Syarat Sah Umroh Bagi Perempuan dan Pria

Syarat Sah Umroh Bagi Perempuan dan Pria

Umroh adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), banyak umat Islam dari berbagai belahan dunia berusaha melaksanakannya sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Pelaksanaan ibadah umroh hampir mirip dengan haji, hanya saja memiliki rukun dan waktu yang lebih fleksibel karena dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

Namun, sebelum menunaikan ibadah umroh, setiap Muslim perlu memahami syarat sah umroh, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Syarat-syarat ini penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga sah secara syariat Islam. Dengan begitu, amal ibadah umroh benar-benar diterima oleh Allah SWT.

Syarat Sah Umroh

Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang ingin melaksanakan umroh. Syarat-syarat ini bersifat mendasar dan berlaku bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Berikut adalah syarat sah umroh yang perlu diperhatikan:

1. Seorang Muslim

Syarat pertama yang tidak bisa ditawar adalah bahwa umroh hanya sah apabila dilakukan oleh seorang Muslim. Umroh adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang ditujukan semata-mata untuk Allah SWT. Orang yang tidak beriman atau bukan seorang Muslim tidak memiliki kewajiban apalagi keabsahan dalam melaksanakannya.

Keislaman seseorang menjadi fondasi utama, karena dalam setiap rangkaian umroh terdapat bacaan, doa, serta niat yang hanya bisa dilaksanakan dengan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka, syarat ini menjadi penegas bahwa hanya Muslim yang berhak melaksanakan ibadah umroh.

2. Baligh

Syarat kedua adalah baligh. Artinya, ibadah umroh wajib atau sah dilaksanakan bagi orang yang telah mencapai usia dewasa secara syar’i. Baligh bagi laki-laki ditandai dengan mimpi basah, sementara bagi perempuan ditandai dengan menstruasi.

Meskipun anak-anak boleh diajak umroh oleh orang tuanya, namun pahala umroh tersebut kembali kepada orang tua yang membimbing. Umroh anak-anak tidak menggugurkan kewajiban mereka ketika dewasa. Jadi, ketika mereka sudah baligh, maka tetap wajib melaksanakan haji atau umroh sesuai kemampuan.

3. Berakal Sehat

Syarat ketiga adalah berakal sehat. Orang yang mengalami gangguan jiwa, tidak sadarkan diri, atau tidak memiliki kemampuan berpikir sehat tidak diwajibkan melaksanakan ibadah umroh. Hal ini karena umroh adalah ibadah yang memerlukan kesadaran penuh, baik ketika berniat, melaksanakan thawaf, sa’i, maupun ibadah lainnya.

Kesadaran dan akal sehat juga diperlukan agar jamaah mampu memahami doa-doa, aturan ihram, serta larangan-larangan selama menjalani ibadah. Tanpa akal sehat, maka ibadah yang dilakukan tidak memiliki makna syar’i dan tidak dianggap sah.

4. Merdeka

Dalam sejarah Islam, ada pembahasan mengenai status kemerdekaan sebagai syarat ibadah. Dahulu, budak tidak diwajibkan menunaikan haji atau umroh karena masih berada di bawah tanggungan tuannya. Namun dalam konteks saat ini, perbudakan tidak lagi relevan, sehingga syarat ini lebih menekankan bahwa seseorang harus memiliki kebebasan penuh dalam beribadah.

Kemerdekaan juga bisa dimaknai sebagai kebebasan dalam mengambil keputusan, misalnya tidak sedang berada dalam paksaan yang menghalangi niat dan kemampuan untuk menunaikan umroh. Dengan kata lain, jamaah harus merdeka lahir batin dalam melaksanakan ibadahnya.

5. Mampu secara fisik, mental, dan finansial

Syarat kelima adalah mampu, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial. Kemampuan ini sangat penting karena ibadah umroh melibatkan perjalanan jauh, aktivitas fisik cukup berat (seperti thawaf dan sa’i), serta biaya yang tidak sedikit.

  • Mampu secara fisik: Jamaah harus sehat tubuhnya agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan sempurna. Orang yang sakit keras atau lemah secara fisik bisa kesulitan menjalani ibadah umroh.
  • Mampu secara mental: Jamaah perlu memiliki kesiapan mental untuk menghadapi keramaian, antrian panjang, serta berbagai kondisi di tanah suci. Mental yang kuat membantu jamaah tetap khusyuk dalam beribadah meski menghadapi tantangan.
  • Mampu secara finansial: Ibadah umroh membutuhkan biaya yang mencakup tiket perjalanan, akomodasi, konsumsi, dan keperluan lain. Islam menegaskan bahwa seseorang tidak diwajibkan berhaji atau umroh jika belum mampu secara finansial.

Kemampuan ini sering disebut dengan istilah istitha’ah. Maka, jika seseorang belum mampu dari salah satu aspek ini, maka gugur kewajiban umroh sampai dia mampu melaksanakannya.

Perbedaan Teknis Umroh bagi Perempuan dan Laki-Laki

Selain syarat sah umroh di atas yang berlaku umum, ada beberapa perbedaan teknis antara perempuan dan laki-laki dalam melaksanakan ibadah umroh:

  • Pakaian Ihram:
    • Laki-laki wajib mengenakan dua helai kain putih tanpa jahitan.
    • Perempuan tidak memiliki ketentuan khusus, tetapi harus mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan baik, longgar, serta tidak menyerupai pakaian laki-laki.
  • Larangan Ihram:
    • Laki-laki dilarang menutup kepala dengan sesuatu yang menempel.
    • Perempuan tidak boleh menutup wajah dengan niqab atau cadar, serta tidak boleh memakai sarung tangan.
  • Pelaksanaan Sa’i dan Thawaf:
    • Laki-laki disunnahkan berlari kecil pada tiga putaran pertama thawaf qudum serta berlari pada jalur hijau di sa’i.
    • Perempuan tidak dianjurkan berlari, cukup berjalan dengan tenang dan khusyuk.

Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan kemudahan sekaligus keadilan bagi laki-laki maupun perempuan dalam melaksanakan ibadah umroh.

Menunaikan ibadah umroh merupakan impian banyak umat Muslim di seluruh dunia. Namun, penting bagi setiap calon jamaah untuk memahami syarat sah umroh, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dengan memenuhi syarat sebagai seorang Muslim, baligh, berakal sehat, merdeka, serta mampu secara fisik, mental, dan finansial, insyaAllah ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT.

Bagi Anda yang sudah memenuhi syarat-syarat tersebut, jangan tunda lagi niat suci Anda. Arrayyan hadir dengan berbagai paket umroh terbaik yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, bimbingan ibadah sesuai sunnah, serta fasilitas lengkap agar perjalanan spiritual Anda lebih khusyuk.

Segera daftarkan diri dan keluarga Anda bersama Arrayyan untuk berangkat menuju tanah suci. Raih kesempatan beribadah dengan tenang, aman, dan penuh keberkahan. Hubungi tim Arrayyan sekarang juga untuk mendapatkan informasi detail mengenai paket umroh yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

10 Amalan Setara Haji dan Umroh, Apa Saja?

10 Amalan Setara Haji dan Umroh, Apa Saja?

Melaksanakan ibadah haji dan umroh merupakan impian hampir setiap muslim. Namun, tidak semua orang diberi kemampuan untuk berangkat ke Tanah Suci karena keterbatasan biaya, kesehatan, maupun faktor lainnya. Dalam Islam, Allah ﷻ yang Maha Pengasih memberikan banyak peluang bagi hamba-Nya untuk memperoleh pahala setara haji dan umroh meskipun tanpa benar-benar menunaikan perjalanan tersebut. Melalui amalan-amalan tertentu, seorang muslim dapat meraih keutamaan yang besar sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya.

Berikut adalah 10 amalan yang setara dengan haji dan umroh sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis dan riwayat ulama.

