif.

12. Tabir Surya

Cuaca panas di tanah suci bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah yang tidak terbiasa dengan suhu ekstrem. Untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, tabir surya merupakan salah satu perlengkapan umroh pria yang harus dibawa. Pilih tabir surya yang mengandung SPF tinggi dan aman digunakan di kulit sensitif. Penggunaan tabir surya tidak hanya melindungi kulit dari sunburn, tetapi juga menjaga kelembaban kulit selama perjalanan.

Itulah 12 perlengkapan umroh pria yang harus dibawa untuk menunjang kelancaran ibadah. Dengan mempersiapkan perlengkapan umroh pria yang harus dibawa ini dengan baik, diharapkan jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa khawatir dengan kebutuhan sehari-hari. Pastikan semua barang yang dibawa sesuai dengan kebutuhan pribadi dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama di tanah suci.

Berkaitan dengan umroh, Arrayyan Al Mubarak hadir dengan paket umrah eksklusif yang mencakup penerbangan nyaman, akomodasi mewah, dan berbagai fasilitas tambahan seperti city tour, kereta cepat dan ke tempat wisata museum wahyu. Dapatkan pengalaman umrah tak terlupakan bersama kami.

Artinya Mabruroh dan Perbedaan dengan Mabrur 

Artinya Mabruroh dan Perbedaan dengan Mabrur 

Dalam konteks ibadah haji, umat Islam sering mendengar istilah “haji mabrur” yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan haji yang diterima oleh Allah SWT. Namun, ada juga istilah lain yang sering muncul yaitu “mabruroh”. Meski terdengar mirip, kedua istilah ini memiliki perbedaan makna dan penggunaannya dalam konteks ibadah dan kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan menjelaskan arti dari mabruroh, perbedaan antara mabrur dan mabruroh, serta bagaimana kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan tingkatan dan kualitas ibadah seorang muslim.

1. Arti Mabruroh

Istilah “mabruroh” (مَبْرُورَةٌ) berasal dari bahasa Arab yang dalam bentuk tata bahasa disebut sebagai isim maf’ul atau kata benda yang menunjukkan sesuatu yang terkena efek dari kata kerja. Dalam hal ini, mabruroh digunakan untuk merujuk kepada perbuatan baik atau amal yang dilakukan oleh seorang wanita dan diterima oleh Allah SWT. Dalam pengertian sehari-hari, istilah mabruroh sering digunakan untuk mendeskripsikan perempuan yang telah melaksanakan ibadah haji dengan baik dan mendapatkan ridha Allah SWT sehingga segala amalnya dianggap sah dan diterima.

Secara lebih luas, mabruroh mengandung makna bahwa amal atau perbuatan tersebut telah dijalankan sesuai dengan syariat Islam dan mendapatkan berkah dari Allah. Penggunaan istilah ini lebih jarang terdengar dibandingkan dengan “mabrur” yang biasanya dipakai untuk merujuk kepada baik pria maupun wanita dalam menjalankan ibadah haji. Namun, bagi para ulama, kata “mabruroh” menjadi penting dalam menjelaskan kedudukan khusus wanita yang beribadah dengan ikhlas dan benar sesuai aturan agama.

Makna mabruroh dapat dilihat sebagai representasi dari penerimaan amalan perempuan dalam ibadah, termasuk dalam menjalankan haji. Apabila seorang perempuan disebut sebagai haji mabruroh, berarti dia telah menjalankan ibadah haji dengan sempurna, sesuai tuntunan agama, dan menunjukkan perubahan positif dalam kehidupannya pasca pelaksanaan ibadah tersebut.

