Melaksanakan ibadah haji dan umroh merupakan impian hampir setiap muslim. Namun, tidak semua orang diberi kemampuan untuk berangkat ke Tanah Suci karena keterbatasan biaya, kesehatan, maupun faktor lainnya. Dalam Islam, Allah ﷻ yang Maha Pengasih memberikan banyak peluang bagi hamba-Nya untuk memperoleh pahala setara haji dan umroh meskipun tanpa benar-benar menunaikan perjalanan tersebut. Melalui amalan-amalan tertentu, seorang muslim dapat meraih keutamaan yang besar sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya.
Berikut adalah 10 amalan yang setara dengan haji dan umroh sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis dan riwayat ulama.
Membantu Mencukupi Saudara yang Kekurangan
Rasulullah menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Salah satu amalan yang pahalanya setara haji adalah membantu mencukupi kebutuhan saudara kita yang kekurangan, baik berupa makanan, pakaian, biaya pendidikan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Dalam sebuah riwayat, menolong sesama dengan ikhlas akan dicatat sebagai amal besar di sisi Allah. Bahkan, memberi nafkah kepada orang yang membutuhkan bisa lebih utama dibanding sedekah biasa. Dengan demikian, ketika kita menolong sesama, sesungguhnya kita sedang meraih pahala besar yang dapat menyamai ibadah haji dan umroh.
Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Salah satu amalan yang nilainya sangat tinggi adalah berbakti kepada ayah dan ibu. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa seseorang yang ingin berhaji namun masih memiliki orang tua yang membutuhkan perhatian, maka berbakti kepada orang tua dapat menyamai pahala haji.
Mengurus orang tua dengan penuh kasih sayang, mendoakan mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka adalah bentuk bakti yang luar biasa. Bahkan, senyum kepada orang tua pun termasuk ibadah yang dicatat sebagai pahala besar.
Menjalankan Tugas Sesuai Keahlian untuk Bangsa, Negara dan Agama
Tidak semua amal besar harus dilakukan dengan ritual ibadah. Dalam Islam, bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai bidang keahlian, terutama jika diniatkan untuk kemaslahatan bangsa, negara, dan agama, juga bernilai pahala yang agung.
Seorang guru yang mengajar dengan ikhlas, seorang dokter yang membantu pasien tanpa pamrih, seorang petani yang menanam demi kebutuhan umat, semua itu termasuk ibadah. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa bekerja untuk kemaslahatan umat, jika diniatkan karena Allah, akan setara pahala haji.
Menjaga Lisan
Salah satu tanda kesempurnaan iman adalah kemampuan menjaga lisan. Lisan yang terjaga dari ghibah, fitnah, kata-kata kasar, dan ucapan sia-sia akan menjadi penyelamat di akhirat.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa banyak orang yang tergelincir ke neraka bukan karena perbuatannya, melainkan karena lisannya. Sebaliknya, lisan yang digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memberi nasihat kebaikan memiliki pahala yang luar biasa. Orang yang menjaga lisannya akan mendapat balasan pahala setara haji dan umroh.
Mengerjakan Salat Isya dan Subuh Berjamaah
Rasulullah bersabda bahwa orang yang melaksanakan salat Isya secara berjamaah seakan-akan ia salat setengah malam, dan yang melaksanakan salat Subuh berjamaah seolah-olah salat semalam penuh.
Keutamaan salat berjamaah sangat besar, terlebih jika dilakukan pada waktu-waktu yang berat seperti Isya dan Subuh. Pahala salat berjamaah ini bahkan dalam riwayat tertentu disamakan dengan pahala haji dan umroh, khususnya bagi mereka yang menjaganya secara istiqamah.
Salat Subuh Berjamaah Disertai Zikir sampai Terbit Matahari dan Salat Isyraq
Amalan yang satu ini secara jelas disebut dalam hadis sahih. Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu ia salat dua rakaat (salat Isyraq), maka baginya pahala seperti haji dan umroh yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Ini menunjukkan betapa besarnya pahala bagi orang yang mampu menjaga amalan ini. Tidak hanya sekadar setara haji dan umroh, tetapi disebutkan sebagai pahala haji dan umroh yang sempurna.
Berangkat Salat Jumat Lebih Awal
Salat Jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang baligh. Namun, datang lebih awal ke masjid untuk menunaikan salat Jumat memiliki keutamaan tersendiri.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang datang lebih awal untuk salat Jumat, seakan-akan ia berkurban seekor unta, sapi, kambing, bahkan hingga burung kecil sesuai waktunya. Keutamaan ini dalam beberapa riwayat disamakan dengan pahala haji, terutama bila dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Bersuci dari Rumah Sebelum Salat Wajib di Masjid
Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berwudhu dari rumahnya, kemudian berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat wajib berjamaah, maka setiap langkah kakinya akan dihapuskan dosa dan diangkat derajatnya.
Dalam riwayat lain, pahala orang yang berjalan ke masjid dengan niat ibadah ini disamakan dengan pahala orang yang berhaji. Bahkan, semakin jauh jaraknya, semakin besar pahala yang diraih.
Zikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir 33 Kali Setelah Salat Wajib
Amalan ringan namun penuh makna ini sering kita kenal dengan dzikir setelah salat. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam membaca:
- Subhanallah 33 kali
- Alhamdulillah 33 kali
- Allahu Akbar 33 kali
Kemudian ditutup dengan Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir.
Pahala dari dzikir ini dalam riwayat tertentu disebutkan setara dengan pahala orang yang menunaikan haji dan umroh, khususnya jika dilakukan secara istiqamah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Sementara itu, puasa Tarwiyah juga dianjurkan karena mengikuti amalan para sahabat dan ulama terdahulu. Kedua puasa sunnah ini memiliki nilai pahala yang sangat agung, bahkan dalam beberapa riwayat disamakan dengan pahala haji.
Begitu banyak amalan yang Allah ﷻ sediakan agar umat Islam bisa meraih pahala besar, bahkan setara dengan haji dan umroh, meskipun belum mampu berangkat ke Tanah Suci. Dari membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga lisan, hingga amalan ibadah ringan seperti zikir setelah salat—semua bisa menjadi jalan menuju ridha Allah jika dilakukan dengan ikhlas.
Namun, tentu saja pahala amalan-amalan ini bukan berarti menggantikan kewajiban haji bagi yang mampu. Ibadah haji tetap merupakan rukun Islam yang kelima dan wajib dilaksanakan sekali seumur hidup. Amalan-amalan ini lebih kepada kesempatan untuk meraih pahala besar bagi mereka yang belum mampu menunaikan ibadah haji.
Bagi Anda yang memiliki keinginan kuat untuk berangkat haji atau umroh, jangan biarkan niat itu hanya tersimpan dalam hati. InsyaAllah, niat baik akan dimudahkan jalannya. Jika Anda sedang mencari paket umroh terpercaya dengan pelayanan nyaman dan sesuai syariat, Arrayyan siap mendampingi perjalanan spiritual Anda menuju Baitullah.
Yuk wujudkan impian umroh bersama Arrayyan. Hubungi kami sekarang dan pilih paket terbaik sesuai kebutuhan Anda.