Membantu Mencukupi Saudara yang Kekurangan

Rasulullah menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Salah satu amalan yang pahalanya setara haji adalah membantu mencukupi kebutuhan saudara kita yang kekurangan, baik berupa makanan, pakaian, biaya pendidikan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Dalam sebuah riwayat, menolong sesama dengan ikhlas akan dicatat sebagai amal besar di sisi Allah. Bahkan, memberi nafkah kepada orang yang membutuhkan bisa lebih utama dibanding sedekah biasa. Dengan demikian, ketika kita menolong sesama, sesungguhnya kita sedang meraih pahala besar yang dapat menyamai ibadah haji dan umroh.

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Salah satu amalan yang nilainya sangat tinggi adalah berbakti kepada ayah dan ibu. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa seseorang yang ingin berhaji namun masih memiliki orang tua yang membutuhkan perhatian, maka berbakti kepada orang tua dapat menyamai pahala haji.

Mengurus orang tua dengan penuh kasih sayang, mendoakan mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka adalah bentuk bakti yang luar biasa. Bahkan, senyum kepada orang tua pun termasuk ibadah yang dicatat sebagai pahala besar.

Menjalankan Tugas Sesuai Keahlian untuk Bangsa, Negara dan Agama

Tidak semua amal besar harus dilakukan dengan ritual ibadah. Dalam Islam, bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai bidang keahlian, terutama jika diniatkan untuk kemaslahatan bangsa, negara, dan agama, juga bernilai pahala yang agung.

Seorang guru yang mengajar dengan ikhlas, seorang dokter yang membantu pasien tanpa pamrih, seorang petani yang menanam demi kebutuhan umat, semua itu termasuk ibadah. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa bekerja untuk kemaslahatan umat, jika diniatkan karena Allah, akan setara pahala haji.

Menjaga Lisan

Salah satu tanda kesempurnaan iman adalah kemampuan menjaga lisan. Lisan yang terjaga dari ghibah, fitnah, kata-kata kasar, dan ucapan sia-sia akan menjadi penyelamat di akhirat.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa banyak orang yang tergelincir ke neraka bukan karena perbuatannya, melainkan karena lisannya. Sebaliknya, lisan yang digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memberi nasihat kebaikan memiliki pahala yang luar biasa. Orang yang menjaga lisannya akan mendapat balasan pahala setara haji dan umroh.

Mengerjakan Salat Isya dan Subuh Berjamaah

Rasulullah bersabda bahwa orang yang melaksanakan salat Isya secara berjamaah seakan-akan ia salat setengah malam, dan yang melaksanakan salat Subuh berjamaah seolah-olah salat semalam penuh.

Keutamaan salat berjamaah sangat besar, terlebih jika dilakukan pada waktu-waktu yang berat seperti Isya dan Subuh. Pahala salat berjamaah ini bahkan dalam riwayat tertentu disamakan dengan pahala haji dan umroh, khususnya bagi mereka yang menjaganya secara istiqamah.

Salat Subuh Berjamaah Disertai Zikir sampai Terbit Matahari dan Salat Isyraq

Amalan yang satu ini secara jelas disebut dalam hadis sahih. Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu ia salat dua rakaat (salat Isyraq), maka baginya pahala seperti haji dan umroh yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Ini menunjukkan betapa besarnya pahala bagi orang yang mampu menjaga amalan ini. Tidak hanya sekadar setara haji dan umroh, tetapi disebutkan sebagai pahala haji dan umroh yang sempurna.

Berangkat Salat Jumat Lebih Awal

Salat Jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang baligh. Namun, datang lebih awal ke masjid untuk menunaikan salat Jumat memiliki keutamaan tersendiri.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang datang lebih awal untuk salat Jumat, seakan-akan ia berkurban seekor unta, sapi, kambing, bahkan hingga burung kecil sesuai waktunya. Keutamaan ini dalam beberapa riwayat disamakan dengan pahala haji, terutama bila dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Bersuci dari Rumah Sebelum Salat Wajib di Masjid

Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berwudhu dari rumahnya, kemudian berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat wajib berjamaah, maka setiap langkah kakinya akan dihapuskan dosa dan diangkat derajatnya.

Dalam riwayat lain, pahala orang yang berjalan ke masjid dengan niat ibadah ini disamakan dengan pahala orang yang berhaji. Bahkan, semakin jauh jaraknya, semakin besar pahala yang diraih.

Zikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir 33 Kali Setelah Salat Wajib

Amalan ringan namun penuh makna ini sering kita kenal dengan dzikir setelah salat. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam membaca:

  • Subhanallah 33 kali
  • Alhamdulillah 33 kali
  • Allahu Akbar 33 kali

Kemudian ditutup dengan Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Pahala dari dzikir ini dalam riwayat tertentu disebutkan setara dengan pahala orang yang menunaikan haji dan umroh, khususnya jika dilakukan secara istiqamah.

Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Sementara itu, puasa Tarwiyah juga dianjurkan karena mengikuti amalan para sahabat dan ulama terdahulu. Kedua puasa sunnah ini memiliki nilai pahala yang sangat agung, bahkan dalam beberapa riwayat disamakan dengan pahala haji.

Begitu banyak amalan yang Allah ﷻ sediakan agar umat Islam bisa meraih pahala besar, bahkan setara dengan haji dan umroh, meskipun belum mampu berangkat ke Tanah Suci. Dari membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga lisan, hingga amalan ibadah ringan seperti zikir setelah salat—semua bisa menjadi jalan menuju ridha Allah jika dilakukan dengan ikhlas.

Namun, tentu saja pahala amalan-amalan ini bukan berarti menggantikan kewajiban haji bagi yang mampu. Ibadah haji tetap merupakan rukun Islam yang kelima dan wajib dilaksanakan sekali seumur hidup. Amalan-amalan ini lebih kepada kesempatan untuk meraih pahala besar bagi mereka yang belum mampu menunaikan ibadah haji.

Bagi Anda yang memiliki keinginan kuat untuk berangkat haji atau umroh, jangan biarkan niat itu hanya tersimpan dalam hati. InsyaAllah, niat baik akan dimudahkan jalannya. Jika Anda sedang mencari paket umroh terpercaya dengan pelayanan nyaman dan sesuai syariat, Arrayyan siap mendampingi perjalanan spiritual Anda menuju Baitullah.

Yuk wujudkan impian umroh bersama Arrayyan. Hubungi kami sekarang dan pilih paket terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Bacaan Doa Cucu untuk Nenek yang Sudah Meninggal, Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa Cucu untuk Nenek yang Sudah Meninggal, Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Kehilangan nenek tercinta adalah salah satu momen paling berat dalam hidup seorang cucu. Sosok yang penuh kasih sayang, sering memberi nasihat, bahkan menjadi tempat bercerita, kini hanya bisa dikenang melalui doa. Meski beliau telah tiada, cucu masih bisa menunjukkan rasa cinta dan bakti dengan cara mendoakan.

Dalam ajaran Islam, doa yang dipanjatkan untuk orang yang sudah meninggal sangatlah berarti. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa amal manusia akan terputus ketika ia meninggal, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang selalu dipanjatkan untuknya. Doa cucu untuk nenek yang sudah meninggal termasuk dalam kategori doa anak keturunan yang pahalanya terus mengalir.

Artikel ini akan membahas kumpulan bacaan doa untuk nenek yang telah tiada, baik dalam tulisan Arab, latin, maupun artinya, serta keutamaan mendoakan orang yang sudah meninggal.

Kumpulan Kata-Kata Doa Cucu untuk Nenek yang Sudah Meninggal

Mendoakan nenek yang telah berpulang menjadi salah satu cara melepas rindu sekaligus bentuk bakti. Setiap doa yang dipanjatkan cucu bisa menjadi cahaya di alam kuburnya, serta kebaikan yang tidak terputus baginya.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan seorang cucu untuk neneknya yang sudah meninggal

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal 1

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Baqii Musnad Al-Anshar, nomor 25289:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfir lii wa lahu wa a’qibnii minhu ‘uqbaa hasanah.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku dan dia (nenek yang sudah meninggal), dan balaslah aku darinya balasan yang baik.”