2. Perbedaan Mabrur dengan Mabruroh

Walaupun “mabrur” dan “mabruroh” memiliki akar kata yang sama, yaitu berasal dari kata “barara” (بَرَرَ) yang berarti baik atau saleh, namun penggunaannya berbeda dalam konteks bahasa Arab dan penerapannya dalam agama Islam. Berikut beberapa perbedaan mendasar antara mabrur dan mabruroh:

a. Penggunaan Gender

Perbedaan utama antara mabrur dan mabruroh terletak pada penggunaannya untuk jenis kelamin. “Mabrur” (مَبْرُورٌ) adalah istilah umum yang dapat digunakan untuk pria maupun wanita, tetapi dalam tata bahasa Arab, istilah ini lebih sering dikaitkan dengan laki-laki. Di sisi lain, “mabruroh” adalah bentuk feminin dari kata tersebut, yang secara khusus merujuk kepada wanita. Dalam konteks ibadah haji, ketika seorang perempuan berhasil melaksanakan ibadah haji dengan diterima oleh Allah, dia disebut sebagai “haji mabruroh”.

b. Pengertian dan Penggunaan dalam Ibadah

Dalam istilah agama, “mabrur” sering digunakan untuk menyebut haji yang diterima, yang ditandai dengan peningkatan kualitas iman dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik setelah melaksanakan haji. 

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Hadis ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan haji mabrur dalam Islam. Kata “mabrur” mengandung makna bahwa amalan tersebut diterima dan diberkahi oleh Allah SWT.

Sementara itu, mabruroh lebih merujuk pada amalan atau ibadah yang dilakukan oleh perempuan dengan sempurna dan memenuhi kriteria syarat serta rukun yang ditentukan dalam syariat Islam. Dalam konteks ibadah haji, mabruroh berarti amalan haji seorang perempuan yang diterima oleh Allah, menunjukkan bahwa dia telah melaksanakan rukun-rukun haji sesuai dengan aturan yang ada dan membawa perubahan positif dalam kehidupannya. Dengan demikian, penggunaan kata ini lebih khusus dan sering digunakan untuk mengapresiasi amalan perempuan dalam menjalankan ibadah.

c. Kualitas dan Dampak pada Kehidupan Pasca Ibadah

Istilah “mabrur” mengandung makna lebih luas dalam menilai kualitas suatu ibadah, terutama ibadah haji. Haji yang mabrur berarti ibadah tersebut tidak hanya diterima secara syariat, tetapi juga membawa dampak positif yang nyata dalam kehidupan pelakunya setelah pulang dari tanah suci. Orang yang hajinya mabrur akan menunjukkan sikap lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti meningkatnya kejujuran, kedermawanan, serta ketaatan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Mabruroh, di sisi lain, lebih ditekankan pada aspek penerimaan amal oleh Allah yang dilakukan oleh seorang perempuan. Artinya, apabila ibadah haji seorang wanita disebut mabruroh, maka ibadah tersebut sudah dijalankan sesuai syarat dan rukun yang benar serta membawa nilai keberkahan dan penerimaan dari Allah. Penggunaan istilah ini lebih terfokus pada aspek ibadah yang dijalankan dengan benar sesuai tuntunan, tanpa mengurangi arti penting dari perubahan positif yang seharusnya terjadi pada kehidupan setelahnya.

d. Tingkatan dan Konsekuensi Amal

Secara teologis, istilah mabrur menunjukkan tingkatan tertinggi dari penerimaan ibadah yang telah dijalankan. Haji yang disebut mabrur menandakan ibadah tersebut bukan hanya memenuhi syarat dan rukun, tetapi juga memiliki efek positif yang meluas pada perilaku, kehidupan sosial, dan spiritual individu yang melaksanakannya. Maka, mabrur bisa dianggap sebagai kualitas puncak dalam penilaian sebuah ibadah.

Sedangkan mabruroh menunjukkan bahwa seorang wanita telah memenuhi kriteria syariat dalam ibadahnya, tanpa secara langsung menyiratkan adanya perubahan besar atau dampak positif dalam kehidupan sosial atau kepribadian pasca ibadah. Istilah ini lebih sering digunakan sebagai bentuk penghargaan atas kesempurnaan amal yang dilakukan seorang wanita sesuai ketentuan agama.

Memahami perbedaan antara mabruroh dan mabrur memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana istilah-istilah ini digunakan dalam Islam, khususnya dalam konteks ibadah haji. Meskipun memiliki akar kata yang sama dan keduanya berkaitan dengan amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT, penggunaannya berbeda dalam aspek gender, tingkatan, dan dampak ibadah terhadap kehidupan sehari-hari. 

