Ketahui Kiswah Kabah dari Sejarah hingga Fungsi yang Dimilikinya

Keagungan Ka’bah sebagai pusat ibadah umat Islam tidak hanya terletak pada kedudukannya sebagai kiblat salat, tetapi juga pada segala elemen yang menyelimutinya. Salah satu elemen paling ikonik sekaligus sarat makna adalah kiswah, kain hitam bertuliskan kaligrafi emas yang menutupi seluruh bangunan Ka’bah. Kehadirannya bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol spiritual, sejarah, dan penghormatan yang telah hidup selama berabad-abad. Kiswah menjadi tanda betapa tingginya perhatian umat Islam terhadap rumah suci tersebut, serta menjadi bukti warisan budaya dan religius yang dipertahankan hingga kini.

Apa Itu Kiswah Kabah?

Kiswah, secara harfiah diartikan sebagai “pakaian” atau “jubah”, adalah kain khusus yang menutupi Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Dalam tradisi Islam dan sejarah panjang Jazirah Arab, kiswah telah menjadi bagian penting dari penghormatan terhadap Ka’bah. Setiap tahun, Ka’bah diganti penutupnya dengan kiswah baru melalui prosesi yang khidmat. Meski waktu penggantian ini mengalami perubahan sepanjang masa, esensinya tetap sama, yakni menunjukkan rasa takzim umat Islam terhadap rumah ibadah paling suci tersebut.

Kiswah dibuat dengan standar artistik dan keahlian tinggi. Motif dan kaligrafinya dipilih dengan cermat, menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki makna mendalam. Dengan gaya kaligrafi Tsuluts, kiswah menjadi karya seni bernilai tinggi yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki dimensi spiritual kuat. Karena kualitas bahan dan detail pengerjaan yang rumit, kiswah dianggap sebagai salah satu karya tekstil paling berharga dalam sejarah seni Islam.

Selain itu, tradisi menutup Ka’bah sebenarnya telah ada jauh sebelum Islam datang. Namun, Rasulullah SAW dan para penerusnya kemudian melanjutkan praktik ini dengan memberikan makna baru yang sesuai ajaran Islam. Kiswah buatan Mesir sempat menjadi yang paling terkenal, terutama saat para penguasa awal Islam menjadikannya sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci tersebut.

Sejarah Kiswah Kabah

Tradisi menutupi Ka’bah bermula sejak zaman pra-Islam. Pada masa awal, kain penutup Ka’bah dibuat dari tekstil Yaman, yang pada saat itu terkenal akan kualitasnya. Dalam catatan Ibnu Hisyam, disebutkan bahwa Raja Tubba Abu Karib As’ad dari Kerajaan Himyar adalah tokoh pertama yang menutupi Ka’bah, berkat ilmu yang ia peroleh dari dua rabi Yahudi yang ditemuinya pada awal abad ke-5 Masehi. Setelah masuk Yudaisme, Raja Tubba memutuskan menghormati Ka’bah dengan menutupinya menggunakan kain wol merah bergaris, sebuah tindakan yang pada masa itu dianggap sangat istimewa. Ia meletakkan kain baru tersebut di atas tirai lama yang telah terpasang sebelumnya.

Setelah periode tersebut, suku Quraisy yang memimpin Makkah kemudian mengatur pendanaan kiswah. Setiap tahun, para suku yang datang beribadah memberikan kontribusi, sehingga kiswah dapat diganti secara berkala. Namun, kaum Muslim belum diperbolehkan mengambil bagian dalam pembuatan atau pemasangan kiswah hingga masa penaklukan Makkah pada tahun 630 M. Setelah kemenangan kaum Muslim, Rasulullah SAW membiarkan kiswah lama tetap tergantung dan menambahkan kiswah baru yang berasal dari Yaman. Tradisi ini kemudian diteruskan oleh para khalifah setelah beliau.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kiswah mulai dikirim dari Mesir. Ia mengirimkan penutup Ka’bah yang terbuat dari qubati, yaitu jenis linen putih bersulam yang dihasilkan oleh komunitas Koptik Mesir. Sejak saat itu, kiswah Mesir menjadi sangat populer dan digunakan secara konsisten sebagai penutup Ka’bah.

Ketika memasuki era pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan dari Dinasti Umayyah, tirai Ka’bah yang masih bercampur dengan tradisi pra-Islam akhirnya diganti. Muawiyah mengirim kiswah baru berbahan sutra dan wol bergaris. Ia juga menetapkan kebiasaan mengirim dua kiswah setiap tahun, satu berbahan linen dan satu berbahan sutra. Kiswah yang terbuat dari sutra biasanya disampirkan di atas kiswah sebelumnya yang dipasang beberapa bulan lebih awal.