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal 2

Doa ini ditujukan khusus untuk jenazah perempuan, sehingga sangat tepat dipanjatkan cucu untuk nenek tercinta:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا …

(Lafaz lengkap sesuai teks Anda)

Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha…

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, serta pasangan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari azab kubur dan siksa api neraka.”

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal 3

Doa ini mencakup permohonan ampunan untuk seluruh muslim, termasuk khususnya orang tua, kakek, dan nenek:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ …

Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat…

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup maupun yang telah wafat, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, guru-guru, serta orang-orang yang telah berbuat baik kepada kami.”

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal 4

Doa berikut memohon agar Allah melapangkan kubur orang yang sudah meninggal:

اللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ …

Allahumma innahu nazala bika wa anta khairu manzuulin bihi…

Artinya:

“Ya Allah, dia kembali kepada-Mu. Engkau sebaik-baik tempat kembali. Jika ia orang baik, tambahkanlah kebaikannya. Jika ia berbuat salah, ampunilah dosanya. Lapangkanlah kuburnya, jauhkanlah ia dari siksa kubur, dan bangkitkan ia dalam keadaan aman menuju surga-Mu.”

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal 5

Selain memohon ampunan, ada doa yang memohonkan ketentraman dan cahaya bagi orang yang wafat:

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ …

Allahumma anzil fii qabrihir rahmata wadh-dhiyaa-a wannuur…

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah di kuburnya rahmat, cahaya, kegembiraan, kebahagiaan, dan keharuman sejak hari ini hingga hari kebangkitan. Sungguh, Engkau Tuhan yang Maha Pengampun.”

Keutamaan Mendoakan Nenek yang Sudah Meninggal

Doa merupakan hadiah terbaik yang bisa diberikan cucu untuk neneknya. Setiap doa yang tulus akan menjadi penolong, penerang kubur, sekaligus bukti kasih sayang yang tak lekang oleh waktu.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah menegaskan bahwa ketika seseorang wafat, amalnya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Termasuk doa dari cucu yang saleh, yang terus mengalirkan pahala bagi nenek di alam kuburnya.

Rasulullah juga bersabda bahwa doa dari keluarga atau kerabat untuk orang yang sudah meninggal lebih berharga bagi mereka dibanding dunia dan seisinya. Doa itu ibarat setetes air yang menyelamatkan orang yang kehausan di tengah lautan penderitaan.

Ulama pun sepakat bahwa doa orang yang masih hidup bermanfaat bagi orang yang sudah wafat. Karenanya, memperbanyak doa untuk nenek yang sudah meninggal menjadi wujud nyata dari cinta, bakti, sekaligus amal ibadah cucu.

Sebagai cucu, doa adalah jalan terbaik untuk terus berbakti kepada nenek yang sudah tiada. Dengan doa, kita bisa menyalurkan rindu sekaligus memberi hadiah pahala yang tak putus untuknya. Setiap bacaan doa cucu untuk nenek yang sudah meninggal menjadi cahaya yang menerangi alam kuburnya.

Dan bagi Anda yang ingin semakin mendekatkan diri kepada Allah sambil mengenang doa-doa penuh makna, perjalanan umroh bisa menjadi pilihan. Bersama Arrayyan, Anda bisa menikmati paket umroh dengan pelayanan terbaik, bimbingan ibadah sesuai sunnah, serta fasilitas yang nyaman.

Mari wujudkan niat suci untuk beribadah di Tanah Suci bersama Arrayyan. Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai paket umroh yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Fiqih Umroh: Dalil, Syarat Wajib, dan Rukunnya!

Fiqih Umroh: Dalil, Syarat Wajib, dan Rukunnya!

Melaksanakan ibadah umroh adalah impian banyak muslim di seluruh dunia. Berbeda dengan haji yang hanya dapat dilakukan pada bulan tertentu, umroh bisa dikerjakan kapan saja sepanjang tahun. Namun, agar ibadah ini sah dan sempurna, setiap jamaah perlu memahami fiqih umroh secara benar, mulai dari pengertian, hukum, syarat wajib, rukun, hingga kewajiban-kewajibannya.

Mengetahui fiqih umroh bukan hanya sekadar pengetahuan, melainkan juga bentuk kesiapan diri untuk menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah. Dengan memahami dalil-dalilnya, jamaah dapat merasakan ketenangan hati sekaligus memperoleh pahala yang berlipat ganda. Artikel ini akan membahas secara lengkap panduan fiqih umroh agar perjalanan suci Anda semakin bermakna.

Fiqih Umroh

Fiqih umroh merupakan bagian dari kajian fiqih ibadah yang membahas secara rinci tentang tata cara, hukum, rukun, syarat, dan kewajiban dalam pelaksanaan ibadah umroh. Ibadah ini sering disebut sebagai haji kecil karena memiliki kemiripan dengan haji, namun tanpa wukuf di Arafah dan tidak terikat dengan waktu tertentu. Bagi seorang muslim, memahami fiqih umroh adalah hal yang sangat penting agar ibadah dapat terlaksana dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah .

Pengertian Umroh

Secara bahasa, kata umroh berasal dari akar kata “عَمَرَ – يَعْمُرُ” yang berarti “berkunjung” atau “berziarah”. Adapun secara istilah, umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan cara berziarah ke Baitullah (Ka’bah) di Masjidil Haram, Makkah, dengan niat khusus untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Pelaksanaannya dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak terikat dengan waktu tertentu seperti ibadah haji.

Dengan demikian, umroh dapat dipandang sebagai kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus sarana penyucian jiwa bagi seorang muslim. Banyak umat Islam menjadikan umroh sebagai persiapan mental dan spiritual sebelum berhaji, ataupun sebagai ibadah tambahan yang memperkuat rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Hukum Umroh

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum umroh. Sebagian mengatakan wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sebagaimana haji, sementara sebagian lainnya berpendapat sunnah muakkadah.

Pendapat yang paling banyak diikuti adalah bahwa umroh hukumnya sunnah muakkadah, yakni amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan sejumlah hadits Rasulullah, di antaranya:

العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا.

Artinya: “Umroh yang satu dengan umroh berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa umroh bukan hanya sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga sarana penghapusan dosa. Meskipun tidak diwajibkan seperti haji, keutamaannya sangat besar dan sudah sepatutnya seorang muslim yang mampu bersegera menunaikannya.

Syarat Wajib Umroh

Agar ibadah umroh sah dilakukan, seorang muslim harus memenuhi syarat-syarat wajib berikut:

  1. Beragama Islam – Umroh tidak sah dikerjakan oleh selain muslim.
  2. Mukallaf – Sudah baligh, berakal sehat, dan memiliki kemampuan melaksanakan syariat.
  3. Merdeka – Bukan dalam keadaan budak, karena budak memiliki keterikatan tertentu pada tuannya.
  4. Mampu – Memiliki kemampuan fisik, mental, dan finansial untuk menunaikan perjalanan.
  5. Aman dalam perjalanan – Tidak ada hambatan yang membahayakan keselamatan diri.

Apabila syarat-syarat ini terpenuhi, maka seseorang sudah dianggap layak untuk menunaikan ibadah umroh.

Rukun Umroh

Rukun adalah amalan pokok yang wajib dilakukan. Tanpa salah satunya, ibadah umroh dianggap tidak sah. Para ulama menyebutkan ada lima rukun umroh:

  1. Ihram – Memasuki keadaan ihram dengan niat umroh dari miqat yang ditentukan, disertai dengan memakai pakaian ihram.
  2. Tawaf – Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dengan menjadikan Ka’bah di sebelah kiri.
  3. Sa’i – Berjalan cepat atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
  4. Tahalul – Memotong rambut. Untuk laki-laki lebih utama menggundul (halq), sedangkan perempuan cukup memotong sedikit ujung rambut.
  5. Tertib – Semua rukun dikerjakan sesuai urutan sebagaimana tuntunan Rasulullah .

Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka ibadah umroh batal dan harus diulang dari awal.

Wajib Umroh

Selain rukun, ada pula amalan-amalan wajib umroh. Berbeda dengan rukun, meninggalkan wajib umroh tidak membatalkan ibadah, namun dikenakan dam (denda) berupa menyembelih seekor kambing di tanah haram. Dua kewajiban utama dalam umroh adalah:

  1. Ihram dari Miqat – Jemaah wajib berniat dan mengenakan ihram dari batas yang sudah ditentukan. Jika melewati miqat tanpa ihram, maka wajib membayar dam.
  2. Menjauhi larangan ihram – Selama dalam keadaan ihram, ada hal-hal yang dilarang, seperti:
    • Melakukan hubungan suami istri.
    • Memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki).
    • Memotong kuku atau rambut.
    • Menggunakan wewangian.
    • Membunuh atau berburu hewan.

Menjaga diri dari hal-hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kesucian ibadah umroh.

Hikmah dan Keutamaan Umroh

Selain melatih ketundukan kepada Allah, ibadah umroh memiliki berbagai keutamaan, di antaranya:

  • Penghapusan dosa sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.
  • Mendapat pahala besar, khususnya bagi yang melaksanakannya dengan ikhlas.
  • Menguatkan ikatan spiritual dengan Baitullah, Ka’bah, yang menjadi pusat kiblat umat Islam.
  • Menjadi sarana syukur atas nikmat harta dan kesehatan.

Tidak sedikit pula orang yang merasakan ketenangan batin luar biasa setelah kembali dari umroh, seakan seluruh beban hidupnya terangkat. Hal ini menunjukkan bahwa umroh bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju Allah.

Memahami fiqih umroh sangatlah penting agar setiap muslim dapat melaksanakan ibadah dengan benar, sesuai tuntunan Rasulullah . Mulai dari pengertian, hukum, syarat wajib, rukun, hingga kewajiban, semuanya memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan persiapan yang baik, insya Allah umroh menjadi sarana pembersihan diri, penghapus dosa, dan peningkat keimanan.

Ingin segera merasakan indahnya beribadah di Tanah Suci? Jangan tunda lagi! Wujudkan niat suci Anda bersama keluarga dengan memilih layanan terpercaya. Daftarkan diri Anda sekarang juga dan beli paket umroh hanya di Arrayyan Travel!

Fiqih Haji: Hukum, Syarat Wajib, dan Rukunnya!

Fiqih Haji: Hukum, Syarat Wajib, dan Rukunnya!

Haji adalah salah satu ibadah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Ia bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan tertinggi seorang muslim kepada Allah Swt. Bersama dengan syahadat, salat, zakat, dan puasa Ramadan, haji menjadi salah satu dari lima rukun Islam yang menjadi pondasi keimanan seorang muslim.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Bagi mereka yang berkesempatan melaksanakannya, haji adalah momen sakral yang tidak hanya mempererat hubungan dengan Allah, tetapi juga menyatukan umat Islam dalam satu ikatan ukhuwah yang luar biasa.

Fiqih Haji

Agar pelaksanaan ibadah ini sesuai dengan tuntunan syariat, maka penting bagi setiap muslim memahami fiqih haji, mulai dari pengertian, hukum, syarat wajib, rukun, hingga kewajiban-kewajibannya.

Pengertian Haji

Secara bahasa, kata “haji” berasal dari bahasa Arab الحج yang berarti “menyengaja” atau “bermaksud menuju”. Dalam konteks syariat, haji bermakna menyengaja pergi ke Baitullah di Makkah untuk melaksanakan amalan-amalan tertentu pada waktu yang sudah ditentukan.

Haji tidak dapat dilakukan sembarangan waktu. Pelaksanaannya hanya sah pada bulan-bulan haji, yakni Syawal, Zulqa’dah, dan Zulhijjah. Dengan demikian, haji memiliki perbedaan mendasar dengan umrah yang bisa dilakukan sepanjang tahun.

Pelaksanaan haji adalah manifestasi dari kepatuhan seorang hamba kepada Allah Swt., sekaligus perjalanan spiritual untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hukum Haji

Hukum haji adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Kewajiban ini ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Selain itu, Rasulullah saw. juga menegaskan dalam hadisnya:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ إِيمَانٍ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالصَّلَاةِ الْخَمْسِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَأَدَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa haji bukanlah ibadah sunnah atau pilihan, melainkan kewajiban yang menjadi pilar keislaman.

Syarat Wajib Haji

Tidak semua muslim wajib melaksanakan haji. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kewajiban ini berlaku:

  1. Islam – Haji hanya sah dan wajib bagi seorang muslim.
  2. Balig – Anak-anak yang belum balig tidak terkena kewajiban haji. Jika melaksanakan, hanya dihitung sebagai sunnah.
  3. Berakal – Orang dengan gangguan jiwa tidak diwajibkan haji.
  4. Merdeka – Pada masa lalu, syarat ini menegaskan bahwa haji hanya wajib bagi yang tidak dalam perbudakan.
  5. Mampu (istitha’ah) – Kemampuan ini mencakup fisik, finansial, keamanan perjalanan, serta kesempatan waktu.

Seseorang yang belum memenuhi syarat-syarat ini tidak dibebani kewajiban haji. Namun jika syarat sudah terpenuhi, menunda-nunda haji tanpa alasan yang sah termasuk kelalaian dalam agama.

Rukun Haji

Rukun haji adalah amalan yang wajib dilakukan dan tidak bisa digantikan dengan dam (denda). Jika salah satunya ditinggalkan, maka hajinya tidak sah. Rukun haji terdiri dari:

  1. Ihram – Berniat masuk ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram.
  2. Wukuf di Arafah – Puncak haji yang dilakukan pada 9 Zulhijjah, sejak tergelincir matahari hingga terbenam.
  3. Tawaf Ifadhah – Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali setelah wukuf.
  4. Sai – Berjalan tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah.
  5. Tahallul – Mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram.
  6. Tertib – Melaksanakan rukun-rukun haji sesuai urutannya.

Tanpa rukun ini, ibadah haji tidak akan sah. Karena itu, setiap jemaah harus benar-benar memahami dan mempersiapkan diri untuk melaksanakannya dengan sempurna.

Wajib Haji

Selain rukun, ada pula wajib haji yang jika ditinggalkan tidak membatalkan haji, tetapi mengharuskan membayar dam (denda). Beberapa di antaranya:

  1. Berniat ihram dari miqat yang ditentukan.
  2. Bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
  3. Bermalam di Mina pada hari-hari tasyrik.
  4. Melontar jumrah di Mina pada hari Iduladha dan hari tasyrik.
  5. Mencukur atau memendekkan rambut.
  6. Melaksanakan tawaf wada sebelum meninggalkan Makkah.
  7. Menyembelih hadyu bagi yang melaksanakan haji tamattu’ atau qiran.

Meskipun tidak termasuk rukun, pelaksanaan wajib haji sangat dianjurkan karena bagian dari kesempurnaan ibadah.

Haji adalah ibadah yang agung dan penuh makna. Ia mengajarkan kesabaran, pengorbanan, kesederhanaan, serta kepasrahan total kepada Allah Swt. Dengan memahami fiqih haji, mulai dari pengertian, hukum, syarat wajib, rukun, hingga kewajibannya, kita bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang, baik secara spiritual maupun teknis.

Bagi Anda yang sudah memiliki kemampuan, jangan tunda lagi untuk memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah. Segeralah niatkan hati, siapkan diri, dan pilihlah layanan perjalanan haji yang amanah dan terpercaya.