Istilah mabrur umumnya lebih luas dan sering digunakan untuk menggambarkan kualitas ibadah yang tinggi serta berdampak positif pada pelakunya, sedangkan mabruroh secara khusus digunakan untuk menyebut amal perempuan yang diterima dalam menjalankan ibadah dengan syarat dan rukun yang tepat. Dengan memahami keduanya, diharapkan umat Islam dapat lebih menghargai arti penting dari kualitas ibadah yang diterima serta berusaha meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Dengan bimbingan ulama yang berpengalaman, Arrayyan Al Mubarak, sebagai travel umroh dan haji terbaik, tidak hanya membantu Anda meraih predikat haji mabrur, tetapi juga menyediakan layanan khusus yang memungkinkan para jamaah wanita mendapatkan pengalaman ibadah yang sempurna dan mabruroh. Percayakan perjalanan suci Anda bersama Arrayyan Al Mubarak, dan nikmati kenyamanan, keamanan, serta kemudahan yang akan membawa Anda lebih dekat kepada ridha Allah SWT.

Tata Cara Umroh sesuai Sunnah, Panduan Lengkap sebelum Berangkat!

Tata Cara Umroh sesuai Sunnah, Panduan Lengkap sebelum Berangkat!

Umroh merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang memiliki nilai spiritual yang tinggi. Meski tidak wajib seperti haji, umroh tetap menjadi ibadah yang dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu melaksanakannya. Ibadah ini melibatkan berbagai rangkaian ritual yang harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, agar ibadah tersebut sah dan diterima. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai tata cara umroh yang sesuai sunnah, mulai dari persiapan sebelum berangkat hingga tahap akhir berupa tahallul.

1. Apa Itu Tata Cara Umroh?

Tata cara umroh adalah serangkaian ritual ibadah yang dilakukan di Tanah Suci dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umroh terdiri dari beberapa tahap yang diatur dalam sunnah Nabi Muhammad SAW, seperti ihram, tawaf, sai, dan tahallul. Ibadah umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, berbeda dengan haji yang waktunya terbatas. Umroh dianggap sebagai miniatur haji karena sebagian besar ritualnya mirip, namun tidak sebanyak dan sekompleks ibadah haji.

2. Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Berikut adalah panduan lengkap mengenai tata cara umroh yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW:

Persiapan Sebelum Ihram

Sebelum memulai rangkaian ibadah umroh, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan. Pertama, pastikan fisik dalam kondisi sehat dan bugar untuk menjalani semua tahap ibadah. Selain itu, mandi besar (ghusl) juga disarankan sebelum berihram untuk membersihkan diri secara lahiriah. Memotong kuku, mencukur rambut yang berlebihan, dan memakai wewangian sebelum ihram merupakan sunnah Nabi yang dianjurkan.

Berihram

Ihram adalah keadaan suci yang harus dimasuki sebelum memulai ibadah umroh. Ihram dilakukan dengan mengenakan pakaian ihram, yaitu kain putih yang tidak dijahit untuk pria dan pakaian yang sopan untuk wanita. Setelah mengenakan pakaian ihram, niat umroh dilafalkan, dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Pada saat ini, seseorang juga harus menghindari larangan ihram seperti memotong rambut, menggunakan wewangian, atau berhubungan intim.

Kalimat Persyaratan

Saat berihram, seseorang dapat menambahkan kalimat persyaratan (syarat), terutama jika ada kekhawatiran tidak dapat menyelesaikan umroh karena sakit atau halangan lainnya. Kalimat yang diucapkan adalah: 

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

“Allahumma mahilli haitsu habastani” 

Yang berarti:”Ya Allah, tempat di mana aku terhalang, di sanalah tempat aku keluar dari ihram.” 

Kalimat ini berguna jika terdapat kendala yang membuat umroh tidak dapat dilanjutkan.

Kalimat Talbiah

Setelah berniat dan mengenakan pakaian ihram, jamaah diwajibkan untuk membaca talbiah sebagai bentuk deklarasi niat kepada Allah SWT. Kalimat talbiah yang sering diucapkan adalah: 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk la syarika laka.” 

Talbiah ini dibaca terus-menerus mulai dari berihram hingga saat akan memulai tawaf.

