Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan Layanan Haji 2026 melalui penguatan kapasitas petugas. Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf, secara resmi membuka Training of Trainers (TOT) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).
Fokus Utama Menhaj Gus Irfan dalam Layanan Haji 2026
Kualitas petugas menentukan kenyamanan jemaah di Tanah Suci. Oleh karena itu, Menhaj menekankan tiga pilar utama bagi para fasilitator:
Bimbingan Inspiratif: Fasilitator harus mampu membimbing petugas dari berbagai latar belakang agar siap melayani dinamika jemaah yang beragam.
Profesionalisme dan Empati: Petugas wajib menguasai aspek manajerial, kesehatan, dan perlindungan jemaah dengan landasan nilai keikhlasan.
Satu Narasi Kebijakan: Kemenhaj menata ekosistem yang terukur agar tidak ada perbedaan pesan atau penafsiran aturan di lapangan.
Detail Pelaksanaan TOT PPIH 1447 H / 2026 M
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memaparkan rincian teknis kegiatan ini. Berikut adalah data penting yang menjadi fondasi penguatan Layanan Haji 2026:
Durasi Kegiatan: TOT berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 5 hingga 8 Januari 2026.
Jumlah Peserta: Sebanyak 179 peserta mengikuti TOT ini.
Komposisi Tim: Peserta terdiri atas pembina, narasumber, fasilitator, hingga pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri.
Cakupan Wilayah: Melibatkan perwakilan dari 15 embarkasi di seluruh Indonesia.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pelayanan
Tahun ini, pemerintah menunjukkan keseriusan dengan menerapkan Diklat petugas haji selama satu bulan penuh. Menhaj Gus Irfan mengapresiasi dedikasi petugas tahun lalu yang bahkan rela tidur di Arafah dan Mina demi melayani jemaah.
Namun, melalui pelatihan intensif ini, kita berharap petugas tahun ini memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan terintegrasi. Fasilitator memegang peran strategis sebagai penjaga standar mutu yang akan membentuk karakter petugas di Makkah, Madinah, hingga fase puncak di Armuzna.