Koneksi Lancar di Tanah Suci : Update Harga Kartu SIM Arab Saudi Januari 2026

Koneksi Lancar di Tanah Suci : Update Harga Kartu SIM Arab Saudi Januari 2026

Tetap terhubung dengan keluarga di Indonesia menjadi prioritas setiap jemaah. Per 5 Januari 2026, penyedia layanan telekomunikasi di Saudi melakukan penyesuaian tarif paket data khusus umroh. Memahami harga kartu SIM Arab Saudi Januari 2026 akan membantu Anda memilih provider yang paling hemat sesuai durasi perjalanan.

Mengapa Anda Harus Memilih Provider Lokal?

Banyak jemaah tergoda menggunakan paket roaming dari Indonesia. Namun, faktanya sinyal provider lokal jauh lebih kuat dan stabil saat berada di dalam area Masjidil Haram atau perbukitan Makkah. Selain itu, harga kartu SIM Saudi lokal menawarkan kuota yang jauh lebih besar dengan biaya yang lebih murah.

Perbandingan Harga Kartu SIM Saudi 2026

Berdasarkan data pasar per 5 Januari 2026, berikut adalah tiga pilihan provider utama untuk jemaah:

1. Provider STC (Saudi Telecom Company)

STC memiliki jangkauan sinyal paling luas di Arab Saudi. Paket “Sawa Ziyarah” menjadi favorit jemaah karena kestabilannya.

  • Harga: 80 Riyal (Sekitar Rp345.000).
  • Fasilitas: Kuota 10GB dan akses media sosial selama 4 minggu.
  • Keunggulan: Sinyal tetap kuat meski di dalam lift hotel yang dalam.

2. Provider Mobily

Mobily memberikan penawaran menarik bagi Anda yang sering melakukan panggilan video (video call).

  • Harga: 75 Riyal (Sekitar Rp325.000).
  • Fasilitas: Kuota utama 8GB dan bonus kuota malam yang melimpah.
  • Keunggulan: Proses aktivasi yang sangat cepat di bandara.

3. Provider Zain Saudi

Jika Anda membutuhkan internet tanpa batas untuk keperluan bisnis atau komunikasi intensif, Zain adalah solusinya.

  • Harga: 110 Riyal (Sekitar Rp475.000).
  • Fasilitas: Paket Unlimited data untuk durasi satu minggu.
  • Keunggulan: Kecepatan 5G yang sangat tinggi di area Madinah.

Tips Menghemat Penggunaan Data selama Umroh

Kita bisa menekan pengeluaran internet dengan melakukan beberapa langkah cerdas. Pertama, selalu manfaatkan Wi-Fi hotel saat ingin mengunduh atau mengunggah konten video berdurasi panjang. Kedua, matikan fitur pembaruan otomatis pada aplikasi ponsel Anda. Ketiga, pastikan Anda membeli kartu di gerai resmi untuk mendapatkan harga kartu SIM Saudi yang asli.

Jangan lupa untuk membaca panduan Tips Hemat Umroh Mandiri kami agar rencana perjalanan Anda tetap sesuai anggaran. Mengatur koneksi internet sejak dini akan menjaga kekhusyukan ibadah Anda tanpa gangguan komunikasi.

Jangan Umrah dulu kalau masih ragu cari travel yang terpercaya!

Banyak orang bisa berangkat Umrah.
Tapi tidak semua bisa beribadah dengan tenang.

“Yang penting sampai Mekkah…”
Ternyata banyak jamaah baru sadar setelah di sana: hotel jauh, jadwal padat, dan bingung saat ibadah.

Arrayyan memastikan kamu didampingi dari awal sampai pulang,
✅Hotel Dekat
✅Jadwal Rapi
✅Ustadz Pembimbing Berpengalaman
✅dan Izin Resmi Terverifikasi.

Karena ibadah seumur hidup ini layak dijalani dengan nyaman dan aman tanpa kendala apapun.