Memasuki Masjidil Haram

Setibanya di Mekkah, langkah berikutnya adalah memasuki Masjidil Haram. Saat memasuki masjid, jamaah dianjurkan untuk masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu sambil membaca doa masuk masjid: 

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ 

وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bacaan latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wabiwajhihil karîm wasulthânihil qadîm minassyaithânir-rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wasallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin, Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu rahmat-Mu.”

Dengan penuh kerendahan hati, jamaah melangkah ke dalam masjid untuk melanjutkan rangkaian ibadah.

Menuju Hajar Aswad

Setelah masuk ke Masjidil Haram, jamaah sebaiknya langsung menuju ke Hajar Aswad, yaitu batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah. Jika memungkinkan, jamaah dianjurkan untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad. Jika tidak bisa karena padatnya jamaah, cukup dengan mengarahkan tangan ke arah Hajar Aswad dan mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ.

“Bismillahi Allahu Akbar.”

Tawaf 7 Putaran

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan arah berlawanan jarum jam. Putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Selama melakukan tawaf, jamaah dianjurkan untuk banyak berzikir dan berdoa, memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Tawaf dilakukan dengan penuh khusyuk, mengingat bahwa Ka’bah adalah rumah Allah dan pusat kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kembali ke Hajar Aswad

Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah kembali menuju Hajar Aswad. Sama seperti sebelumnya, jika memungkinkan, jamaah dapat mencium atau menyentuh Hajar Aswad, atau cukup melambaikan tangan ke arahnya sambil mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ.

 “Bismillahi Allahu Akbar.” 

Ini menjadi penutup dari ritual tawaf sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Sai di Bukit Safa

Setelah tawaf, jamaah kemudian menuju ke Bukit Safa untuk melakukan sai. Sai adalah berlari-lari kecil atau berjalan cepat di antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sai dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Saat memulai sai dari Safa, dianjurkan untuk menghadap Ka’bah dan membaca doa: 

إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ

“Inna as-safa wal-marwata min sya’a’irillah,” serta berdoa sesuai keinginan pribadi.

Menuju ke Bukit Marwah

Setelah sampai di Bukit Safa, jamaah kemudian menuju ke Bukit Marwah, berjalan atau berlari kecil dalam rute yang telah ditentukan. Setiap perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung sebagai satu kali, sehingga jamaah akan menyelesaikan total tujuh kali perjalanan (empat kali ke Marwah dan tiga kali ke Safa). Sai ini merupakan bagian dari napak tilas perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Tahallul

Tahallul adalah tahap terakhir dalam rangkaian ibadah umroh, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Untuk pria, dianjurkan mencukur rambut hingga habis (gundul), sementara wanita cukup memotong ujung rambutnya sekitar 2-3 cm. Setelah tahallul, semua larangan ihram tidak lagi berlaku, dan ibadah umroh dianggap selesai.

Melaksanakan umroh sesuai sunnah merupakan bentuk pengabdian yang tinggi kepada Allah SWT. Dengan mengikuti tata cara yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, setiap tahapan umroh akan terasa lebih bermakna dan khusyuk. Dukungan layanan dari Arrayyan Al Mubarak bisa menjamin umrah Anda jadi bermakna dan khusyuk. Jadi, tunggu apalagi yuk segera pilih paket umroh Kami!

Doa Umroh Sesuai Sunnah dengan Bacaan Lengkap

Doa Umroh Sesuai Sunnah dengan Bacaan Lengkap

Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim, karena termasuk dalam salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun tidak wajib seperti haji, umroh tetap memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa-dosa kecil serta memperbaiki kualitas iman. Untuk menjalankan ibadah umroh dengan sempurna, penting bagi kita untuk memahami tata cara dan doa-doa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Bacaan doa dalam setiap tahap ibadah umroh memiliki makna yang mendalam dan menjadi sarana pengingat agar kita senantiasa mengarahkan hati kepada Allah SWT. Artikel ini akan membahas doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca selama umroh, mulai dari niat ihram hingga doa saat meminum air zam-zam, lengkap dengan tulisan Arabnya. Dengan mengikuti tuntunan doa-doa ini, kita dapat menjalankan ibadah umroh dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

1. Niat Ihram

Niat merupakan langkah pertama dalam ibadah umroh, karena dengan niat, seseorang memulai pelaksanaan umroh. Ihram sendiri merupakan keadaan suci yang wajib dipertahankan oleh jamaah selama pelaksanaan umroh, dimulai dengan niat di miqat.

