
Pernahkah Anda membayangkan berdiri di kota yang paling Rasulullah SAW cintai? Kota di mana beliau menghabiskan sepuluh tahun terakhir hidupnya, membangun peradaban Islam dari nol, dan akhirnya dimakamkan di sana. Ya, kita sedang bicara tentang Madinah Al-Munawwarah—kota yang cahayanya nggak akan pernah padam.
Bagi siapa pun yang pernah melakukan ziarah Madinah, pasti merasakan sesuatu yang berbeda. Ada kedamaian yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Ada kerinduan yang terus menggerogoti hati bahkan setelah pulang ke tanah air. Madinah bukan sekadar destinasi wisata religi—dia adalah rumah bagi jiwa yang lelah, tempat hati menemukan ketenangan yang selama ini dicari.
Di artikel ini, kita akan berbagi tentang pengalaman ziarah Madinah, khususnya ke dua tempat yang paling bikin rindu: Raudhah dan Masjid Quba. Siap-siap, karena setelah baca ini, kerinduan Anda ke Madinah bakal makin besar.
Madinah: Kota yang Dicintai Rasulullah
Madinah punya tempat spesial banget di hati setiap muslim. Bukan cuma karena Masjid Nabawi yang megah atau makam Rasulullah yang ada di sana, tapi karena kota ini adalah saksi langsung perjuangan dan kehidupan beliau sehari-hari.
Rasulullah SAW sendiri pernah berdoa: “Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Mekah, bahkan lebih dari itu.” (HR. Bukhari)
Mengapa Madinah Begitu Istimewa?
Ada beberapa alasan kenapa Madinah punya daya tarik luar biasa:
Kota Hijrah Nabi – Di sinilah Rasulullah hijrah dan disambut dengan suka cita oleh kaum Anshar. Bayangin, beliau yang tadinya diusir dari Mekah, diterima dengan tangan terbuka di Madinah.
Tempat Turunnya Banyak Ayat Al-Quran – Mayoritas ayat Al-Quran turun di Madinah. Jadi ketika kita jalan-jalan di kota ini, kita sebenarnya sedang menyusuri jejak turunnya wahyu.
Kota Penuh Berkah – Rasulullah pernah berdoa agar Madinah diberkahi dua kali lipat dari Mekah. Dan Allah mengabulkan doa beliau.
Kota yang Dijaga Malaikat – Konon, di setiap pintu masuk Madinah ada malaikat yang menjaga. Dajjal pun nggak akan bisa masuk ke kota ini.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Madinah, banyak jamaah yang nangis. Bukan karena sedih, tapi karena bahagia yang luar biasa. Ada perasaan “akhirnya sampai juga” yang bikin air mata jatuh begitu saja.
Raudhah: Taman Surga di Dunia

Nah, ini dia tempat yang paling ditunggu-tunggu saat ziarah Madinah: Raudhah. Area kecil di Masjid Nabawi yang terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah ini punya keistimewaan yang nggak main-main.
Rasulullah SAW bersabda: “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangin, ada sepotong surga di dunia ini, dan kita bisa masuk ke sana!
Merasakan Damai di Taman Surga
Raudhah ditandai dengan karpet hijau yang berbeda dari area lain di Masjid Nabawi yang berkarpet merah. Luasnya memang nggak besar—sekitar 22 x 15 meter. Tapi jangan salah, di area kecil inilah jutaan umat Islam dari seluruh dunia berlomba-lomba masuk.
Kenapa semua orang pengen banget masuk Raudhah?
Doa Dikabulkan – Banyak yang percaya doa di Raudhah lebih mudah dikabulkan. Dan memang, banyak banget kisah jamaah yang doanya terkabul setelah berdoa di sini.
Kedamaian yang Luar Biasa – Begitu masuk Raudhah, ada perasaan tenang yang langsung terasa. Seperti semua beban hidup tiba-tiba jadi ringan.
Pahala yang Berlipat – Shalat di Raudhah pahalanya sama dengan shalat di taman surga. Siapa yang nggak mau?
Saat pertama kali berhasil masuk Raudhah (karena antrinya bisa berjam-jam), banyak jamaah yang langsung sujud syukur sambil nangis. Ada yang sampai nggak mau keluar karena ngerasa betah banget. Ada yang bilang, “Rasanya pengen tinggal di sini selamanya.”
Doa dan Dzikir di Raudhah
Karena waktu di Raudhah terbatas (biasanya cuma 10-15 menit per orang), penting banget kita persiapkan doa dari rumah. Jangan sampai udah masuk, eh malah bingung mau ngapain.