Masih ada keraguan di dalam hati? Konsultasi aja, gratis disini!

Arab Saudi Tetapkan Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Ikut Haji Mulai 2026

Arab Saudi Tetapkan Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Ikut Haji Mulai 2026

Arab Saudi Larang Anak di Bawah 12 Tahun Haji 2026

Pemerintah Arab Saudi resmi melarang anak-anak di bawah 12 tahun mengikuti ibadah haji mulai musim 2026. Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan menghadapi suhu ekstrem di Tanah Suci. Suhu panas sering memicu kelelahan dan heatstroke pada jamaah rentan.

Portal Nusuk Haji Pastikan Aturan Baru Portal resmi Nusuk Haji telah mengonfirmasi aturan tersebut. Calon jamaah wajib berusia minimal 12 tahun untuk mendapatkan izin haji.

Keputusan ini muncul setelah suhu di Makkah melebihi 40°C dalam dua musim terakhir. Suhu tinggi membuat perjalanan antar lokasi ritual terasa semakin berat bagi fisik jamaah.

Keamanan Jamaah Jadi Prioritas Utama Petugas medis sering menemukan jamaah yang mengalami penurunan kondisi fisik. Meski pemerintah sudah menambah fasilitas pendingin, aktivitas haji tetap menuntut fisik yang kuat. Arab Saudi berharap pembatasan usia ini mampu meningkatkan keselamatan seluruh peserta haji.

Pemerintah Perketat Syarat Kesehatan Arab Saudi juga memperketat syarat kesehatan (istitha’ah) bagi jamaah tahun 2026. Hanya jamaah yang sehat secara medis yang boleh berangkat. Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan proses pemeriksaan kesehatan tersebut.

Pemeriksaan di Bandara Arab Saudi Petugas akan memeriksa ulang kesehatan jamaah saat tiba di bandara. Pemerintah Indonesia akan menarik pulang jamaah yang tidak memenuhi syarat medis. Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Mereka memberikan pelatihan manasik kesehatan sepanjang tahun bagi calon jamaah.

Persiapkan Haji Bersama Kami!
Anda bisa mempersiapkan segala kebutuhan keberangkatan dengan aman bersama Arrayyan Travel. Kami menyediakan pendampingan medis dan informasi regulasi terbaru agar ibadah Anda tetap nyaman dan sesuai aturan.

Petugas Haji 2026: Strategi Menhaj RI Perkuat Integritas Layanan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan Layanan Haji 2026 melalui penguatan kapasitas petugas. Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf, secara resmi membuka Training of Trainers (TOT) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).

Fokus Utama Menhaj Gus Irfan dalam Layanan Haji 2026

Kualitas petugas menentukan kenyamanan jemaah di Tanah Suci. Oleh karena itu, Menhaj menekankan tiga pilar utama bagi para fasilitator:

Bimbingan Inspiratif: Fasilitator harus mampu membimbing petugas dari berbagai latar belakang agar siap melayani dinamika jemaah yang beragam.

Profesionalisme dan Empati: Petugas wajib menguasai aspek manajerial, kesehatan, dan perlindungan jemaah dengan landasan nilai keikhlasan.

Satu Narasi Kebijakan: Kemenhaj menata ekosistem yang terukur agar tidak ada perbedaan pesan atau penafsiran aturan di lapangan.

Detail Pelaksanaan TOT PPIH 1447 H / 2026 M

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memaparkan rincian teknis kegiatan ini. Berikut adalah data penting yang menjadi fondasi penguatan Layanan Haji 2026:

Durasi Kegiatan: TOT berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 5 hingga 8 Januari 2026.

Jumlah Peserta: Sebanyak 179 peserta mengikuti TOT ini.

Komposisi Tim: Peserta terdiri atas pembina, narasumber, fasilitator, hingga pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri.

