Memasuki awal tahun, pemerintah Arab Saudi melakukan beberapa pembaruan terkait syarat umroh terbaru 2026 guna meningkatkan kenyamanan jamaah global. Bagi Anda yang berencana berangkat dalam waktu dekat, sangat penting untuk memahami perubahan aturan teknis, terutama mengenai validitas visa dan penggunaan platform digital seperti Nusuk.
Update Visa Umroh dan Aturan Ibadah di Raudhah
Beberapa poin dalam syarat umroh terbaru 2026 mencakup fleksibilitas visa yang kini memungkinkan jamaah untuk berkunjung ke berbagai kota di Arab Saudi dengan durasi tinggal yang lebih lama. Namun, ada aturan ketat terkait ibadah di Raudhah:
Aplikasi Nusuk: Semua jamaah wajib memiliki akun Nusuk yang terverifikasi untuk mendapatkan izin (tasrikh) masuk ke Raudhah.
Frekuensi Kunjungan: Aturan terbaru membatasi frekuensi kunjungan ke Raudhah guna memberikan kesempatan yang adil bagi jutaan jamaah lainnya.
Asuransi Kesehatan: Pastikan paket perjalanan Anda sudah mencakup asuransi kesehatan yang diakui oleh otoritas Saudi untuk mengantisipasi kebutuhan medis darurat.
Memilih Mitra Perjalanan yang Selalu Update
Mengikuti perkembangan syarat umroh terbaru 2026 bisa menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Di sinilah pentingnya memilih biro perjalanan yang memiliki akses informasi langsung dan terpercaya. Kami selalu memastikan setiap jamaah kami mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan aplikasi Nusuk dan aturan terbaru lainnya sebelum keberangkatan.
Untuk membantu Anda mempersiapkan diri, akan tersedia promo menarik di setiap pameran kita yang mencakup sesi konsultasi gratis mengenai aturan visa terbaru. Jangan lupa juga untuk membaca tentang Makna Bulan Sya’ban sebagai bagian dari persiapan batin Anda. Informasi lebih lanjut mengenai visa juga dapat Anda lihat di portal Visit Saudi.
Kesiapan informasi adalah separuh dari kelancaran ibadah. Dengan memahami syarat umroh terbaru 2026, Anda dapat menghindari kendala teknis dan fokus sepenuhnya pada ibadah di Tanah Suci.
Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis informasi penting terkait aturan Haji 2026 Kemenag. Salah satu poin krusial yang ditekankan tahun ini adalah penerapan skema “Istitha’ah Kesehatan” sebagai syarat utama sebelum jamaah diperbolehkan melakukan pelunasan biaya haji. Langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan setiap jamaah memiliki kondisi fisik yang mumpuni dalam menjalankan rangkaian ibadah yang berat di Tanah Suci nanti.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Jamaah Haji Tahun Ini?
Berdasarkan aturan Haji 2026 Kemenag, proses pengecekan kesehatan kini dilakukan lebih awal dan lebih komprehensif. Berikut adalah poin-poin yang wajib diperhatikan oleh calon jamaah:
Pemeriksaan Kesehatan Tahap Awal: Meliputi pengecekan kondisi kronis dan kemampuan fisik dasar.
Skema Pelunasan: Jamaah hanya bisa melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan oleh tim medis terkait.
Dokumen Bio-Visa: Penggunaan teknologi biometrik melalui aplikasi resmi Saudi Bio tetap menjadi syarat mutlak untuk penerbitan visa haji.
Konsultasi Terpercaya untuk Rencana Haji Anda
Memahami regulasi pemerintah yang sering berubah memang membutuhkan ketelitian. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk terus memantau informasi resmi atau berkonsultasi langsung dengan pihak penyelenggara yang terdaftar secara legal. Kami selalu berkomitmen memberikan informasi transparan mengenai aturan dari Kementerian Agama.
Bagi Sahabat yang masih memiliki keraguan terkait pendaftaran atau ingin tahu lebih dalam mengenai teknis keberangkatan, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim kami. Perlu diingat bahwa akan tersedia promo menarik di setiap pameran kita yang bisa Anda manfaatkan untuk berkonsultasi secara lebih personal. Anda juga bisa melihat Persiapan Fisik Umroh sebagai referensi awal menjaga kesehatan.