Wujudkan perjalanan haji mabrur Anda bersama Arrayyan Travel. Dapatkan paket haji terbaik, bimbingan ibadah sesuai sunnah, dan kenyamanan selama perjalanan hanya di Arrayyan Travel.

Kampung Haji Indonesia Adalah Apa? Ini Penjelasannya!

Kampung Haji Indonesia Adalah Apa? Ini Penjelasannya!

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahunnya, jutaan orang dari berbagai negara berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menunaikan kewajiban suci ini. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar, tentu menghadapi tantangan besar dalam hal akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan kesehatan. Dari kebutuhan inilah lahir sebuah gagasan besar bernama Kampung Haji Indonesia — sebuah kawasan terpadu yang dirancang khusus untuk memfasilitasi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Konsep ini bukan hanya soal penyediaan fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien. Dengan adanya Kampung Haji, diharapkan pengalaman ibadah masyarakat Indonesia akan semakin khusyuk, sekaligus mengurangi berbagai kendala yang selama ini sering dihadapi.

Apa Itu Kampung Haji Indonesia?

Kampung Haji Indonesia adalah sebuah konsep kawasan terpadu yang akan dibangun di Makkah, Arab Saudi, khusus untuk jemaah asal Indonesia. Kawasan ini akan menjadi pusat layanan satu pintu (one stop service), mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas kesehatan.

Proyek ini digagas langsung oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, dengan dukungan penuh dari pemerintah Arab Saudi. Bahkan, proyek ini telah mendapat restu dari Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman. Bila terealisasi sesuai target, Kampung Haji Indonesia akan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.

Keistimewaan dari proyek ini adalah Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki hak kepemilikan penuh atas asetnya di Makkah. Hal ini sangat signifikan, karena biasanya negara-negara lain hanya bisa menyewa atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

Konsep dan Tujuan

Pembangunan Kampung Haji Indonesia tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal semata, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas penting yang menyentuh semua aspek kebutuhan jemaah. Beberapa konsep dan tujuan utamanya antara lain:

  1. Layanan Terpadu (One Stop Service): Kampung Haji akan mengintegrasikan semua kebutuhan jemaah dalam satu kawasan. Mulai dari hotel tempat menginap, restoran untuk konsumsi, transportasi menuju lokasi ibadah, hingga rumah sakit atau klinik kesehatan. Dengan adanya layanan ini, jemaah tidak perlu berpindah-pindah tempat atau khawatir mencari layanan tambahan di luar kawasan.
  2. Peningkatan Kenyamanan dan Keamanan: Data menunjukkan bahwa banyak jemaah meninggal dunia saat pelaksanaan haji, terutama karena faktor kesehatan. Kampung Haji hadir dengan fokus utama pada layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga risiko tersebut dapat diminimalisir.
  3. Efisiensi dan Penurunan Biaya: Dengan mengonsolidasikan berbagai layanan ke dalam satu kawasan, biaya operasional haji diharapkan bisa ditekan. Hal ini dapat berdampak langsung pada pengurangan biaya haji yang ditanggung jemaah.
  4. Aset Milik Indonesia: Tujuan strategis lain adalah menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki aset resmi di Makkah. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pihak luar untuk akomodasi maupun layanan haji.

Lokasi

Lokasi Kampung Haji Indonesia direncanakan sangat strategis, hanya sekitar 400 meter dari Ka’bah. Kedekatan ini memberikan keuntungan besar bagi jemaah, karena perjalanan menuju Masjidil Haram dapat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu singkat.

Selain itu, lokasi ini dipilih agar mobilitas jemaah lebih mudah, khususnya bagi lansia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Hal ini juga dapat mengurangi kelelahan, yang sering menjadi salah satu penyebab menurunnya kesehatan jemaah selama ibadah.

Persetujuan dan Progres

Proyek Kampung Haji Indonesia telah mendapat persetujuan resmi dari pemerintah Arab Saudi. Putra Mahkota Mohammed bin Salman secara langsung mendukung ide besar ini, menandakan hubungan erat antara Indonesia dan Arab Saudi.

Progres awal meliputi pembahasan teknis pembangunan, perizinan lokasi, hingga perencanaan manajemen operasional. Pemerintah menargetkan seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana agar Kampung Haji siap beroperasi pada tahun 2028.

Untuk merealisasikan proyek ini, diperlukan kerja sama lintas sektor. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga swasta, BUMN, hingga UMKM Indonesia akan dilibatkan. Misalnya, UMKM bisa berperan dalam penyediaan makanan khas Nusantara, obat-obatan, serta produk kebutuhan sehari-hari bagi jemaah. Dengan demikian, manfaat pembangunan Kampung Haji tidak hanya dirasakan di Makkah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Manfaat bagi Jemaah dan Bangsa

Kehadiran Kampung Haji Indonesia akan membawa berbagai manfaat signifikan, baik bagi jemaah maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

  1. Pengalaman Ibadah yang Lebih Baik: Dengan semua kebutuhan terintegrasi dalam satu kawasan, jemaah dapat fokus beribadah tanpa banyak terganggu oleh urusan teknis. Hal ini akan membuat ibadah lebih khusyuk dan nyaman.
  2. Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan: Fasilitas kesehatan yang memadai akan membantu mengantisipasi risiko kesehatan jemaah, terutama bagi mereka yang berusia lanjut. Layanan medis yang siap siaga akan memberikan rasa aman selama beribadah.
  3. Efisiensi Biaya: Konsolidasi layanan akan menekan biaya secara signifikan, yang pada akhirnya dapat membuat biaya haji lebih terjangkau.
  4. Kebanggaan Nasional: Memiliki aset resmi di Makkah adalah sebuah kehormatan besar bagi Indonesia. Hal ini menjadi simbol persahabatan erat antara dua negara sekaligus meningkatkan wibawa Indonesia di mata dunia Islam.
  5. Peluang Ekonomi: Dengan melibatkan UMKM dan sektor swasta, pembangunan Kampung Haji juga membuka peluang ekonomi baru. Produk-produk dalam negeri bisa diekspor dan digunakan langsung oleh jemaah di Tanah Suci.

Kampung Haji Indonesia adalah sebuah terobosan besar yang akan mengubah wajah pelayanan haji di masa depan. Dengan konsep layanan terpadu, kedekatan lokasi, serta kepemilikan penuh aset di Makkah, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memberikan pengalaman ibadah terbaik bagi umat Muslim. Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol kehormatan, persaudaraan, dan kemandirian bangsa.

Bagi Anda yang sudah merencanakan perjalanan haji, penting untuk memilih agen travel yang amanah, terpercaya, dan berpengalaman. Jangan ragu untuk mempersiapkan ibadah suci Anda bersama mitra terbaik.

Daftarkan diri Anda sekarang juga dan wujudkan niat berhaji dengan tenang bersama Arrayyan Travel – solusi perjalanan haji yang nyaman, aman, dan terpercaya. Beli paket haji hanya di Arrayyan Travel!

Bacaan Doa Berangkat Umroh Lengkap dengan Artinya, Teks Arab dan Latin

Bacaan Doa Berangkat Umroh Lengkap dengan Artinya, Teks Arab dan Latin

Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat istimewa dalam Islam. Perjalanan ini bukan hanya sekadar bepergian, melainkan sebuah kesempatan untuk menyucikan hati, mempertebal iman, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak umat Muslim yang menantikan momen istimewa ini, karena berada di Tanah Suci memberikan pengalaman spiritual yang tidak terlupakan.

Namun, sebelum melangkah menuju Baitullah, persiapan diri tidak hanya sebatas pada fisik dan materi. Kesiapan mental dan spiritual juga sangat diperlukan. Salah satu bentuk persiapan spiritual adalah dengan membaca doa sebelum berangkat umroh. Doa bukan sekadar bacaan, melainkan sebuah ikatan batin antara hamba dengan Tuhannya, permohonan tulus agar perjalanan diberkahi, dilindungi, dan dimudahkan.

