Persiapan Penting Sebelum Berangkat Haji: Memastikan Kesiapan Spiritual dan Fisik

Berangkat haji adalah momen sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ini adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan persiapan matang, baik secara mental, fisik, maupun logistik. Sebelum memasuki perjalanan ini yang dianggap sebagai salah satu rukun Islam, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan cermat untuk memastikan pengalaman yang lancar dan berarti bagi setiap jemaah. Mari kita bahas beberapa persiapan penting sebelum berangkat haji.

  1. Persiapan Mental dan Spiritual:
    Sebelum berangkat, penting bagi jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Ini termasuk meningkatkan keimanan, merenungkan makna dari ibadah haji, dan membersihkan hati dari segala beban dan konflik yang mungkin mengganggu konsentrasi selama ibadah. Memperdalam pengetahuan tentang ritual-ritual haji juga sangat dianjurkan.
  2. Pemeriksaan Kesehatan:
    Kesehatan fisik adalah hal yang sangat penting sebelum berangkat haji. Jemaah haji disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi fisik yang baik untuk menyelesaikan semua ritual ibadah yang memerlukan kekuatan fisik yang cukup.
  3. Vaksinasi dan Imunisasi:
    Sebelum berangkat, pastikan bahwa semua vaksinasi dan imunisasi yang diperlukan telah diberikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan setempat dan pemerintah Arab Saudi. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan jemaah serta jamaah lainnya di sekitar.
  4. Persiapan Dokumen:
    Pastikan semua dokumen yang diperlukan telah disiapkan dengan benar, termasuk paspor, visa, tiket pesawat, serta dokumen-dokumen identifikasi lainnya. Periksa juga apakah semua informasi yang tertera di dokumen tersebut sudah sesuai dengan data yang benar, agar tidak terjadi masalah saat proses pemeriksaan di bandara atau saat penginapan di Arab Saudi.
  5. Persiapan Keuangan:
    Pastikan bahwa seluruh kebutuhan keuangan selama perjalanan telah dipersiapkan dengan baik. Ini termasuk biaya akomodasi, transportasi, makanan, serta uang tunai yang diperlukan untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Jangan lupa untuk mempersiapkan dana darurat dalam hal terjadi keadaan darurat atau kebutuhan mendadak lainnya.
  6. Pakaian dan Perlengkapan:
    Pilihlah pakaian yang sesuai dengan iklim di Arab Saudi, yang umumnya panas dan kering, namun bisa berubah secara tiba-tiba. Persiapkan pakaian ibadah yang nyaman dan sesuai dengan tata cara beribadah haji. Selain itu, bawa juga perlengkapan pribadi seperti sepatu yang nyaman, perlengkapan mandi, serta obat-obatan pribadi yang mungkin dibutuhkan selama perjalanan.
  7. Informasi dan Pengetahuan Lokal:
    Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk mempelajari tentang tempat-tempat suci di Arab Saudi, serta tata cara beribadah haji yang benar. Pelajari juga tentang aturan dan etika yang berlaku di tempat-tempat ibadah, termasuk larangan dan tata cara yang harus diikuti oleh jemaah haji.


Persiapan sebelum berangkat haji adalah langkah penting untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan perjalanan ibadah. Dengan mempersiapkan diri secara mental, fisik, dan logistik, jemaah haji dapat menghadapi perjalanan ini dengan penuh kepercayaan diri dan khusyuk, serta mendapatkan pengalaman ibadah yang berarti dan menyentuh hati. Semoga perjalanan haji menjadi momen yang membawa berkah dan keberkatan bagi semua jemaah yang menjalaninya.

Cara Mudah Pindah Haji Reguler Ke Haji Khusus

Pasca Pandemi atau setelah masa pandemi, antrian Haji reguler pun semakin panjang akibat di tundanya perjalanan Haji di Indonesia saat pandemi berlangsung, di DKI Jakarta sendiri antrian Haji sudah mencapai 25 tahun, bahkan di kota lain bisa mencapai 26-29 tahun masa tunggu.

Tentu saja hal itu tidak memungkinkan untuk beberapa calon jamaah yang sudah mendaftar haji reguler dengan alasan seperti usia dan kesehatan. Pindah menjadi Haji Khusus adalah solusinya! Lalu bagaimanakah cara pindah dari Haji Reguler ke Haji Khusus?? simak penjelasan berikut ini.

Sebelum masuk ke penjelasan, berikut ini adalah tabel perbedaan Haji reguler dan Haji Khusus, untuk mengetahui perbedaan dari kedua paket Haji tersebut.

Cara Pindah dari Haji Reguler ke Haji Plus (Haji Khusus)

Proses perpindahan dari Haji Reguler ke Haji Plus diperbolehkan dengan syarat harus mendapatkan izin dari Kementerian Agama setempat. Cara perpindahannya tidak susah meski harus melakukan beberapa tahapan.