Cakupan Wilayah: Melibatkan perwakilan dari 15 embarkasi di seluruh Indonesia.

Komitmen Peningkatan Kualitas Pelayanan

Tahun ini, pemerintah menunjukkan keseriusan dengan menerapkan Diklat petugas haji selama satu bulan penuh. Menhaj Gus Irfan mengapresiasi dedikasi petugas tahun lalu yang bahkan rela tidur di Arafah dan Mina demi melayani jemaah.

Namun, melalui pelatihan intensif ini, kita berharap petugas tahun ini memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan terintegrasi. Fasilitator memegang peran strategis sebagai penjaga standar mutu yang akan membentuk karakter petugas di Makkah, Madinah, hingga fase puncak di Armuzna.

13 Bagian-bagian Ka’bah yang Wajib Jemaah Haji & Umrah Tahu

13 Bagian-bagian Ka’bah yang Wajib Jemaah Haji & Umrah Tahu

Bekasi – Ka’bah merupakan bangunan suci yang memiliki kedudukan paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bangunan yang berdiri kokoh di area Masjidil Haram ini menjadi arah kiblat utama dalam pelaksanaan salat. Oleh karena itu, setiap tahun jutaan jemaah mendatangi Baitullah untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Berdasarkan catatan sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa agung ini terekam dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 127:

“(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”

Namun, terdapat pula pendapat ahli sejarah yang menyebutkan bahwa Ka’bah sebenarnya telah ada sejak masa Nabi Adam AS. Menurut pandangan ini, Nabi Ibrahim AS hanya membangun kembali Ka’bah di atas fondasi yang sudah ada sebelumnya. Memahami bagian-bagian Ka’bah sangatlah penting bagi jemaah agar ibadah menjadi lebih bermakna. Berikut adalah rinciannya:

Hajar Aswad

1. Hajar Aswad (Batu Hitam)

Hajar Aswad adalah batu mulia dari surga yang berada di salah satu sudut Ka’bah. Selain itu, batu ini menjadi tanda dimulainya tawaf. Mengutip buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa Hajar Aswad adalah permata surga (yaqut). Meskipun demikian, warnanya berubah menjadi hitam akibat dosa-dosa manusia, sebagaimana riwayat HR Tirmidzi.

2. Multazam (Tempat Mustajab)

Multazam merupakan area istimewa yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan jarak sekitar dua meter.
Selanjutnya, jemaah sangat disarankan untuk memperbanyak doa di sini. Saat berdoa, kita disunnahkan menempelkan pipi, dada, dan kedua lengan ke dinding Ka’bah sebagai bentuk penghambaan yang tulus.

3. Maqam Ibrahim

Batu ini dahulu menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun bagian atas Ka’bah. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125 memerintahkan kita untuk menjadikan sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Saat ini, bekas pijakan tersebut terlindungi oleh penutup berwarna keemasan di depan pintu Ka’bah.waf.

4. Pintu Ka’bah

Pintu yang kita lihat saat ini merupakan hadiah dari Raja Khalid bin Abdul Aziz. Terbuat dari emas murni 99,99% seberat 280 kilogram, pintu ini memiliki tinggi 3,1 meter. Dahulu, Ka’bah memiliki dua pintu yang sejajar dengan tanah, namun kaum Quraisy kemudian merombaknya menjadi satu pintu yang lebih tinggi.

5. Syadzarwan

Syadzarwan adalah bagian melengkung di dasar dinding Ka’bah untuk melindungi fondasi. Menurut buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram karya Mansya Aji Putra, Abdullah bin Zubair membangun bagian ini untuk mencegah rembesan air hujan. Oleh karena itu, mayoritas ulama (Syafi’i, Maliki, dan Hambali) melarang jemaah menyentuh bagian ini saat tawaf agar putarannya tetap sah.

