Multazam merupakan salah satu tempat yang sangat istimewa dan sarat makna dalam tradisi ibadah haji dan umrah. Tempat ini menjadi tujuan utama jamaah ketika berada di Masjidil Haram untuk melantunkan doa dan bermunajat kepada Allah SWT. Banyak jamaah yang merasa haru dan khusyuk saat berada di depan Multazam karena keyakinan bahwa tempat ini memiliki keutamaan khusus dalam dikabulkannya doa.
Apa Itu Multazam?
Multazam adalah bagian dari dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Secara istilah, kata Multazam berasal dari bahasa Arab iltazama yang berarti “merapatkan diri”, karena orang yang berdoa di tempat ini dianjurkan untuk merapatkan tubuhnya pada dinding Ka’bah saat bermunajat kepada Allah SWT.
Menurut referensi buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah, Multazam disebut sebagai tempat dimana Allah SWT mengharuskan atas diri-Nya untuk menerima permohonan dari hamba-Nya yang mengangkat tangan dan berdoa dengan tulus. Karena itulah, lokasi ini menjadi tempat mustajab yang sangat dirindukan oleh jamaah haji dan umrah.
Keistimewaan Multazam
Multazam memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya menjadi tujuan utama jamaah saat berada di Masjidil Haram:
- Tempat Mustajab Berdoa: Multazam dikenal sebagai tempat yang dikabulkannya doa oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa doa yang dilantunkan di Multazam akan dijawab oleh Allah SWT, insya Allah.
- Pusat Kekhusyuan Jamaah: Banyak jamaah yang menangis dan terharu saat bermunajat di tempat ini karena perasaan dekat dengan Allah saat berada di depan Ka’bah dan setelah selesai melakukan thawaf.
- Makna Spiritual Mendalam: Kata iltazama yang berarti “merapat” juga mengandung pelajaran spiritual tentang bergantung hanya kepada Allah, memohon ampunan, serta menampakkan rasa cinta kepada Sang Pencipta.
Tata Cara Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam memiliki tata cara yang disunnahkan berdasarkan riwayat dari Nabi Muhammad SAW, yakni:
- Menemukan Lokasi Multazam: Multazam terletak di dinding Ka’bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Pada saat tawaf, jamaah berusaha untuk menuju bagian ini setelah menyelesaikan thawaf.
- Merapatkan Diri: Sunnah untuk merapatkan dada, wajah, tangan dan lengan ke dinding Ka’bah saat berdoa. Cara ini mencerminkan keikhlasan dan rasa bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
- Berdoa dengan Khusyuk: Saat berada di Multazam, jamaah dapat melantunkan doa apa pun sesuai dengan kebutuhan hati mereka. Tidak ada doa tertentu yang wajib dibaca; yang utama adalah doa yang tulus dan khusyuk.
- Mengangkat Doa Dengan Imannya: Jelaskan kebutuhan, harapan, dan hajat yang ingin dicapai kepada Allah SWT dengan keyakinan kuat bahwa Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan doa hamba-Nya yang beriman.
Sunnah Nabi Menempelkan Tubuh di Multazam
Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menempelkan dada, wajah, serta tangan beliau di Multazam sambil berdoa. Tindakan ini menjadi contoh bagi para jamaah yang ingin mendekatkan diri secara fisik dan spiritual kepada Ka’bah serta Sang Pemiliknya.
Menempelkan tubuh di Multazam bukan sekadar bentuk fisik, tetapi juga menyiratkan ketundukan total kepada Allah, pengakuan akan dosa, serta permohonan ampunan. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini mencerminkan sikap seorang hamba yang sadar tidak memiliki tempat kembali selain kepada Allah SWT.
Multazam adalah salah satu momen spiritual yang paling dirindukan oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah haji atau umrah. Keistimewaan tempat ini sebagai lokasi mustajab untuk berdoa memberikan pengalaman yang penuh haru dan keyakinan spiritual yang mendalam. Jika kamu bercita-cita merasakan langsung suasana khusyuk berdoa di Multazam dan ingin mendapatkan bimbingan ibadah yang profesional, paket umroh dari Arrayyan siap membantu mewujudkan impianmu ke Tanah Suci dengan layanan terbaik, fasilitas nyaman, dan pendampingan ahli agar ibadahmu lebih tenang dan khusyuk.