Tata Cara Umroh untuk Laki-Laki dan Bacaannya yang Benar, Lengkap!

Menunaikan ibadah umroh merupakan impian setiap muslim. Bagi jamaah laki-laki, memahami tata cara umroh yang sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi hal yang sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai di sisi Allah. Umroh memiliki beberapa perbedaan praktik antara laki-laki dan perempuan, baik dari segi pakaian, gerakan, maupun adab-adab tertentu. Oleh sebab itu, calon jamaah pria perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar sebelum berangkat ke Tanah Suci agar terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya.

Tata Cara Umroh Laki-Laki Sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Secara umum, tata cara umroh pria terdiri dari beberapa rangkaian utama yang harus dijalankan secara berurutan. Namun sebelum memulai, jamaah juga dianjurkan memahami syarat, rukun, serta larangan umroh agar ibadah dapat dilakukan secara sempurna dan penuh kekhusyukan.

1. Persiapan Sebelum Ihram

Tahap awal dalam tata cara umroh laki-laki adalah mempersiapkan diri sebelum sampai di miqat. Jamaah dianjurkan untuk mandi junub atau mandi wajib sebagai bentuk penyucian diri. Selain itu, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan, seperti memotong kuku, mencukur bulu yang dianjurkan, merapikan jenggot, serta memakai wewangian pada tubuh (bukan pada kain ihram). Persiapan ini bertujuan agar jamaah memasuki ibadah umroh dalam kondisi bersih, rapi, dan siap secara fisik maupun mental.

2. Berihram

Setibanya di miqat, jamaah pria mulai berihram dengan mengenakan pakaian khusus berupa dua helai kain putih yang tidak berjahit. Satu helai digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh, sementara satu lainnya diselempangkan di bagian atas. Sejak berniat ihram, jamaah harus menjaga diri dari larangan-larangan ihram, seperti menggunakan wangi-wangian, memotong rambut, dan perbuatan lainnya yang dilarang selama ihram.

3. Bacaan Talbiyah

Setelah mengenakan pakaian ihram, jamaah pria membaca niat umroh di dalam hati dan melafalkan talbiyah dengan suara lantang. Bacaan talbiyah yang diajarkan adalah sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak”

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu.”

Talbiyah dibaca sejak miqat hingga jamaah melihat Ka’bah.

4. Masuk Masjidil Haram

Sesampainya di Masjidil Haram, jamaah masuk dengan mendahulukan kaki kanan dan membaca doa. Ketika pertama kali melihat Ka’bah, dianjurkan untuk memperbanyak doa karena termasuk waktu yang mustajab. Setelah itu, jamaah bersiap melaksanakan tawaf sebagai rukun utama umroh.

5. Tawaf dan Maqam Ibrahim

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Jamaah pria dianjurkan melakukan ramal (berjalan cepat) pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya. Setelah selesai tawaf, jamaah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim sambil membaca ayat berikut:

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Setelah shalat, jamaah dianjurkan minum air zam-zam sambil berdoa:

اللهم اني اسالك علما نافعا، و رزقا واسعا و شفاء من كل داء و سقم برحمتك يا ارحم الراحمين.

6. Sai Antara Safa dan Marwah

Sai dilakukan dengan berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Di Bukit Safa, jamaah menghadap Ka’bah dan membaca doa:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Pada bagian tertentu, jamaah pria disunnahkan berlari-lari kecil. Selama sai, jamaah tetap menjaga adab, kesopanan, dan tidak mengganggu jamaah lain.

7. Tahallul dan Penyelesaian Ibadah

Rangkaian umroh diakhiri dengan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut. Bagi pria, mencukur habis (gundul) lebih utama, meskipun memendekkan rambut juga diperbolehkan. Setelah tahallul, jamaah dapat membaca doa berikut:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا. اَللَّهُمَّ زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

Dengan tahallul, maka seluruh rangkaian tata cara umroh pria telah selesai dan jamaah terbebas dari larangan ihram.

Memahami dan menjalankan tata cara umroh laki-laki sesuai sunnah akan membantu Sobat menjalankan ibadah dengan tenang, sah, dan penuh makna. Agar perjalanan ibadah semakin nyaman dan terarah, pastikan Sobat memilih biro perjalanan yang amanah dan berpengalaman. Bersama Arrayyan, Sobat bisa menunaikan umroh dengan bimbingan manasik yang jelas, fasilitas terbaik, serta pendampingan ustaz berpengalaman. Yuk, wujudkan niat suci ke Baitullah bersama paket umroh Arrayyan dan raih umroh yang mabrur.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
X
Threads
Print