6. Kiswah (Kain Penutup)

Kiswah adalah kain sutra hitam penutup Ka’bah yang dihiasi kaligrafi benang emas setinggi 14 meter. Berdasarkan kitab Al-Kakbah Al-Musyarrafah, Abdullah bin Az-Zubair adalah orang pertama yang memasangkan kiswah sutra. Setiap awal bulan Muharam, petugas selalu melakukan prosesi penggantian kain suci ini.

7. Atap Ka’bah

Pada awalnya, bangunan Ka’bah tidak memiliki atap. Namun, seiring waktu, para penguasa membangun atap untuk melindunginya. Sejak perbaikan oleh Al-Hajjaj pada tahun 74 Hijriah, struktur dua lapis atap dengan marmer putih ini tetap dipertahankan hingga sekarang.

8. Mizab Ar-Rahman (Talang Air)

Pancuran sepanjang 2,58 meter ini berfungsi membuang air hujan dari atap. Terbuat dari perak berlapis emas, Mizab Ar-Rahman memastikan atap Ka’bah tidak tergenang air saat hujan deras melanda Makkah.

9. Rukun Yamani

Sudut ini menghadap ke arah Yaman. Mengutip buku Manasik ‘Umrah Nabi Muhammad karya H. Brilly El-Rasheed, kita disunnahkan menyentuh sudut ini dengan tangan kanan tanpa menciumnya, sembari membaca doa sapu jagat (Rabbana aatina fid dunya hasanah…).

10. Rukun Iraqi

Berada di sisi utara menghadap ke arah Irak, sudut ini menjadi penanda penting bagi jemaah saat melakukan putaran tawaf. Keberadaannya memudahkan kita dalam mengatur formasi dan posisi selama ibadah berlangsung.

11. Rukun Syami

Rukun Syami menghadap ke arah negeri Syam (Suriah dan sekitarnya). Jarak antar-rukun ini menjadi pedoman penting bagi jemaah dalam memahami struktur bangunan suci secara menyeluruh.

12. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah dinding setengah lingkaran di sisi utara yang secara hukum merupakan bagian dari Ka’bah. Dengan demikian, salat di dalam Hijir Ismail memiliki keutamaan yang sama dengan salat di dalam Ka’bah. Saat tawaf, jemaah wajib mengitari bagian luar dinding ini.

13. Pilar Ka’bah

Di dalam interior Ka’bah, terdapat tiga pilar kuat dari kayu jati Burma yang menopang bangunan. Selain itu, terdapat lemari kecil keemasan untuk menyimpan wewangian khusus yang digunakan untuk membersihkan bagian dalam Baitullah.

Mengetahui bagian-bagian Ka’bah secara detail tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga membantu kita beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib. Pada akhirnya, semoga pemahaman ini membawa kita pada perjalanan Haji dan Umrah yang mabrur.

Siap menunaikan ibadah ke Tanah Suci? Hubungi kami di Arrayyan Almubarak untuk bimbingan manasik yang komprehensif dan jadwal keberangkatan terbaik tahun ini!

Tips Umrah di Musim Dingin: Panduan Lengkap Persiapan hingga Perkiraan Cuaca

Tips Umrah di Musim Dingin: Panduan Lengkap Persiapan hingga Perkiraan Cuaca

Banyak jamaah memilih musim dingin sebagai waktu favorit untuk berangkat ke Tanah Suci. Cuaca sejuk memberikan kenyamanan fisik saat kita menjalankan Thawaf dan Sa’i. Namun, periode Desember 2025 hingga Februari 2026 menuntut persiapan ekstra karena adanya potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Kami telah merangkum panduan strategis agar perjalanan ibadah Anda tetap berjalan lancar dan khusyuk.


Update Cuaca Arab Saudi: Apa yang Perlu Kita Waspadai?

Menurut laporan Saudi Gazette, juru bicara Pusat Meteorologi Nasional (NCM), Hussein Al-Qahtani, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan berlangsung di Saudi, perubahan cuaca yang signifikan di beberapa wilayah utama.