Beberapa amalan yang bisa dilakukan di Raudhah:
- Shalat Sunnah 2 Rakaat – Ini prioritas utama. Shalat tahiyatul masjid sekaligus bentuk syukur bisa masuk Raudhah.
- Berdoa untuk Diri Sendiri – Mumpung di tempat mustajab, keluarin semua isi hati. Minta ampun, minta kesehatan, minta rezeki, minta jodoh, minta apa aja yang halal.
- Berdoa untuk Keluarga – Jangan lupa orang tua, suami/istri, anak-anak, saudara. Mereka yang nggak bisa ikut, kita wakili doakan.
- Berdoa untuk Umat Islam – Doakan saudara-saudara kita yang lagi susah, yang lagi sakit, yang lagi dijajah.
- Dzikir dan Baca Al-Quran – Manfaatkan setiap detik dengan dzikir atau baca ayat-ayat pendek.
Yang paling bikin haru itu kalau kita liat ibu-ibu atau bapak-bapak tua yang udah menabung bertahun-tahun buat bisa sampai ke Raudhah. Mereka sujud sambil nangis sejadinya, berharap semua doa mereka dikabulkan Allah. Momen kayak gini yang bikin kita sadar betapa beruntungnya bisa ada di tempat ini.
Masjid Quba: Awal Mula Kedamaian
Kalau Raudhah adalah taman surga, maka Masjid Quba adalah awal mula semuanya. Masjid yang terletak sekitar 3,5 km dari Masjid Nabawi ini adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah dari Mekah.

Masjid Pertama yang Dibangun Nabi
Ceritanya begini: ketika Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah, beliau singgah dulu di daerah Quba selama beberapa hari. Dan di sinilah beliau membangun masjid pertamanya dengan tangan sendiri. Bayangin, batu-batu masjid ini dipasang langsung sama Rasulullah!
Masjid Quba punya suasana yang jauh lebih tenang dibanding Masjid Nabawi. Nggak terlalu ramai, nggak terlalu bising. Tempat yang sempurna buat yang pengen khusyuk beribadah atau sekadar merenung.
Yang bikin banyak orang terharu saat pertama kali datang ke Masjid Quba adalah membayangkan Rasulullah yang lelah setelah perjalanan panjang dari Mekah, masih sempat membangun masjid. Beliau nggak langsung istirahat, tapi malah fokus bangun tempat ibadah dulu. Itu menunjukkan betapa pentingnya masjid dalam kehidupan beliau.
Pahala Shalat di Masjid Quba
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.” (HR. Ahmad, Nasai, Ibnu Majah)
Denger nggak? Pahala umrah cuma dengan shalat di Masjid Quba! Makanya, kalau lagi ziarah Madinah, jangan sampai lewatkan tempat ini.
Tips saat ke Masjid Quba:
- Wudhu dari Hotel – Ikuti sunnah Rasulullah dengan berwudhu dulu di tempat tinggal sebelum berangkat ke Masjid Quba.
- Shalat Minimal 2 Rakaat – Ini yang paling penting. Setelah sampai, langsung shalat dulu.
- Luangkan Waktu Lebih Lama – Karena nggak seramai Masjid Nabawi, manfaatkan untuk duduk lebih lama, baca Quran, atau dzikir.
- Foto dan Renungkan – Ambil foto untuk kenang-kenangan, tapi yang lebih penting, renungkan perjalanan hidup Rasulullah saat membangun masjid ini.
Banyak jamaah yang bilang, pengalaman shalat di Masjid Quba itu beda banget. Ada kekhusyukan yang susah didapat di tempat lain. Mungkin karena kita tahu bahwa lantai yang kita pijak ini adalah tempat yang pernah dipijak Rasulullah. Tembok yang kita lihat ini berdiri di atas fondasi yang beliau bangun sendiri.
Tempat Ziarah Lain yang Penuh Makna
Selain Raudhah dan Masjid Quba, masih banyak tempat bersejarah di Madinah yang layak dikunjungi:
Baqi’: Pemakaman Para Sahabat
Baqi’ adalah pemakaman yang terletak di sebelah Masjid Nabawi. Di sini dimakamkan ribuan sahabat Nabi, termasuk:
- Utsman bin Affan (Khalifah ketiga)
- Fatimah Az-Zahra (putri Rasulullah)
- Hasan bin Ali (cucu Rasulullah)
- Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah)
- Dan ribuan sahabat lainnya
Rasulullah sering mengunjungi Baqi’ untuk mendoakan para sahabat yang dimakamkan di sana. Kita juga bisa ikuti sunnah beliau dengan ziarah ke Baqi’ dan mendoakan mereka.
Gunung Uhud: Saksi Perjuangan Nabi
Gunung Uhud adalah tempat terjadinya Perang Uhud yang terkenal itu. Di kaki gunung ini, ada makam para syuhada Uhud, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah yang sangat beliau sayangi).
