13 Bagian-bagian Ka’bah yang Wajib Jemaah Haji & Umrah Tahu

13 Bagian-bagian Ka’bah yang Wajib Jemaah Haji & Umrah Tahu

Bekasi – Ka’bah merupakan bangunan suci yang memiliki kedudukan paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bangunan yang berdiri kokoh di area Masjidil Haram ini menjadi arah kiblat utama dalam pelaksanaan salat. Oleh karena itu, setiap tahun jutaan jemaah mendatangi Baitullah untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Berdasarkan catatan sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa agung ini terekam dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 127:

“(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”

Namun, terdapat pula pendapat ahli sejarah yang menyebutkan bahwa Ka’bah sebenarnya telah ada sejak masa Nabi Adam AS. Menurut pandangan ini, Nabi Ibrahim AS hanya membangun kembali Ka’bah di atas fondasi yang sudah ada sebelumnya. Memahami bagian-bagian Ka’bah sangatlah penting bagi jemaah agar ibadah menjadi lebih bermakna. Berikut adalah rinciannya:

Hajar Aswad

1. Hajar Aswad (Batu Hitam)

Hajar Aswad adalah batu mulia dari surga yang berada di salah satu sudut Ka’bah. Selain itu, batu ini menjadi tanda dimulainya tawaf. Mengutip buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa Hajar Aswad adalah permata surga (yaqut). Meskipun demikian, warnanya berubah menjadi hitam akibat dosa-dosa manusia, sebagaimana riwayat HR Tirmidzi.

2. Multazam (Tempat Mustajab)

Multazam merupakan area istimewa yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan jarak sekitar dua meter.
Selanjutnya, jemaah sangat disarankan untuk memperbanyak doa di sini. Saat berdoa, kita disunnahkan menempelkan pipi, dada, dan kedua lengan ke dinding Ka’bah sebagai bentuk penghambaan yang tulus.

3. Maqam Ibrahim

Batu ini dahulu menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun bagian atas Ka’bah. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125 memerintahkan kita untuk menjadikan sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Saat ini, bekas pijakan tersebut terlindungi oleh penutup berwarna keemasan di depan pintu Ka’bah.waf.

4. Pintu Ka’bah

Pintu yang kita lihat saat ini merupakan hadiah dari Raja Khalid bin Abdul Aziz. Terbuat dari emas murni 99,99% seberat 280 kilogram, pintu ini memiliki tinggi 3,1 meter. Dahulu, Ka’bah memiliki dua pintu yang sejajar dengan tanah, namun kaum Quraisy kemudian merombaknya menjadi satu pintu yang lebih tinggi.

5. Syadzarwan

Syadzarwan adalah bagian melengkung di dasar dinding Ka’bah untuk melindungi fondasi. Menurut buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram karya Mansya Aji Putra, Abdullah bin Zubair membangun bagian ini untuk mencegah rembesan air hujan. Oleh karena itu, mayoritas ulama (Syafi’i, Maliki, dan Hambali) melarang jemaah menyentuh bagian ini saat tawaf agar putarannya tetap sah.

6. Kiswah (Kain Penutup)

Kiswah adalah kain sutra hitam penutup Ka’bah yang dihiasi kaligrafi benang emas setinggi 14 meter. Berdasarkan kitab Al-Kakbah Al-Musyarrafah, Abdullah bin Az-Zubair adalah orang pertama yang memasangkan kiswah sutra. Setiap awal bulan Muharam, petugas selalu melakukan prosesi penggantian kain suci ini.

7. Atap Ka’bah

Pada awalnya, bangunan Ka’bah tidak memiliki atap. Namun, seiring waktu, para penguasa membangun atap untuk melindunginya. Sejak perbaikan oleh Al-Hajjaj pada tahun 74 Hijriah, struktur dua lapis atap dengan marmer putih ini tetap dipertahankan hingga sekarang.

8. Mizab Ar-Rahman (Talang Air)

Pancuran sepanjang 2,58 meter ini berfungsi membuang air hujan dari atap. Terbuat dari perak berlapis emas, Mizab Ar-Rahman memastikan atap Ka’bah tidak tergenang air saat hujan deras melanda Makkah.

9. Rukun Yamani

Sudut ini menghadap ke arah Yaman. Mengutip buku Manasik ‘Umrah Nabi Muhammad karya H. Brilly El-Rasheed, kita disunnahkan menyentuh sudut ini dengan tangan kanan tanpa menciumnya, sembari membaca doa sapu jagat (Rabbana aatina fid dunya hasanah…).

10. Rukun Iraqi

Berada di sisi utara menghadap ke arah Irak, sudut ini menjadi penanda penting bagi jemaah saat melakukan putaran tawaf. Keberadaannya memudahkan kita dalam mengatur formasi dan posisi selama ibadah berlangsung.

11. Rukun Syami

Rukun Syami menghadap ke arah negeri Syam (Suriah dan sekitarnya). Jarak antar-rukun ini menjadi pedoman penting bagi jemaah dalam memahami struktur bangunan suci secara menyeluruh.

12. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah dinding setengah lingkaran di sisi utara yang secara hukum merupakan bagian dari Ka’bah. Dengan demikian, salat di dalam Hijir Ismail memiliki keutamaan yang sama dengan salat di dalam Ka’bah. Saat tawaf, jemaah wajib mengitari bagian luar dinding ini.

13. Pilar Ka’bah

Di dalam interior Ka’bah, terdapat tiga pilar kuat dari kayu jati Burma yang menopang bangunan. Selain itu, terdapat lemari kecil keemasan untuk menyimpan wewangian khusus yang digunakan untuk membersihkan bagian dalam Baitullah.

Mengetahui bagian-bagian Ka’bah secara detail tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga membantu kita beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib. Pada akhirnya, semoga pemahaman ini membawa kita pada perjalanan Haji dan Umrah yang mabrur.

Siap menunaikan ibadah ke Tanah Suci? Hubungi kami di Arrayyan Almubarak untuk bimbingan manasik yang komprehensif dan jadwal keberangkatan terbaik tahun ini!