Memahami kondisi lapangan membantu kita merencanakan aktivitas ibadah dengan lebih baik.

Antisipasi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Laporan terbaru menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Madinah dan sekitarnya. Cuaca ini seringkali muncul bersamaan dengan badai petir dan angin kencang. Kita perlu mewaspadai kondisi ini, terutama saat berada di area terbuka masjid.

Bahaya Kabut Tebal di Jalur Transportasi

Jika Anda berencana melakukan perjalanan darat dari Madinah ke Makkah, waspadai kabut tebal yang menyelimuti jalanan pada malam dan dini hari. Kondisi ini secara langsung mengurangi jarak pandang pengemudi. Pastikan Anda memilih jasa transportasi yang mengutamakan standar keamanan tinggi.

Strategi Berpakaian: Tetap Hangat dan Tetap Syar’i

Suhu di Madinah bisa menyentuh angka 12°C. Perbedaan suhu yang kontras antara siang dan malam mengharuskan kita membawa perlengkapan yang tepat.

Memilih Bahan Pakaian yang Sesuai

  • Gunakan Teknik Layering: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat, lalu lapisi dengan sweater atau jaket ringan yang mudah dilepas saat suhu mulai naik di siang hari.
  • Perlengkapan untuk Pria: Anda tetap bisa mengenakan jaket atau mantel di luar kain ihram saat tidak sedang dalam prosesi ibadah wajib.
  • Kebutuhan Jamaah Wanita: Kami menyarankan Anda membawa kaos kaki tebal dan legging hangat untuk melapisi gamis agar suhu tubuh tetap terjaga saat shalat Subuh.

Menjaga Kesehatan di Tengah Udara Kering

Udara dingin di Arab Saudi memiliki kelembapan yang rendah. Kondisi ini seringkali menyebabkan masalah kesehatan ringan namun mengganggu jika kita mengabaikannya.

Lindungi Kulit dan Bibir

Udara kering dapat menyebabkan kulit pecah-pecah hingga berdarah. Bawalah pelembap kulit (lotion) dan lip balm. Pastikan produk tersebut tidak mengandung parfum (non-fragrance) agar tetap aman Anda gunakan saat dalam keadaan ihram.

Jaga Hidrasi Tubuh

Meskipun kita jarang merasa haus saat cuaca dingin, tubuh tetap membutuhkan air dalam jumlah banyak. Minumlah air Zam-zam secara teratur untuk menghindari dehidrasi dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.

Tips Tambahan untuk Ibadah yang Lebih Nyaman

Agar stamina Anda tetap terjaga hingga akhir rangkaian umrah, terapkan langkah-langkah praktis berikut:

  • Pilih Waktu Thawaf yang Tepat: Lakukan Thawaf pada pagi hari atau menjelang sore saat matahari memberikan kehangatan yang cukup.
  • Siapkan Payung dan Jas Hujan: Selalu bawa payung lipat di dalam tas kecil Anda untuk mengantisipasi hujan mendadak di area pelataran masjid.
  • Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Pilihlah sandal atau sepatu yang memiliki sol karet kasar agar Anda tidak terpeleset di lantai masjid yang basah akibat sisa air hujan atau embun.

Wujudkan Ibadah Umrah yang Berkesan Tahun Ini

Persiapan yang matang adalah kunci ketenangan batin. Cuaca dingin bukanlah penghalang, melainkan bumbu yang membuat perjalanan spiritual kita terasa lebih syahdu dan mendalam.

Apakah Anda sudah menyiapkan jadwal keberangkatan umrah tahun ini? Kami siap mendampingi persiapan Anda, mulai dari pengurusan dokumen hingga panduan teknis di lapangan selama musim dingin.

[Konsultasi Program Umrah Musim Dingin 2025 di Sini]

Layanan Konsumsi Haji 2026: Jamaah Dapatkan 111 Kali Makan Bergizi!