Berikut adalah kumpulan doa pelepasan umroh yang bisa diamalkan sebelum meninggalkan tanah air.

1. Doa dari Rasulullah SAW

Doa ini merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Pesannya sangat dalam: takwa adalah bekal utama dalam setiap langkah, ampunan Allah adalah tujuan yang didambakan, dan kemudahan dalam kebaikan adalah harapan terbesar. Membaca doa ini membantu meneguhkan niat bahwa perjalanan umroh bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju ridha Allah.

Teks Arab:


زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin:

Zawwadakallahu taqwa waghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta

Artinya:

“Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

2. Doa Keselamatan

Perjalanan jauh selalu membawa risiko. Dengan doa keselamatan, kita memohon perlindungan penuh dari Allah, baik dalam perjalanan maupun saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Rasa aman lahir dari keyakinan bahwa Allah selalu menjaga hamba-Nya yang bertawakal.

Teks Arab:


فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْت

Latin:

Fi hifdzillahi wa kanafihi wa zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi ainama kunta

Artinya:

“Semoga engkau selalu dalam penjagaan Allah dan perlindungannya, semoga Allah memberikan bekal ketakwaan kepadamu dan mengampuni dosamu, serta mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun kamu berada.”

3. Doa untuk Dilindungi dari Bahaya

Doa ini mengajarkan sikap tawakal. Sebelum meninggalkan rumah dan keluarga, seorang Muslim menitipkan semuanya kepada Allah. Hanya Allah-lah tempat terbaik untuk menitipkan segala sesuatu, karena Dia Maha Menjaga dan Maha Melindungi.

Teks Arab:


اللهم اني استخفظك و استودعك نفسي وديني واهلي واقاربي وكل ما انعمت به علي وعليهم من اخيرة ودنيا فاخفظنا اجمعين من كل سوء ي كريم

Latin:

Allahumma astahfizduka wa astaudi’uka nafsi wa dini wa ahli wa aqoribi wa kulla ma an’amta bihi alayya wa alaihim min akhiratin wa dunya, fahfazdna ajmain min kulli suuin ya kariim

Artinya:

“Ya Allah, aku menitipkan diriku, agamaku, keluargaku, sanak saudaraku, serta segala nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Maka lindungilah kami semua dari segala keburukan, wahai Yang Maha Pemurah.”

4. Doa untuk Dimudahkan Segala Urusan

Doa ini membantu meredakan rasa cemas yang mungkin timbul menjelang keberangkatan. Setiap perjalanan memiliki tantangan, namun dengan doa, hati menjadi lebih tenang dan yakin bahwa Allah akan memudahkan segalanya.

Teks Arab:


اللهم بك استعين وعليك اتوكل اللهم ذلل لي صعوبة امري وسهل علي مشقة سفري وارزقني من الخير اكثر ما اطلب واصرف عني كل 

 رب اشرح لي صدري ونور قلبي ويسر لي كل امري

Latin:

Allahumma bika asta’inu wa alaika atawakkalu, Allahumma zdallil li su’ubata amri wa sahhil alayya masyaqqata safari, warzuqni minal khairi aktsara ma athlubu, washrif anni kulla syarrin, Rabbisyrah li shadri, wa nawwir qalbi wa yassir li kulla amri

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon pertolongan kepada-Mu dan kepada-Mu aku bertawakal. Mudahkanlah segala urusanku, ringankanlah perjalananku, anugerahkan kepadaku kebaikan lebih dari yang aku pinta, serta jauhkan aku dari segala keburukan. Ya Rabb, lapangkan dadaku, terangilah hatiku, dan permudahlah semua urusanku.”

5. Doa Meneguhkan Niat

Doa ini meneguhkan niat dan menanamkan keteguhan hati. Dengan membacanya, seorang Muslim memperbarui niat tulus bahwa ibadah umroh dilakukan hanya untuk mencari ridha Allah semata.

Teks Arab:

اللهم اليك توجهت وبك اعتصمت اللهم بك انتشرت انت ثقتي ورجاءي اللهم اكفني ما اهمني وما لم اهتم به وما انت اعلم به مني اللهم زودني التقوى واغفر لي ذنبي ووجهني الى الخير حيثما توجهت

Latin:

Allahumma ilaika tawajjahtu wa bika i’tashamtu, Allahumma bika intasyartu, Anta tsiqqati wa raja’i, Allahumma akfini ma ahammani wa ma la ahtammu bihi wa ma anta a’lamu bihi minni, Allahumma zawwidni at-taqwa waghfirli dzunubi, wa wajjihni ilal khairi haitsuma tawajjahtu

Artinya:

 “Ya Allah, kepada-Mu aku berpaling dan kepada-Mu aku berpegang teguh. Engkaulah sandaran dan harapanku. Lindungilah aku dari segala hal yang menggangguku, baik yang aku ketahui maupun tidak. Anugerahkan kepadaku ketakwaan, ampunilah dosaku, dan arahkan aku kepada kebaikan ke mana pun aku berpaling.”

Pentingnya Membaca Doa Pelepasan Umroh

Mengapa doa-doa ini begitu penting? Karena doa adalah senjata mukmin, penguat hati, dan sumber ketenangan. Saat berangkat umroh, doa menjadi pengingat bahwa kita hanyalah hamba yang bergantung sepenuhnya pada Allah.

Selain itu, doa pelepasan umroh memberikan rasa aman dan menumbuhkan tawakal. Dengan berdoa, hati terasa lebih ringan, langkah menjadi lebih mantap, dan pikiran lebih fokus pada tujuan utama: beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci.

Membaca doa juga menanamkan kesadaran bahwa perjalanan ini bukan sekadar ritual, melainkan kesempatan untuk menyucikan diri dan memperbarui hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Membaca doa sebelum berangkat umroh adalah salah satu cara terbaik untuk memulai perjalanan suci dengan penuh keberkahan. Setiap doa yang dipanjatkan merupakan bentuk ketundukan, rasa syukur, serta permohonan perlindungan kepada Allah. Dengan doa, perjalanan menuju Tanah Suci tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam.

Jika Anda berencana melaksanakan ibadah umroh, pastikan persiapan Anda matang. Selain bekal fisik dan materi, jangan lupakan bekal spiritual berupa doa.

Ingin berangkat umroh dengan layanan terbaik, bimbingan terpercaya, dan fasilitas nyaman? Pilih Arrayyan Travel! Segera hubungi Arrayyan Travel untuk mendapatkan promo paket umroh terbaik dan jadwal keberangkatan terbaru. Jangan tunda niat suci Anda, karena setiap langkah menuju Baitullah adalah kesempatan emas yang tak ternilai.

Cara Kirim Doa untuk Anak Laki-laki yang Meninggal, Beserta Bacaan

Cara Kirim Doa untuk Anak Laki-laki yang Meninggal, Beserta Bacaan

Kehilangan seorang anak laki-laki adalah ujian berat bagi orang tua. Rasa sedih, kehilangan, dan kerinduan sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata. Dalam Islam, doa menjadi cara terbaik untuk mengiringi kepergian seorang anak. Doa adalah hadiah yang tidak terputus, sekaligus wujud kasih sayang yang abadi dari orang tua kepada anaknya.

Melalui doa, orang tua berharap agar anak laki-laki yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta menjadi syafaat bagi orang tuanya di akhirat kelak. Artikel ini membahas bagaimana cara mengirim doa untuk anak laki-laki yang meninggal, beserta kumpulan bacaan yang bisa diamalkan.