Untuk prosedur pindah ke Haji Plus sama dengan mendaftar dari awal kepada kantor wilayah Kemenag, lalu memilih PIHK dan membatalkan nomor porsi haji reguler yang sudah dimiliki. Berikut tahapan untuk peralihan dari Haji Reguler ke Haji Plus:

  1. Mendaftar kembali porsi Haji baru ke Kementerian Agama hingga SPPH (Surat Permohonan Pergi Haji).
  2. Kemudian melakukan penyetoran biaya Haji Plus (Haji Khusus) ke Bank yang sudah ditetapkan hingga mendapatkan nomor kuota.
  3. Setelahnya, memilih PIHK yang terpercaya untuk memastikan pendaftaran benar-benar diproses dan pasti berangkat.
  4. Terakhir melakukan pembatalan pendaftaran haji reguler setelah mendapatkan porsi haji plus. Selain itu juga mendapatkan pengembalian dana.

Diharapkan pada calon jamaah ibadah haji yang pindah ke haji plus, jangan membatalkan terlebih dahulu haji reguler sebelum proses pindah selesai dan mendapatkan nomor porsi serta kepastian keberangkatan.

Saat memilih PIHK, pilihlah PIHK yang benar-benar terpercaya dan memiliki izin dari Kementerian Agama. Hal ini untuk memastikan bahwa pendaftaran Anda benar-benar diproses dan pasti akan berangkat ke tanah suci.

Bagi kamu yang ingin pindah ke Haji Plus (Haji Khusus), dan travel yang dapat di percaya serta nyaman, Arrayyan Al Mubarak mempunyai Paket Haji khusus dengan estimasi masa tunggu 6-7 Tahun dengan fasilitas setaraf bintang 5 (*5) dan pesawat terbaik di dunia yaitu Emirates Airlines. Terlebih lagi, Arrayyan juga sudah mempunyai izin Haji PIHK no 303/2022. Jadi, cara pindah dari haji reguler ke haji plus yaitu mendaftar dua kali dan membatalkan pendaftaran haji reguler setelah pendaftaran baru diterima. Rencanakan perjalanan Haji Khusus anda, Nyaman Bersama Arrayyan.

PERJALANAN SUCI MENUJU BAITULLAH: MENDALAMI MAKNA & PENTINGNYA IBADAH HAJI

PERJALANAN SUCI MENUJU BAITULLAH: MENDALAMI MAKNA & PENTINGNYA IBADAH HAJI

Melakukan ibadah haji merupakan salah satu kewajiban agama bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya, Penting untuk diingat bahwa haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik ke Mekkah, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang melibatkan kesungguhan hati dan niat yang tulus. Bagi mereka yang belum mampu untuk berhaji, Allah mencatat niat baik dan upaya mereka, dan tetap diharapkan untuk berusaha meningkatkan ketaqwaan dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Kenapa sih kita harus melaksanakan ibadah haji? “Mengerjakan haji merupakan kewajiban hamba terhadap Allah SWT yaitu bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. barang siapa yang mengingkarinya, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam.” (QS Ali Imran ayat 97).

PT Arrayyan Al Mubarak mempunya pogram HAJI KHUSUS, program Arbias 1444H yang dimana haji dengan kuota resmi pemerintah estimasi masa tunggu 6-7 tahun.

Program haji meliputi beberapa rangkaian ibadah, di antaranya:

  • Ihram Saat tiba di Mekkah atau lokasi miqat, jemaah haji memasuki status ihram dengan mengenakan pakaian khusus yang menandakan niat untuk melakukan ibadah haji.
  • Tawaf Setelah tiba di Masjidil Haram, jemaah haji melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
  • Sa’i Jemaah haji melakukan sa’i antara bukit Safa dan Marwah, mengenang usaha Hajar mencari air untuk putranya, Nabi Isma’il.
  • Wukuf di Arafah Ibadah puncak haji adalah wukuf di Padang Arafah, di mana jemaah berdoa dan bertakbir sambil mengharapkan ampunan dan rahmat Allah.
  • Mabit di Muzdalifah Setelah wukuf di Arafah, jemaah haji bermalam di Muzdalifah dan mengumpulkan batu untuk melempar jumrah.
  • Melempar Jumrah Jemaah haji melempar tiga patung simbolis di Mina, menandakan penolakan terhadap godaan setan.
  • Tahallul Jemaah haji mencukur atau memotong rambut sebagai simbol pembebasan diri dari ikatan ihram.

Program haji memiliki berbagai manfaat bagi jemaah dan masyarakat Muslim secara keseluruhan:

  • Penguatan Iman dan Ketakwaan Program haji adalah pengalaman spiritual yang mendalam dan memperkuat ikatan seorang Muslim dengan Allah.
  • Persatuan Umat Jutaan jemaah haji dari berbagai negara dan latar belakang bersatu dalam ibadah yang sama, menggambarkan persatuan umat Islam.
  • Penghapusan Dosa Haji yang dilakukan dengan ikhlas diyakini dapat menghapus dosa-dosa masa lalu.
  • Kesadaran Sosial dan Kepedulian Program haji mengajarkan tentang kesederhanaan, berbagi, dan peduli terhadap sesama.
  • Pembentukan Karakter Melalui perjalanan dan tantangan dalam program haji, jemaah haji belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan ketabahan.