Ibadah haji adalah perjalanan fisik dan spiritual yang besar. Dengan mengikuti aturan Haji 2026 Kemenag secara tertib, langkah Anda menuju Baitullah akan terasa lebih tenang dan terencana. Mari kita siapkan diri dengan sebaik mungkin.
Bagi banyak dari kita, rencana berangkat Umroh atau membawa keluarga berlibur ke luar negeri bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan impian yang seringkali dikumpulkan dari tabungan sedikit demi sedikit, disertai doa-doa panjang di setiap sujud.
Namun, di tengah banyaknya informasi yang berseliweran, tak jarang muncul rasa ragu: “Apakah travel ini bisa dipercaya?”, “Apakah fasilitasnya sesuai dengan janji?”, atau “Bagaimana jika nanti ada kendala di lapangan?”. Keraguan ini sangat manusiawi, karena Anda ingin memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan keluarga.
Ketenangan Hati Dimulai dari Sebuah Pertemuan
Di era serba digital ini, kita memang bisa memesan apa saja lewat aplikasi. Namun, untuk perjalanan yang melibatkan nilai spiritual dan kenyamanan keluarga, bertemu langsung masih menjadi cara terbaik untuk membangun kepercayaan.
Ada rasa tenang yang berbeda ketika Anda bisa menatap mata orang yang akan mengurus perjalanan Anda. Anda bisa bertanya langsung tanpa melalui chatbot, melihat detail akomodasi secara transparan, dan merasakan ketulusan layanan yang diberikan. Itulah mengapa kami ingin hadir lebih dekat dengan Anda, bukan hanya sebagai penyedia jasa, tapi sebagai mitra perjalanan yang bisa Anda ajak berdiskusi santai.
Kami Hadir di Summarecon Mall Bekasi untuk Anda
Untuk menjawab kebutuhan akan rasa tenang dan aman tersebut, [Nama Travel Anda] hadir di tengah hangatnya suasana keluarga di Bekasi. Kami ingin mengundang Anda untuk mengobrol, berbagi cerita tentang rencana perjalanan Anda, sambil menikmati waktu bersama keluarga.
Catat detail kehadiran kami:
Lokasi: Summarecon Mall Bekasi (SMB)
Tanggal: 26 Januari – 8 Februari 2026
Lebih dari Sekadar Konsultasi
Datang ke pameran bukan berarti Anda harus langsung bertransaksi. Jadikan ini momen untuk mengumpulkan informasi yang valid dan melihat langsung bagaimana cara kami bekerja. Dan tentu saja, sebagai bentuk apresiasi bagi Sahabat yang hadir langsung, akan tersedia promo menarik di setiap pameran kita.
Kami percaya, promo tersebut hanyalah bonus. Nilai utamanya adalah kepastian bahwa Anda telah menemukan mitra perjalanan yang tepat, yang siap menjaga amanah Anda sejak titik keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Jangan biarkan keraguan menghambat langkah Anda menuju Baitullah atau destinasi impian. Mari bertatap muka, berjabat tangan, dan mulai merajut rencana perjalanan Anda dengan hati yang tenang.
Sampai jumpa di Summarecon Mall Bekasi. Mari kita buat rencana perjalanan Anda menjadi nyata tahun ini.
Pernahkah Anda merasa lelah menunggu? Menunggu antrean keberangkatan yang panjang, atau menunggu dana tabungan terkumpul agar bisa segera bersujud di depan Ka’bah?
Bulan Rajab ini kembali menyapa kita dengan sebuah pengingat yang luar biasa indah: Peristiwa Isra Mi’raj. Sebuah perjalanan melintasi ruang dan waktu yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah SAW. Namun, jika kita selami lebih dalam, Isra Mi’raj bukan sekadar mukjizat tentang perjalanan kilat, melainkan tentang jawaban atas sebuah kerinduan dan kesabaran yang luar biasa.