Berdiri di depan Gunung Uhud itu bikin merinding. Kita jadi kebayang gimana dahsyatnya pertempuran yang terjadi di sini. Gimana Rasulullah terluka sampai giginya patah. Gimana para sahabat rela mati demi membela Islam.
Masjid Qiblatain: Tempat Bersejarah
Masjid Qiblatain adalah masjid di mana kiblat berubah dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Bayangkan, di tengah-tengah shalat, turun wahyu yang memerintahkan untuk mengubah arah kiblat. Dan jamaah yang lagi shalat langsung putar arah! Ini bukti nyata ketaatan sahabat kepada perintah Allah.
Tips Ziarah Madinah yang Berkesan
Biar ziarah Madinah makin berkesan dan nggak cuma jadi wisata biasa, ikuti tips berikut:
Persiapan Sebelum Berangkat
Niat yang Benar – Luruskan niat bahwa kita ke Madinah untuk ibadah, bukan cuma jalan-jalan. Niat yang benar akan bikin perjalanan jadi lebih bermakna.
Pelajari Sejarah Madinah – Baca buku atau tonton video tentang sejarah Madinah sebelum berangkat. Nanti kalau udah sampai di sana, kita bakal lebih ngerti dan lebih terharu.
Siapkan Daftar Doa – Buat daftar orang-orang yang mau kita doakan dan hal-hal yang mau kita minta ke Allah. Jangan sampai udah di tempat mustajab, malah bingung mau doa apa.
Kondisi Fisik yang Fit – Jaga kesehatan sebelum berangkat. Ziarah Madinah itu butuh banyak jalan kaki, jadi pastikan kondisi tubuh prima.
Belajar Adab Ziarah – Pelajari adab-adab ziarah ke Masjid Nabawi dan tempat-tempat suci lainnya. Ada tata cara khusus yang sebaiknya kita ikuti.
Saat di Madinah:
- Perbanyak shalat di Masjid Nabawi, karena satu shalat di sana pahalanya 1000 kali lipat
- Jangan terlalu fokus foto-foto, tapi lebih fokus ke ibadah
- Manfaatkan waktu untuk murojaah hafalan atau khatam Quran
- Ikuti kajian-kajian ilmu yang ada di masjid
- Bersedekah kepada fakir miskin di sekitar Masjid Nabawi
Setelah Pulang:
- Jaga amalan yang udah diperbaiki di Madinah
- Ceritakan pengalaman spiritual (bukan sekadar foto-foto) kepada orang lain
- Doakan teman-teman yang belum sempat ke Madinah
- Mulai nabung lagi untuk bisa balik ke Madinah
Wujudkan Kerinduan Anda ke Kota Nabi

Setelah baca artikel ini, pasti kerinduan Anda ke Madinah makin nggak ketahan, kan? Bayangin bisa berdiri di Raudhah, sujud di tempat yang pahalanya sama dengan taman surga. Bayangin bisa shalat di Masjid Quba yang dibangun langsung sama Rasulullah. Bayangin bisa merasakan kedamaian yang cuma bisa dirasakan di kota kesayangan Nabi.
Semua itu bukan cuma mimpi. Anda bisa mewujudkannya sekarang juga.
Kami menyediakan paket umroh dan haji yang dirancang khusus agar Anda bisa merasakan pengalaman spiritual yang mendalam di Madinah. Dengan bimbingan ustadz berpengalaman, akomodasi nyaman dekat Masjid Nabawi, dan jadwal yang fleksibel untuk ziarah ke tempat-tempat bersejarah, perjalanan Anda akan jadi momen yang nggak terlupakan.
Jangan tunda lagi kerinduan Anda. Kunjungi website kami sekarang dan temukan paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mari kita bersama-sama merasakan kedamaian di kota yang paling Rasulullah cintai.
Kesimpulan
Ziarah Madinah adalah pengalaman yang mengubah hidup. Kedamaian yang Anda rasakan di Raudhah, kekhusyukan saat shalat di Masjid Quba, air mata yang tumpah saat mengingat perjuangan Rasulullah—semua itu akan jadi kenangan yang terus hidup di hati.
Madinah mengajarkan kita bahwa ketenangan sejati nggak datang dari harta atau jabatan, tapi dari kedekatan dengan Allah dan cinta kepada Rasul-Nya. Jadi kalau hati Anda lagi gelisah, kalau pikiran lagi kacau, mungkin sudah waktunya untuk pulang ke Madinah—kota di mana hati menemukan rumahnya.
Semoga kita semua diberi kesempatan untuk terus dan terus lagi mengunjungi kota mulia ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.