Dinasti Abbasiyah kemudian melanjutkan praktik tersebut. Namun, Khalifah Al-Mahdi melakukan perubahan besar setelah menyadari bahwa berat kiswah yang terus menumpuk berpotensi membahayakan struktur Ka’bah. Setelah kunjungannya ke Makkah pada tahun 777 M, ia menetapkan aturan bahwa kiswah lama harus dilepas setiap kali kiswah baru dipasang. Kebijakan ini bertahan hingga kini, memastikan Ka’bah tetap aman dan penutupnya selalu terjaga keindahannya.

Desain dan Tekstil Kiswah Kabah

Desain kiswah yang dikenal saat ini didominasi warna hitam pekat sebagai latar, dihiasi kaligrafi emas dan perak di seluruh permukaannya. Bahan dasarnya adalah sutra berkualitas tinggi yang diwarnai secara khusus hingga menghasilkan warna hitam yang dalam dan tahan lama. Kaligrafi yang menghiasi kiswah dibuat dalam gaya Tsuluts, sebuah gaya kaligrafi tradisional Arab yang terkenal elegan dan memiliki karakter huruf panjang serta melengkung. Para perajin menggunakan kawat emas dan perak untuk membuat tulisan dan ornamen yang tampak menonjol, sehingga memberi kesan mewah dan penuh keagungan.

Pada bagian kiswah terdapat hizam, yaitu pita panjang horizontal yang melingkari Ka’bah di bagian atas. Pada hizam ini tertulis ayat-ayat Al-Qur’an dalam ukuran besar. Selain itu, terdapat juga sitara atau burqu’, yakni tirai yang menutupi pintu Ka’bah. Sitara yang paling awal diketahui berasal dari tahun 1544 dan dibuat di Mesir, menunjukkan bagaimana Mesir memiliki peran kuat dalam sejarah produksi kiswah.

Meski warna dasar kiswah cenderung tidak berubah sejak era Utsmaniyah, desain dan detailnya mengalami penyempurnaan dari masa ke masa. Proses produksinya pun berkembang. Dari tahun 1817 hingga 1927, kiswah dibuat di Darul Kiswah, sebuah pusat produksi khusus di Kairo. Pada tahun 1927, produksi dipindahkan ke Makkah, di mana hingga kini kiswah dikerjakan oleh para perajin ahli di pabrik khusus yang didirikan pemerintah Arab Saudi. Pemindahan ini bertujuan memastikan keberlanjutan produksi kiswah serta meningkatkan kualitasnya melalui teknologi dan metode pengerjaan modern.

Fungsi Kiswah

Kiswah memiliki makna dan fungsi yang sangat luas bagi umat Islam. Yang pertama dan paling jelas adalah menjaga kesucian Ka’bah. Sebagai bangunan suci yang setiap saat didatangi jutaan jemaah dari seluruh dunia, Ka’bah membutuhkan perlindungan dari cuaca, debu, dan kotoran. Kiswah menjadi penutup yang menjaga agar Ka’bah selalu tampak bersih dan terawat, menciptakan suasana ibadah yang nyaman bagi para peziarah.

Selain itu, kiswah juga menjadi simbol kebanggaan umat Islam. Keindahan kaligrafi, kemewahan bahan, serta sejarah panjang proses pembuatannya membuat kiswah selalu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Kain hitam keemasan ini menghadirkan rasa haru dan kekaguman, mengingatkan umat akan perjuangan Nabi dan insan beriman dalam menjaga rumah Allah melalui berbagai zaman.

Secara spiritual, kiswah memuat banyak pesan mendalam. Ayat-ayat Al-Qur’an yang tertulis di atasnya memberi pengingat agar setiap Muslim senantiasa bersyukur, memperbanyak doa, serta merenungkan kedekatannya dengan Sang Pencipta. Saat jemaah menatap kiswah, ada rasa damai dan haru yang sulit dijelaskan, seolah menguatkan hubungan antara hamba dan Tuhannya.

Kiswah juga menjadi lambang persatuan umat Islam. Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai latar belakang berkumpul di Makkah, menyaksikan kiswah yang sama dengan rasa takjub yang serupa. Meskipun berasal dari budaya dan bahasa yang berbeda, mereka disatukan oleh simbol yang sama, penutup Ka’bah yang menjadi representasi tauhid.

Dari sisi keberlanjutan ibadah, produksi kiswah di Makkah memastikan bahwa kebutuhan akan penutup Ka’bah tidak lagi bergantung pada negara lain. Dengan memanfaatkan bahan berkualitas tinggi dan tenaga ahli terlatih, pembuatan kiswah dapat berjalan konsisten setiap tahun, sehingga tradisi ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Jika kiswah menjadi simbol keagungan Ka’bah, maka kesempatan untuk melihatnya langsung adalah pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Bila Anda merindukan perjalanan suci ke Tanah Haram dan ingin merasakan keindahan kiswah dengan mata kepala sendiri, Arrayyan siap mendampingi perjalanan ibadah Anda melalui paket umroh terbaik dan terpercaya. Percayakan perjalanan suci Anda bersama Arrayyan, dan hadirkan momen penuh berkah dalam hidup Anda.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
X
Threads
Print