Cara Kirim Doa untuk Anak Laki-laki yang Meninggal

Doa untuk anak laki-laki yang telah meninggal bisa dikirim kapan saja, baik di rumah, masjid, maupun di kuburan. Namun, ada waktu-waktu mustajab, seperti:

  • Setelah shalat wajib
  • Sepertiga malam terakhir
  • Hari Jumat
  • Saat berada di Tanah Suci

Cara mengirim doa ini cukup sederhana, yaitu dengan hati yang ikhlas, penuh harap, dan yakin bahwa Allah SWT mendengar doa hamba-Nya. Langkah-langkahnya:

  1. Memulai doa dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad ﷺ.
  2. Menyebut nama anak laki-laki agar doa lebih khusus ditujukan kepadanya.
  3. Memohon ampunan dan rahmat Allah untuk anak, agar kuburnya dilapangkan dan ditempatkan di surga.
  4. Mendoakan keluarga yang ditinggalkan supaya diberi kesabaran, kekuatan, dan ketabahan.

Kumpulan Doa untuk Anak Laki-laki yang Meninggal

Berikut ini adalah kumpulan doa untuk anak laki-laki yang sudah meninggal:

Bacaan Doa untuk Anak Laki-laki yang Meninggal (Versi Umum)

Doa ini sering dibacakan untuk setiap muslim yang meninggal, termasuk anak laki-laki:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahummaghfirlahu warhamhu, wa ‘afihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu, waghsilhu bil maa’i wats-tsalji wal-barad.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah anakku, rahmatilah ia, sejahterakanlah ia, maafkanlah kesalahannya. Muliakanlah tempat kembalinya, luaskan kuburnya, dan sucikan ia dengan air, salju, serta embun.”

Doa Khusus untuk Anak Laki-laki yang Meninggal

Selain doa umum, orang tua bisa menambahkan doa khususon untuk anaknya. Misalnya:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ وَلَدِي (سَمِّ اسْمَهُ) فِي جَنَّاتِ النَّعِيم، وَاجْعَلْهُ شَفِيعًا لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَة، وَارْزُقْنَا الصَّبْرَ وَالثَّوَابَ عَلَى مُصِيبَتِنَا

Allahumma aj‘al waladi (sebut namanya) fī jannātin-na‘īm, waj‘alhu syafī‘an lanā yaumal-qiyāmah, warzuqnāṣ-ṣabra wats-tsawāba ‘alā muṣībatinā.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anakku (sebutkan namanya) berada di surga penuh kenikmatan. Jadikan ia sebagai pemberi syafaat bagi kami pada hari kiamat, serta anugerahkanlah kepada kami kesabaran dan pahala atas musibah ini.”

Doa lain yang sederhana namun penuh makna:

رَبِّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَلَدِي إِلَيْكَ، فَاحْفَظْهُ فِي رَحْمَتِكَ، وَاجْعَلْهُ نُورًا لِأَهْلِهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Rabbi innī aslamtu waladī ilaika, faḥfaẓhu fī raḥmatika, waj‘alhu nūran li ahlihi fīd-dunyā wal-ākhirah.

Artinya: “Ya Rabb, aku titipkan anakku kepada-Mu. Jagalah ia dalam rahmat-Mu, dan jadikan ia cahaya bagi keluarganya di dunia dan di akhirat.”

Kehilangan anak memang bukan hal mudah. Namun, Islam mengajarkan bahwa anak kecil yang wafat akan menjadi penolong bagi orang tuanya di akhirat. Oleh karena itu, jangan pernah lelah mengirim doa untuk anak laki-laki tercinta, menyedekahkan amal jariyah atas namanya, dan menjadikan kerinduan ini sebagai jalan mendekat kepada Allah SWT.

Jika Anda ingin mempersembahkan doa terbaik secara langsung di Tanah Suci, menunaikan ibadah umroh bisa menjadi pilihan. Selain menambah pahala, doa di Tanah Haram adalah doa yang mustajab.

Bersama Arrayyan Travel Umroh, Anda bisa menjalani perjalanan spiritual dengan bimbingan ustadz berpengalaman, fasilitas yang nyaman, dan paket umroh terpercaya. Mari niatkan ibadah ini sebagai amal kebaikan, sekaligus mempersembahkan doa terbaik untuk anak laki-laki tercinta yang telah mendahului kita.

Apa Itu Tahallul Haji? Makna, Jenis, dan Tata Caranya

Apa Itu Tahallul Haji? Makna, Jenis, dan Tata Caranya

Haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial, setidaknya satu kali seumur hidup. Dalam pelaksanaannya, ibadah haji memiliki serangkaian rukun yang harus dipenuhi agar ibadahnya sah di hadapan Allah SWT. 

Salah satu rukun tersebut adalah tahalul. Meskipun tahalul sering kali dianggap sebagai proses akhir dari ibadah haji, sebenarnya tahalul memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi tanda bahwa jamaah haji telah keluar dari keadaan ihram dan kembali ke keadaan halal. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh mengenai pengertian tahalul, jenis-jenisnya, ketentuan hukumnya, tata cara pelaksanaannya, hingga doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca dalam proses ini.

Apa Itu Tahalul dalam Haji?

Tahalul secara bahasa berarti “menjadi halal” atau “kembali ke keadaan yang diperbolehkan.” Dalam konteks ibadah haji, tahalul adalah proses pengakhiran masa ihram yang dilakukan oleh jamaah haji dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala. 

Saat dalam keadaan ihram, jamaah haji diharuskan menjauhi berbagai larangan seperti memotong rambut dan kuku, menggunakan wangi-wangian, berhubungan suami istri, berburu, hingga bertengkar. 

Larangan-larangan ini menjadi tanda kesucian dan pengorbanan selama pelaksanaan manasik haji. Dengan melakukan tahalul, semua larangan ihram menjadi tidak berlaku lagi, dan jamaah kembali pada keadaan halal.

Secara umum, tahalul menjadi syarat sahnya haji. Apabila seorang jamaah tidak melakukan tahalul, maka hajinya dianggap belum sempurna. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai tahalul sangat penting agar ibadah haji yang dilaksanakan dapat diterima di sisi Allah SWT.

Jenis-Jenis Tahalul dalam Haji

Tahalul dalam ibadah haji terdiri atas dua jenis utama, yaitu Tahalul Awal dan Tahalul Tsani. Masing-masing memiliki tahapan serta konsekuensi yang berbeda dalam mengakhiri larangan ihram.

1. Tahalul Awal

Tahalul Awal dilakukan setelah jamaah haji melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijah dan mencukur atau memotong rambut. Setelah melakukan Tahalul Awal, jamaah diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama dalam keadaan ihram, kecuali berhubungan suami istri. Tahalul Awal ini menjadi titik penting karena mulai saat itu, sebagian besar larangan ihram sudah tidak berlaku lagi.

2. Tahalul Tsani

Tahalul Tsani dilakukan setelah jamaah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, yaitu setelah melaksanakan tawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta kembali mencukur atau memotong rambut. Setelah Tahalul Tsani, seluruh larangan ihram termasuk hubungan suami istri telah diangkat, dan jamaah kembali sepenuhnya ke kondisi normal.

Ketentuan dan Hukum Tahalul Haji

Dalam hukum Islam, tahalul memiliki posisi yang sangat penting karena termasuk dalam rukun haji. Tanpa tahalul, ibadah haji dianggap tidak sah. Seperti yang disampaikan oleh ulama besar, Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitab Asna al-Mathalib:

وَلَا تَحَلُّلَ مِنْ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ دُونَهُ كَسَائِرِ أَرْكَانِهِمَا

Artinya: “Tidak ada tahalul dari haji dan umrah tanpa menghilangkan rambut kepala sebagaimana rukun-rukun yang lain.” (Asna al-Mathalib, Juz 1, Hal. 490)

Dalam Al-Qur’an pun dijelaskan mengenai pentingnya mencukur atau memotong rambut sebagai bagian dari tahalul:

مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ
(QS. Al-Fath: 27)

Artinya: “Dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut.”