Jawaban Allah atas “Tahun Kesedihan”
Sebelum Isra Mi’raj terjadi, Rasulullah SAW melewati masa yang disebut Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Beliau kehilangan pelindung utamanya, Abu Thalib, dan istri tercinta, Sayyidah Khadijah RA. Di tengah titik terberat dalam hidupnya, Allah menghibur Rasul-Nya dengan mengundang beliau ke “rumah-Nya”—perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Pesan ini sangat relevan untuk kita sekarang. Mungkin saat ini kita sedang merasa “sedih” karena rindu yang belum tuntas ke Baitullah, atau merasa sulit menembus hambatan teknis perjalanan. Percayalah, setiap niat tulus sedang Allah persiapkan jawabannya.
Pelajaran untuk Musafir Modern: Niat, Persiapan, dan Keteguhan
Belajar dari perjalanan suci ini, ada tiga hal yang bisa kita terapkan sebagai musafir di zaman modern:
Pentingnya “Kendaraan” yang Tepat: Rasulullah menggunakan Buraq. Kita pun dalam beribadah perlu dukungan sistem dan persiapan yang amanah agar perjalanan tenang.
Adab Seorang Musafir: Perjalanan suci menuntut kesucian hati. Sebelum melangkah secara fisik ke Mekkah atau Madinah, mari kita “umrohkan” hati kita terlebih dahulu dengan memperbaiki ibadah harian.
Menghargai Proses: Rasulullah tidak langsung sampai ke langit ketujuh, ada tahapan-tahapan yang dilalui. Begitu juga dengan rencana perjalanan kita, nikmati setiap proses menabung dan persiapannya.
Menjadikan Isra Mi’raj Momentum Menguatkan Niat di 2026
Di tahun 2026 ini, akses menuju Baitullah kini semakin dimudahkan dengan berbagai inovasi teknologi dan layanan. Kami di Arrayyan Al Mubarak berkomitmen untuk menjadi bagian dari perjalanan suci Anda dengan layanan yang transparan dan profesional, layaknya rekan perjalanan yang amanah.
Jangan biarkan kerinduan itu padam. Jadikan momen Isra Mi’raj tahun ini sebagai titik balik untuk kembali mengatur strategi, memperbaiki persiapan, dan tentu saja, memperbanyak doa agar nama kita segera masuk dalam daftar tamu Allah tahun ini.
Apakah tahun 2026 adalah waktu bagi Anda untuk menjawab panggilan-Nya? Kami siap membantu mewujudkan rencana perjalanan suci Anda dengan hati yang tulus.
Ingin berkonsultasi mengenai paket umroh atau persiapan perjalanan ke Baitullah? Hubungi tim kami melalui WhatsApp di [Nomor WhatsApp] atau klik link di bio untuk informasi lebih lanjut. Mari kita melangkah bersama menuju tanah suci.
Tetap terhubung dengan keluarga di Indonesia menjadi prioritas setiap jemaah. Per 5 Januari 2026, penyedia layanan telekomunikasi di Saudi melakukan penyesuaian tarif paket data khusus umroh. Memahami harga kartu SIM Arab Saudi Januari 2026 akan membantu Anda memilih provider yang paling hemat sesuai durasi perjalanan.
Mengapa Anda Harus Memilih Provider Lokal?
Banyak jemaah tergoda menggunakan paket roaming dari Indonesia. Namun, faktanya sinyal provider lokal jauh lebih kuat dan stabil saat berada di dalam area Masjidil Haram atau perbukitan Makkah. Selain itu, harga kartu SIM Saudi lokal menawarkan kuota yang jauh lebih besar dengan biaya yang lebih murah.
Perbandingan Harga Kartu SIM Saudi 2026
Berdasarkan data pasar per 5 Januari 2026, berikut adalah tiga pilihan provider utama untuk jemaah:
1. Provider STC (Saudi Telecom Company)
STC memiliki jangkauan sinyal paling luas di Arab Saudi. Paket “Sawa Ziyarah” menjadi favorit jemaah karena kestabilannya.
Harga: 80 Riyal (Sekitar Rp345.000).
Fasilitas: Kuota 10GB dan akses media sosial selama 4 minggu.
Keunggulan: Sinyal tetap kuat meski di dalam lift hotel yang dalam.