Dengan demikian, program haji adalah momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim, di mana mereka dapat menunaikan ibadah wajib dan mendapatkan berbagai manfaat spiritual dan sosial. Penting bagi setiap Muslim yang mampu untuk berusaha melaksanakan haji sesuai dengan tuntunan agama.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang datang untuk haji ke rumah ini (Ka’bah) dengan niat yang tulus ikhlas dan tidak melakukan perbuatan yang tercela, maka kembali seperti hari saat dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Muslim)

Insya Allah Arrayyan Al Mubarak sudah membuka program HAJI KHUSUS yang dengan durasi selama 25 hari. Daftarkan segera bersama keluarga tercinta.

Sah ! Vaksin Meningitis tidak wajib sebagai syarat umrah.

Sah ! Vaksin Meningitis tidak wajib sebagai syarat umrah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan vaksin meningitis tidak lagi menjadi syarat bagi mereka yang berangkat ke Arab Saudi dengan visa umrah. Sebaliknya, vaksin meningitis masih menjadi syarat wajib bagi jamaah haji.

Keterangan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C.I/9325/2022 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah yang resmi dikeluarkan pada 11 November 2022. Surat edaran tersebut dengan tembusan Menteri Kesehatan, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama, dan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan.

Meski demikian, berdasarkan ketetapan yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes, tidak ada larangan bagi jamaah umrah yang tetap ingin melakukan vaksin meningitis sebagai upaya perlindungan kesehatan.

Kemenag Optimistis Indonesia Ikut Pelaksanaan Ibadah Haji 2022

Kemenag Optimistis Indonesia Ikut Pelaksanaan Ibadah Haji 2022

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) optimis Indonesia akan memberangkatkan jamaahnya untuk ibadah haji 2022. Keyakinan ini muncul setelah melihat sejumlah perkembangan yang terjadi di Saudi maupun di dalam negeri.

“Bila mengikuti perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Arab Saudi, optimisme haji tahun ini mengundang negara lain semakin kuat. Salah satu indikasinya adalah dicabutnya beberapa aturan protokol kesehatan terhitung 5 maret 2022,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Hilman Latief saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (16/3).

Salah satu aturan yang dicabut terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di Saudi adalah jarak sosial di Dua Masjid Suci maupun masjid lainnya di seluruh wilayah Kerajaan. Aturan jarak sosial juga tidak lagi berlaku di seluruh lokasi aktifitas atau kegiatan.

Penggunaan masker di lokasi terbuka juga bukan lagi menjadi hal wajib. Namun demikin, saat berada di masjid hal ini masih menjadi persyaratan.

Selanjutnya, Kerajaan Saudi mencabut syarat lampiran hasil negatif tes PCR maupun antigen saat kedatangan. Bagi pelancong maupun jamaah umrah yang tiba di sana juga tidak perlu lagi melakukan karantina.

Hilman lantas menyebut saat ini larangan kedatangan dan keberangkatan langsung ke dan dari beberapa negara di Afrika telah dicabut. Beberapa negara yang dimaksud antara lain; Namibia, Botswana, Zimbabwe, Madagaskan, serta negara lainnya.

“Berkurangnya, masa karantina di Indonesia juga cukup satu hari atau pemantauan. Berdasarkan perkembangan ini, kami optimis haji akan diselenggarakan tanpa adanya prokes yang ketat,” ujar dia.

Dalam rangka memperoleh kepastian penyelenggaraan haji, pihaknya disebut telah melakukan sejumlah upaya, seperti mengunjungi Saudi pada akhir 2021. Kemenag telah bertemu dengan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Saudi, Gubernur Makkah, serta Menteri Haji dan Umrah Saudi.

Kemenag disebut mendapatkan undangan dari Pangeran Khalid Al-Faisal selaku Penasihat Penjaga Dua Masjid suci dan Menteri Urusan Haji dan Umrah. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta menghadiri konferensi dan pameran layanan haji dan umrah pada 19 sampai 23 Maret di Jeddah.

“Sampai saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan haji belum diperoleh. Meski demikian, jika melihat perkembangan terkini, kami optimis Arab Saudi akan menyelenggarakan haji dengan mengundang jamaah dari negara lain, walau dengan kuota terbatas,” lanjutnya.

Jika memperhitungkan kalender hijriyah dan asumsi normal, perkiraan pemberangkatan jamaah haji 2022 M kloter pertama akan dilakukan pada 4 Dzulqa’dah atau 5 Juni. Dengan demikian, ia menyebut waktu yang tersisa untuk persiapan ini hanya dua bulan 10 hari.