Ketentuan ini mengharuskan jamaah untuk melaksanakan tahalul pada waktunya dengan cara yang benar. Bagi laki-laki, disunnahkan untuk mencukur habis rambut kepala (tahalluq), sedangkan bagi perempuan cukup memotong sebagian kecil ujung rambut sekitar satu ruas jari.

Tata Cara Tahalul Haji

Berikut adalah tata cara pelaksanaan tahalul yang sesuai dengan syariat Islam:

  1. Niat Tahalul: Proses tahalul diawali dengan niat dalam hati. Niat ini bertujuan untuk mengakhiri status ihram dan kembali ke keadaan halal sesuai perintah Allah SWT.
  2. Mencukur atau Memotong Rambut: Setelah niat, jamaah haji mencukur habis rambut (bagi laki-laki) atau memotong sebagian kecil rambut (bagi perempuan). Dianjurkan menggunakan tangan kanan dan dimulai dari sisi kanan kepala terlebih dahulu.
  3. Membaca Doa Tahalul: Setelah mencukur atau memotong rambut, jamaah dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Doa Tahalul Saat Mencukur Rambut dan Setelahnya

Berikut adalah doa yang dianjurkan dibaca saat mencukur atau memotong rambut:

اَللهُ اَكْبَرْ…
(Doa lengkap seperti yang tertera di atas)

Artinya:

“Allah Maha Besar… Ya Allah ini ubun-ubunku, maka terimalah dariku dan ampunilah dosa-dosaku…”

Setelah selesai mencukur rambut, berikut doa lanjutan:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا…

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami…”

Membaca doa ini tidak hanya memperkaya ruhani jamaah, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Hal ini juga membantu memperkuat niat dan kesadaran dalam menjalani semua prosesi haji dengan penuh keikhlasan.

Tahalul bukan sekadar mencukur rambut, tetapi merupakan simbol spiritual yang menandai penyelesaian dan transformasi diri seorang Muslim setelah menjalani ibadah haji. Dengan melakukan tahalul, jamaah haji secara simbolik melepaskan segala kesombongan dan keduniawian, serta menunjukkan ketaatan total kepada perintah Allah SWT. Oleh karena itu, memahami makna, jenis, dan tata cara tahalul sangat penting agar ibadah haji tidak hanya sah secara syar’i, tetapi juga memberikan dampak batin yang mendalam.

Menjalani ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai tuntunan, penting untuk mempersiapkan diri dengan ilmu dan bimbingan yang tepat, termasuk memahami setiap rukun dan wajib haji seperti tahalul. Salah satu cara terbaik untuk memastikan semua manasik dijalankan secara sah dan nyaman adalah dengan memilih paket haji dari penyelenggara haji yang berpengalaman dan terpercaya. 

Arrayyan Travel, sebagai travel umroh dan haji terbaik, siap mendampingi Anda dalam setiap langkah ibadah, dengan bimbingan intensif dari pembimbing bersertifikat, fasilitas eksklusif, dan manajemen profesional yang telah berpengalaman memberangkatkan ribuan jamaah. Segera hubungi tim Arrayyan dan wujudkan perjalanan haji Anda dengan penuh keberkahan dan ketenangan hati.

Bacaan Doa Bulan Safar, Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa Bulan Safar, Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Dalam sejarah dan budaya masyarakat Islam, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa serta keyakinan tertentu, seperti anggapan bahwa bulan Safar membawa banyak musibah. Meskipun Islam tidak mengajarkan takhayul, sebagian umat tetap memanfaatkan momentum bulan ini untuk memperbanyak doa sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Berikut ini kami sajikan berbagai bacaan doa yang dapat diamalkan selama bulan Safar, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Keutamaan Doa Bulan Safar dalam Islam

Islam menekankan pentingnya berdoa di setiap waktu dan kesempatan. Tidak ada bulan yang dianggap membawa kesialan atau keberuntungan secara khusus, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Namun, doa tetap menjadi sarana penting bagi seorang Muslim untuk memohon perlindungan dan kebaikan, termasuk di bulan Safar.

Keutamaan doa di bulan Safar terletak pada nilai spiritual dan psikologisnya. Bagi sebagian orang yang merasa khawatir dengan mitos-mitos tentang bulan ini, doa menjadi penguat iman dan bentuk ikhtiar agar terhindar dari rasa takut yang tidak berdasar. Di sisi lain, memperbanyak doa dan zikir selama bulan Safar dapat meningkatkan keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, serta mempertebal rasa tawakal.

Doa-Doa yang Dianjurkan di Bulan Safar

Berikut adalah beberapa doa yang dianjurkan untuk diamalkan selama bulan Safar:

Doa Memohon Perlindungan dari Segala Keburukan

Arab: اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal-hammi wal-hazani, wa a’udzu bika minal-‘ajzi wal-kasali, wa a’udzu bika minal-jubni wal-bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijal.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat

Arab:  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa ini sangat populer dan mencakup permohonan keselamatan serta kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sangat dianjurkan untuk sering dibaca di bulan Safar.

Doa Agar Dijauhkan dari Musibah

Arab:  اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Latin: Allahumma ihfazni min bayni yadayya, wa min khalfi, wa ‘an yamini, wa ‘an syimali, wa min fawqi, wa a’udzu bi ‘azhamatika an ughtala min tahti.

Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Dan aku berlindung kepada keagungan-Mu dari kejahatan yang datang dari bawahku.”

Doa ini menunjukkan bentuk perlindungan menyeluruh kepada Allah dari segala arah, termasuk dari musibah yang tak terlihat.

Doa Pagi dan Petang

Amalan doa pagi dan petang juga sangat dianjurkan untuk memperkuat iman dan perlindungan harian selama bulan Safar.

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil-ardhi wa la fissama’i wa Huwas-Sami’ul-‘Alim.

Artinya: “Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi maupun di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dianjurkan untuk membaca doa ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari untuk perlindungan sepanjang hari.

Doa Memohon Keberkahan Hidup

Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي عُمْرِي وَصِحَّتِي وَرِزْقِي وَأَهْلِي

Latin: Allahumma barik li fi ‘umri wa shihhati wa rizqi wa ahli.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah umurku, kesehatanku, rezekiku, dan keluargaku.”

Doa ini merupakan bentuk permohonan agar hidup penuh berkah dan dijauhkan dari kesulitan, termasuk di bulan Safar.

Pandangan Islam Terkait Doa di Bulan Safar

Dalam Islam, tidak ada hari atau bulan yang dianggap membawa sial secara syar’i. Nabi Muhammad SAW sendiri membantah adanya kesialan dalam bulan Safar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

“Tidak ada wabah yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan, tidak ada burung hantu, dan tidak ada (kesialan) pada bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, bukan karena mitos atau takhayul. Karenanya, daripada mempercayai keyakinan keliru tentang bulan Safar, umat Islam justru dianjurkan memperkuat iman, memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan amal saleh.

Doa-doa yang diajarkan di atas tidak spesifik hanya untuk bulan Safar saja, tetapi sangat tepat dibaca sebagai bentuk penguatan diri dan penyerahan penuh kepada Allah, terutama saat menghadapi kekhawatiran dan keresahan.

Sebagai umat Islam yang ingin selalu berada dalam lindungan dan ridha Allah SWT, memperbanyak doa di bulan Safar adalah bagian dari keimanan dan ketaatan. Namun, tak hanya dalam doa, menunaikan ibadah haji juga merupakan puncak ketakwaan. Untuk Anda yang ingin menunaikan ibadah haji dengan nyaman, aman, dan sesuai syariat, percayakan perjalanan suci Anda bersama Arrayyan, travel umroh dan haji terbaik yang telah berpengalaman melayani ribuan jamaah. Segera daftarkan diri Anda dan keluarga untuk paket haji terbaik bersama Arrayyan – karena beribadah adalah investasi akhirat yang tak ternilai.