2. Provider Mobily
Mobily memberikan penawaran menarik bagi Anda yang sering melakukan panggilan video (video call).
Harga: 75 Riyal (Sekitar Rp325.000).
Fasilitas: Kuota utama 8GB dan bonus kuota malam yang melimpah.
Keunggulan: Proses aktivasi yang sangat cepat di bandara.
3. Provider Zain Saudi
Jika Anda membutuhkan internet tanpa batas untuk keperluan bisnis atau komunikasi intensif, Zain adalah solusinya.
Harga: 110 Riyal (Sekitar Rp475.000).
Fasilitas: Paket Unlimited data untuk durasi satu minggu.
Keunggulan: Kecepatan 5G yang sangat tinggi di area Madinah.
Tips Menghemat Penggunaan Data selama Umroh
Kita bisa menekan pengeluaran internet dengan melakukan beberapa langkah cerdas. Pertama, selalu manfaatkan Wi-Fi hotel saat ingin mengunduh atau mengunggah konten video berdurasi panjang. Kedua, matikan fitur pembaruan otomatis pada aplikasi ponsel Anda. Ketiga, pastikan Anda membeli kartu di gerai resmi untuk mendapatkan harga kartu SIM Saudi yang asli.
Jangan lupa untuk membaca panduan Tips Hemat Umroh Mandiri kami agar rencana perjalanan Anda tetap sesuai anggaran. Mengatur koneksi internet sejak dini akan menjaga kekhusyukan ibadah Anda tanpa gangguan komunikasi.
Jangan Umrah dulu kalau masih ragu cari travel yang terpercaya!
Banyak orang bisa berangkat Umrah. Tapi tidak semua bisa beribadah dengan tenang.
“Yang penting sampai Mekkah…” Ternyata banyak jamaah baru sadar setelah di sana: hotel jauh, jadwal padat, dan bingung saat ibadah.
Arrayyan memastikan kamu didampingi dari awal sampai pulang, ✅Hotel Dekat ✅Jadwal Rapi ✅Ustadz Pembimbing Berpengalaman ✅dan Izin Resmi Terverifikasi.
Karena ibadah seumur hidup ini layak dijalani dengan nyaman dan aman tanpa kendala apapun.
Masih ada keraguan di dalam hati? Konsultasi aja, gratis disini!
Arab Saudi Larang Anak di Bawah 12 Tahun Haji 2026
Pemerintah Arab Saudi resmi melarang anak-anak di bawah 12 tahun mengikuti ibadah haji mulai musim 2026. Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan menghadapi suhu ekstrem di Tanah Suci. Suhu panas sering memicu kelelahan dan heatstroke pada jamaah rentan.
Portal Nusuk Haji Pastikan Aturan Baru Portal resmi Nusuk Haji telah mengonfirmasi aturan tersebut. Calon jamaah wajib berusia minimal 12 tahun untuk mendapatkan izin haji.
Keputusan ini muncul setelah suhu di Makkah melebihi 40°C dalam dua musim terakhir. Suhu tinggi membuat perjalanan antar lokasi ritual terasa semakin berat bagi fisik jamaah.
Keamanan Jamaah Jadi Prioritas Utama Petugas medis sering menemukan jamaah yang mengalami penurunan kondisi fisik. Meski pemerintah sudah menambah fasilitas pendingin, aktivitas haji tetap menuntut fisik yang kuat. Arab Saudi berharap pembatasan usia ini mampu meningkatkan keselamatan seluruh peserta haji.
Pemerintah Perketat Syarat Kesehatan Arab Saudi juga memperketat syarat kesehatan (istitha’ah) bagi jamaah tahun 2026. Hanya jamaah yang sehat secara medis yang boleh berangkat. Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan proses pemeriksaan kesehatan tersebut.
Pemeriksaan di Bandara Arab Saudi Petugas akan memeriksa ulang kesehatan jamaah saat tiba di bandara. Pemerintah Indonesia akan menarik pulang jamaah yang tidak memenuhi syarat medis. Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Mereka memberikan pelatihan manasik kesehatan sepanjang tahun bagi calon jamaah.