Doa Niat Ihram:

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ عُمْرَةً

Labbayka Allaahumma ‘Umratan

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk menunaikan ibadah umroh.”

Dengan mengucapkan niat ini, seseorang telah memasuki keadaan ihram dan berkomitmen untuk mematuhi segala larangan ihram serta melaksanakan rangkaian ibadah umroh.

2. Bacaan Talbiyah

Talbiyah merupakan bacaan yang diucapkan setelah berniat ihram, sebagai bentuk pengakuan dan kesungguhan dalam memenuhi panggilan Allah SWT. Bacaan talbiyah terus diucapkan selama perjalanan menuju Masjidil Haram hingga memulai tawaf.

Bacaan Talbiyah:

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbayka Allaahumma labbayk, labbayka laa syariika laka labbayk, innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk, laa syariika lak

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Bacaan talbiyah ini mengandung pesan kesetiaan kepada Allah SWT, serta pengakuan atas kebesaran dan keesaan-Nya.

3. Doa Masuk Masjidil Haram

Ketika memasuki Masjidil Haram, jamaah dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk penghormatan dan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menunaikan ibadah di tempat suci.

Doa Masuk Masjidil Haram:

بِسْمِ اللّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bismillahi wassalatu wassalamu ‘ala rasulillah, Allahumma aghfir li dzunubi waftah li abwaba rahmatika.

Artinya: “Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah, ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

4. Doa Sapu Jagad saat Tawaf

Saat melakukan tawaf, jamaah diperbolehkan membaca berbagai doa yang dianjurkan, salah satunya adalah doa sapu jagad. Doa ini merupakan doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW karena mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Doa Sapu Jagad:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaabannar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka.”

5. Surah Al-Fatihah

Dalam setiap tahapan umroh, terutama saat tawaf dan sa’i, jamaah dapat memperbanyak membaca surah Al-Fatihah, yang merupakan surah pembuka dan memiliki keutamaan luar biasa.

Bacaan Surah Al-Fatihah:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Ar-raḥmānir-raḥīm
Māliki yaumid-dīn
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim ġairil-maġḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik Hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

6. Surah Al-Kafirun

Membaca surah Al-Kafirun juga dianjurkan selama pelaksanaan tawaf sebagai bentuk penyataan keimanan dan penolakan terhadap kemusyrikan.

Bacaan Surah Al-Kafirun:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Qul huwallāhu aḥad
Allāhuṣ-ṣamad
Lam yalid wa lam yūlad
Wa lam yakul-lahu kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Qul yā ayyuhal-kāfirūn
Lā a‘budu mā ta‘budūn
Walā antum ‘ābidūna mā a‘bud
Walā anā ‘ābidum mā ‘abadtum
Walā antum ‘ābidūna mā a‘bud
Lakum dīnukum wa liya dīn

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.'”

7. Surah Al-Ikhlas

Membaca surah Al-Ikhlas selama umroh sangat dianjurkan karena surah ini menyatakan tauhid, mengakui keesaan Allah SWT dan menjadi penguat keimanan kita kepada-Nya.

Bacaan Surah Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

8. Doa Minum Air Zam-Zam

Saat meminum air zam-zam, disunnahkan untuk memanjatkan doa, karena air zam-zam dipercaya memiliki keberkahan yang luar biasa.

Doa Minum Air Zam-Zam:

اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِّنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan wasi’an, wa syifa’an min kulli daa’in.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

Ibadah umroh merupakan kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami dan melafalkan doa-doa sesuai sunnah Rasulullah SAW, kita dapat menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk dan bermakna. Semoga dengan berdoa sesuai sunnah, ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita diberikan keberkahan di dunia dan akhirat.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman umroh dengan nyaman dan tenang, pilihlah Arrayyan Al Mubarak, agen travel umroh terbaik yang siap melayani kebutuhan ibadah Anda dengan paket umroh lengkap dan fasilitas terbaik. Bersama kami, wujudkan impian beribadah di tanah suci dengan layanan prima dan bimbingan yang sesuai syariat. Segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut, dan mari bersama-sama mempersiapkan perjalanan suci Anda!