Doa merupakan ibadah yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Ia menjadi sarana komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Allah SWT, tempat mencurahkan harapan, permohonan, rasa takut, hingga rasa syukur. Meski pada hakikatnya doa dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja, Islam mengajarkan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan khusus, di mana doa lebih besar peluangnya untuk dikabulkan. Waktu-waktu ini dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Mengetahui dan mengamalkan doa pada waktu-waktu mustajab bukan hanya meningkatkan peluang terkabulnya permohonan, tetapi juga menumbuhkan kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Rasulullah SAW melalui berbagai hadis menjelaskan momen-momen istimewa tersebut agar umat Islam dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.
13 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Berikut ini adalah 13 waktu yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai waktu yang memiliki keutamaan besar untuk berdoa. Setiap waktu memiliki hikmah dan nilai spiritual yang mendalam jika dihayati dengan penuh keimanan.
1. Ketika Sahur atau Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu paling utama untuk berdoa. Pada waktu ini, mayoritas manusia sedang terlelap, sementara seorang hamba memilih bangun untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon.
Sahur, terutama saat Ramadan, termasuk dalam waktu ini. Doa yang dipanjatkan saat sahur tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bukti keikhlasan dan kesungguhan seorang muslim dalam mencari ridha Allah SWT.
2. Ketika Berbuka Puasa
Waktu berbuka puasa merupakan momen istimewa bagi orang yang berpuasa. Setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sejak pagi, doa seorang yang berpuasa memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak, terutama ketika menjelang berbuka. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga memanjatkan doa dengan penuh harap dan kerendahan hati.
3. Ketika Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan, dan pada malam tersebut pula keberkahan serta ampunan Allah tercurah dengan sangat luas.
Doa yang dibaca pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan doa khusus kepada Aisyah RA untuk dibaca pada malam tersebut, yang intinya memohon ampunan kepada Allah SWT.
4. Ketika Adzan Berkumandang
Saat adzan dikumandangkan, pintu rahmat Allah SWT terbuka. Waktu ini menjadi momen yang dianjurkan untuk berdoa, terutama setelah menjawab panggilan adzan dan membaca doa setelahnya.
Adzan bukan sekadar penanda masuknya waktu salat, tetapi juga panggilan spiritual yang mengingatkan manusia akan kebesaran Allah. Memanjatkan doa di waktu ini menjadi bentuk respons atas seruan Ilahi.
5. Di Antara Adzan dan Iqamah
Selain saat adzan, waktu di antara adzan dan iqamah juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa yang dibaca pada waktu ini tidak akan ditolak.
Oleh karena itu, ketika berada di masjid atau sedang menunggu iqamah, sebaiknya seorang muslim memperbanyak doa, bukan sekadar bercakap-cakap atau bermain gawai.
6. Ketika Sedang Sujud dalam Salat
Sujud merupakan posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam keadaan ini, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat.
Rendahnya posisi fisik saat sujud melambangkan ketundukan total kepada Allah SWT. Doa yang dipanjatkan dengan khusyuk pada saat ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
7. Sebelum Salam pada Salat Wajib
Sebelum mengucapkan salam pada salat wajib, terdapat waktu singkat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Pada momen ini, seorang hamba baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah salat yang penuh kekhusyukan.
Doa yang dipanjatkan sebelum salam mencerminkan penutup yang indah dari ibadah salat, sekaligus menjadi momentum untuk memohon kebaikan hidup di dunia dan akhirat.
8. Pada Hari Jumat
Hari Jumat merupakan hari terbaik dalam sepekan bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat satu waktu mustajab di mana doa-doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu tersebut berada di antara setelah Asar hingga menjelang Maghrib. Oleh karena itu, memperbanyak doa pada hari Jumat, khususnya di waktu-waktu tersebut, sangat dianjurkan.
9. Ketika Turun Hujan
Turunnya hujan adalah rahmat dari Allah SWT. Saat hujan turun, doa memiliki kedudukan yang istimewa dan besar kemungkinan dikabulkan.
Hujan melambangkan keberkahan dan kehidupan. Memanjatkan doa di saat hujan turun mengajarkan umat Islam untuk senantiasa mengaitkan fenomena alam dengan kebesaran dan kasih sayang Allah.
10. Hari Rabu Antara Dzuhur dan Ashar
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdoa pada hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar, dan doa tersebut dikabulkan. Karena itu, sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu ini.
Meski tidak sepopuler waktu mustajab lainnya, hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar tetap memiliki keutamaan yang patut diamalkan.
11. Ketika Hari Arafah
Hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah, merupakan puncak ibadah haji. Bagi jamaah yang sedang wukuf di Arafah, doa pada hari tersebut adalah doa terbaik.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, berdoa dan berpuasa pada Hari Arafah juga memiliki keutamaan besar, termasuk pengampunan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
12. Ketika Perang Berkecamuk
Dalam kondisi genting seperti peperangan, doa seorang hamba memiliki kekuatan yang sangat besar. Situasi ini mencerminkan kepasrahan total kepada Allah SWT, karena tidak ada lagi sandaran selain pertolongan-Nya.
Meski konteksnya berat, pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa doa dalam kondisi terdesak dan penuh keikhlasan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
13. Ketika Meminum Air Zamzam
Air zamzam memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh ketika meminum air zamzam, baik untuk kesehatan, keberkahan hidup, maupun kebaikan akhirat.
Mengetahui waktu-waktu mustajab untuk berdoa akan semakin bermakna jika diamalkan langsung di tempat yang paling dicintai Allah, yaitu Tanah Suci. Melalui paket umroh Arrayyan, Anda berkesempatan memanjatkan doa di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, meminum air zamzam langsung dari sumbernya, serta mendekatkan diri kepada Allah di momen-momen penuh keberkahan. Jangan hanya berharap dari kejauhan—wujudkan doa dan impian Anda dengan perjalanan umroh yang nyaman, aman, dan penuh ketenangan bersama Arrayyan, sahabat ibadah terbaik Anda menuju ridha Allah SWT.