Persiapkan Haji Bersama Kami! Anda bisa mempersiapkan segala kebutuhan keberangkatan dengan aman bersama Arrayyan Travel. Kami menyediakan pendampingan medis dan informasi regulasi terbaru agar ibadah Anda tetap nyaman dan sesuai aturan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan Layanan Haji 2026 melalui penguatan kapasitas petugas. Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf, secara resmi membuka Training of Trainers (TOT) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).
Fokus Utama Menhaj Gus Irfan dalam Layanan Haji 2026
Kualitas petugas menentukan kenyamanan jemaah di Tanah Suci. Oleh karena itu, Menhaj menekankan tiga pilar utama bagi para fasilitator:
Bimbingan Inspiratif: Fasilitator harus mampu membimbing petugas dari berbagai latar belakang agar siap melayani dinamika jemaah yang beragam.
Profesionalisme dan Empati: Petugas wajib menguasai aspek manajerial, kesehatan, dan perlindungan jemaah dengan landasan nilai keikhlasan.
Satu Narasi Kebijakan: Kemenhaj menata ekosistem yang terukur agar tidak ada perbedaan pesan atau penafsiran aturan di lapangan.
Detail Pelaksanaan TOT PPIH 1447 H / 2026 M
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memaparkan rincian teknis kegiatan ini. Berikut adalah data penting yang menjadi fondasi penguatan Layanan Haji 2026:
Durasi Kegiatan: TOT berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 5 hingga 8 Januari 2026.
Jumlah Peserta: Sebanyak 179 peserta mengikuti TOT ini.
Komposisi Tim: Peserta terdiri atas pembina, narasumber, fasilitator, hingga pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri.
Cakupan Wilayah: Melibatkan perwakilan dari 15 embarkasi di seluruh Indonesia.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pelayanan
Tahun ini, pemerintah menunjukkan keseriusan dengan menerapkan Diklat petugas haji selama satu bulan penuh. Menhaj Gus Irfan mengapresiasi dedikasi petugas tahun lalu yang bahkan rela tidur di Arafah dan Mina demi melayani jemaah.
Namun, melalui pelatihan intensif ini, kita berharap petugas tahun ini memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan terintegrasi. Fasilitator memegang peran strategis sebagai penjaga standar mutu yang akan membentuk karakter petugas di Makkah, Madinah, hingga fase puncak di Armuzna.
Bekasi – Ka’bah merupakan bangunan suci yang memiliki kedudukan paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bangunan yang berdiri kokoh di area Masjidil Haram ini menjadi arah kiblat utama dalam pelaksanaan salat. Oleh karena itu, setiap tahun jutaan jemaah mendatangi Baitullah untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Berdasarkan catatan sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa agung ini terekam dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 127:
“(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”
Namun, terdapat pula pendapat ahli sejarah yang menyebutkan bahwa Ka’bah sebenarnya telah ada sejak masa Nabi Adam AS. Menurut pandangan ini, Nabi Ibrahim AS hanya membangun kembali Ka’bah di atas fondasi yang sudah ada sebelumnya. Memahami bagian-bagian Ka’bah sangatlah penting bagi jemaah agar ibadah menjadi lebih bermakna. Berikut adalah rinciannya:
1. Hajar Aswad (Batu Hitam)
Hajar Aswad adalah batu mulia dari surga yang berada di salah satu sudut Ka’bah. Selain itu, batu ini menjadi tanda dimulainya tawaf. Mengutip buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa Hajar Aswad adalah permata surga (yaqut). Meskipun demikian, warnanya berubah menjadi hitam akibat dosa-dosa manusia, sebagaimana riwayat HR Tirmidzi.
2. Multazam (Tempat Mustajab)
Multazam merupakan area istimewa yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan jarak sekitar dua meter. Selanjutnya, jemaah sangat disarankan untuk memperbanyak doa di sini. Saat berdoa, kita disunnahkan menempelkan pipi, dada, dan kedua lengan ke dinding Ka’bah sebagai bentuk penghambaan yang tulus.