Layanan Konsumsi Haji 2026: Jamaah Dapatkan 111 Kali Makan Bergizi!

Pemerintah menempatkan kenyamanan kita semua sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan Haji 2026. Melalui Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah telah merancang skema distribusi makanan yang lebih teratur, bergizi, dan tepat waktu.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar kita semua dapat fokus sepenuhnya pada ibadah tanpa perlu mengkhawatirkan asupan energi harian.


Rincian Total 111 Kali Makan di Tanah Suci

Kabar baik bagi kita semua, frekuensi makan jamaah tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Setiap jamaah akan menerima total 111 kali makan selama berada di Tanah Suci. Pemerintah membagi distribusi konsumsi tersebut berdasarkan durasi tinggal di masing-masing kota:

1. Layanan di Madinah (27 Kali Makan)

Pemerintah menyediakan makan sebanyak 3 kali sehari selama jamaah berada di Madinah. Totalnya, kita akan menerima 27 kali hidangan hangat.

2. Layanan di Makkah (84 Kali Makan)

Mengingat masa tinggal di Makkah lebih panjang, pemerintah menambah porsi hingga 84 kali makan dengan pola yang sama, yakni 3 kali sehari.

3. Perjalanan Antar Kota

Pihak katering juga menyiapkan paket makan khusus untuk perjalanan darat dari Madinah menuju Makkah. Paket ini berfungsi sebagai bekal energi agar fisik kita tetap prima selama di bus.

Jadwal Distribusi yang Disiplin dan Tepat Waktu

Ketepatan waktu menjadi fokus utama dalam Layanan Konsumsi Haji 2026. Gus Irfan menginstruksikan tim katering untuk mendistribusikan sarapan lebih awal. Tujuannya jelas: agar kegiatan konsumsi tidak mengganggu pergerakan kita menuju masjid.

Berikut adalah jadwal distribusi makan (Waktu Arab Saudi) yang akan berlaku:

  • Makan Pagi: Pukul 05.00 – 05.30 (Harus selesai sebelum aktivitas ibadah dimulai).
  • Makan Siang: Pukul 11.00 – 11.30.
  • Makan Malam: Pukul 17.00 – 17.30.

Standar Menu dengan Gizi Seimbang untuk Fisik Prima

Penyusunan menu haji tidak berlangsung sembarangan karena fisik yang sehat adalah kunci ibadah mabrur. Ahli gizi mempertimbangkan setiap hidangan berdasarkan kebutuhan nutrisi dan hidrasi kita di tengah cuaca Arab Saudi yang menantang.

Setiap paket makanan mengandung komponen nutrisi lengkap:

  • Karbohidrat: Hidangan utama berbasis nasi yang akrab dengan lidah Indonesia.
  • Protein: Lauk pauk yang bervariasi setiap harinya (ayam, daging, atau ikan).
  • Serat: Sayuran segar dan buah-buahan untuk menjaga pencernaan.
  • Hidrasi: Air mineral yang selalu tersedia dalam setiap paket makanan.

Fokus Ibadah, Biar Kami yang Menjaga Konsumsi Anda

Peningkatan kualitas Layanan Konsumsi Haji 2026 merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan jamaah Indonesia. Dengan jadwal yang disiplin dan nutrisi yang terjaga, kita dapat melangkah ke rumah Allah dengan hati tenang dan raga sehat.

Bagi kita yang sedang mempersiapkan keberangkatan, mari mulai menjaga pola makan sejak di tanah air. Hal ini membantu tubuh kita lebih mudah beradaptasi dengan rutinitas konsumsi di Tanah Suci nanti.

Ingin tahu lebih banyak tentang persiapan Haji 2026? Kami siap membantu Anda mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran dan bimbingan ibadah.

[Hubungi Konsultan Haji Kami Sekarang]