3. Maqam Ibrahim
Batu ini dahulu menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun bagian atas Ka’bah. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125 memerintahkan kita untuk menjadikan sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Saat ini, bekas pijakan tersebut terlindungi oleh penutup berwarna keemasan di depan pintu Ka’bah.waf.
4. Pintu Ka’bah
Pintu yang kita lihat saat ini merupakan hadiah dari Raja Khalid bin Abdul Aziz. Terbuat dari emas murni 99,99% seberat 280 kilogram, pintu ini memiliki tinggi 3,1 meter. Dahulu, Ka’bah memiliki dua pintu yang sejajar dengan tanah, namun kaum Quraisy kemudian merombaknya menjadi satu pintu yang lebih tinggi.
5. Syadzarwan
Syadzarwan adalah bagian melengkung di dasar dinding Ka’bah untuk melindungi fondasi. Menurut buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram karya Mansya Aji Putra, Abdullah bin Zubair membangun bagian ini untuk mencegah rembesan air hujan. Oleh karena itu, mayoritas ulama (Syafi’i, Maliki, dan Hambali) melarang jemaah menyentuh bagian ini saat tawaf agar putarannya tetap sah.
6. Kiswah (Kain Penutup)
Kiswah adalah kain sutra hitam penutup Ka’bah yang dihiasi kaligrafi benang emas setinggi 14 meter. Berdasarkan kitab Al-Kakbah Al-Musyarrafah, Abdullah bin Az-Zubair adalah orang pertama yang memasangkan kiswah sutra. Setiap awal bulan Muharam, petugas selalu melakukan prosesi penggantian kain suci ini.
7. Atap Ka’bah
Pada awalnya, bangunan Ka’bah tidak memiliki atap. Namun, seiring waktu, para penguasa membangun atap untuk melindunginya. Sejak perbaikan oleh Al-Hajjaj pada tahun 74 Hijriah, struktur dua lapis atap dengan marmer putih ini tetap dipertahankan hingga sekarang.
8. Mizab Ar-Rahman (Talang Air)
Pancuran sepanjang 2,58 meter ini berfungsi membuang air hujan dari atap. Terbuat dari perak berlapis emas, Mizab Ar-Rahman memastikan atap Ka’bah tidak tergenang air saat hujan deras melanda Makkah.
9. Rukun Yamani
Sudut ini menghadap ke arah Yaman. Mengutip buku Manasik ‘Umrah Nabi Muhammad karya H. Brilly El-Rasheed, kita disunnahkan menyentuh sudut ini dengan tangan kanan tanpa menciumnya, sembari membaca doa sapu jagat (Rabbana aatina fid dunya hasanah…).
10. Rukun Iraqi
Berada di sisi utara menghadap ke arah Irak, sudut ini menjadi penanda penting bagi jemaah saat melakukan putaran tawaf. Keberadaannya memudahkan kita dalam mengatur formasi dan posisi selama ibadah berlangsung.
11. Rukun Syami
Rukun Syami menghadap ke arah negeri Syam (Suriah dan sekitarnya). Jarak antar-rukun ini menjadi pedoman penting bagi jemaah dalam memahami struktur bangunan suci secara menyeluruh.
12. Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah dinding setengah lingkaran di sisi utara yang secara hukum merupakan bagian dari Ka’bah. Dengan demikian, salat di dalam Hijir Ismail memiliki keutamaan yang sama dengan salat di dalam Ka’bah. Saat tawaf, jemaah wajib mengitari bagian luar dinding ini.
13. Pilar Ka’bah
Di dalam interior Ka’bah, terdapat tiga pilar kuat dari kayu jati Burma yang menopang bangunan. Selain itu, terdapat lemari kecil keemasan untuk menyimpan wewangian khusus yang digunakan untuk membersihkan bagian dalam Baitullah.
Mengetahui bagian-bagian Ka’bah secara detail tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga membantu kita beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib. Pada akhirnya, semoga pemahaman ini membawa kita pada perjalanan Haji dan Umrah yang mabrur.
Siap menunaikan ibadah ke Tanah Suci? Hubungi kami di Arrayyan Almubarak untuk bimbingan manasik yang komprehensif dan jadwal keberangkatan terbaik tahun ini!