Perbedaan Haji Khusus dan Haji Furoda, Ini Penjelasannya!

Perbedaan Haji Khusus dan Haji Furoda, Ini Penjelasannya!

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap muslim. Seiring tingginya minat masyarakat, pemerintah bersama pihak swasta menghadirkan beberapa pilihan program haji, di antaranya haji reguler, haji khusus (sering disebut haji plus), dan haji furoda. Dua program terakhir kerap dianggap serupa karena sama-sama menawarkan fasilitas lebih baik dibandingkan haji reguler. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara haji khusus dan haji furoda yang penting dipahami sebelum menentukan pilihan.

Perbedaan Haji Furoda dan Haji Khusus

Berbeda dengan haji reguler yang sepenuhnya berada di bawah kuota pemerintah Indonesia, haji furoda dan haji khusus memiliki skema keberangkatan yang lebih fleksibel. Haji furoda merupakan program haji khusus yang menggunakan visa undangan resmi dari pemerintah Arab Saudi atau dikenal dengan visa mujamalah. Artinya, kuota jemaah tidak diambil dari alokasi pemerintah Indonesia, melainkan langsung dari Arab Saudi.

Sementara itu, haji khusus atau haji plus adalah program haji yang disediakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dengan kuota terbatas. Meski demikian, fasilitas yang diberikan umumnya lebih baik dibandingkan haji reguler, serta waktu tunggunya jauh lebih singkat. Selain perbedaan dasar tersebut, berikut penjelasan detail perbedaan haji furoda dan haji khusus dari berbagai aspek.

1. Penyelenggara

Perbedaan pertama dapat dilihat dari sisi penyelenggara. Haji furoda diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro travel resmi yang telah terdaftar di Kementerian Agama RI. Pihak inilah yang mengurus seluruh proses, termasuk pengajuan visa mujamalah dari pemerintah Arab Saudi.

Adapun haji khusus juga dikelola oleh PIHK atau badan hukum yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Agama. Biasanya, paket ini ditawarkan oleh pihak swasta dengan variasi layanan dan fasilitas sesuai kelas yang dipilih calon jemaah.

2. Biaya

Dari segi biaya, perbedaan haji furoda dan haji khusus cukup signifikan. Pada tahun 2024, biaya haji khusus berada di kisaran Rp159,7 juta hingga sekitar Rp958,4 juta, tergantung fasilitas yang ditawarkan.

Sementara itu, biaya haji furoda cenderung lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp372,2 juta hingga Rp970,9 juta. Harga yang lebih mahal ini sebanding dengan kemudahan tanpa antrean dan fasilitas premium yang didapatkan jemaah.

3. Visa

Aspek visa menjadi pembeda paling krusial. Jemaah haji furoda menggunakan visa yang diterbitkan langsung oleh pemerintah Arab Saudi, yaitu visa mujamalah atau visa undangan khusus.

Sebaliknya, jemaah haji khusus menggunakan visa haji yang dikeluarkan melalui Kementerian Agama RI sesuai dengan kuota resmi pemerintah Indonesia. Perbedaan sumber visa inilah yang memengaruhi waktu tunggu dan kepastian keberangkatan.

4. Waktu Tunggu

Dalam hal waktu tunggu, haji furoda unggul secara signifikan. Jemaah haji furoda tidak perlu menunggu bertahun-tahun karena keberangkatan dapat dilakukan di tahun yang sama selama visa mujamalah telah diterbitkan.

Berbeda dengan haji khusus, jemaah tetap harus menunggu sesuai antrean kuota pemerintah Indonesia, meskipun waktunya relatif lebih singkat dibandingkan haji reguler, yaitu sekitar 5–9 tahun.

5. Durasi Tinggal

Perbedaan selanjutnya terlihat pada durasi tinggal di Arab Saudi. Dibandingkan haji reguler, baik haji furoda maupun haji khusus memiliki masa tinggal yang lebih singkat.

Jemaah haji khusus umumnya berada di Tanah Suci sekitar 25 hari. Sementara itu, durasi haji furoda lebih fleksibel dan singkat, berkisar antara 16 hingga 24 hari, tergantung paket dan kebijakan penyelenggara.

6. Fasilitas

Dari sisi fasilitas, keduanya sama-sama menawarkan layanan eksklusif, seperti hotel dekat Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, konsumsi terjamin, serta transportasi yang nyaman. Namun, haji furoda biasanya memiliki standar fasilitas yang lebih mewah.

Jemaah haji furoda dapat menikmati penerbangan langsung menggunakan Saudi Airlines menuju Jeddah serta fasilitas transit hotel di Mina. Inilah yang membuat haji furoda sering disebut sebagai paket haji paling premium.

Memahami perbedaan haji khusus dan haji furoda akan membantu Anda memilih program ibadah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan. Jika saat ini Anda belum berkesempatan menunaikan haji, Anda tetap dapat memaksimalkan ibadah ke Tanah Suci melalui paket umroh dari Arrayyan. Dengan pilihan paket umroh yang nyaman, fasilitas berkualitas, dan pendampingan profesional, Arrayyan siap menjadi partner perjalanan ibadah Anda menuju Baitullah dengan khusyuk dan tenang. Segera rencanakan umroh Anda bersama Arrayyan dan wujudkan kerinduan ke Tanah Suci sejak sekarang.

Multazam: Pengertian, Keistimewaan dan Tata Cara

Multazam: Pengertian, Keistimewaan dan Tata Cara

Multazam merupakan salah satu tempat yang sangat istimewa dan sarat makna dalam tradisi ibadah haji dan umrah. Tempat ini menjadi tujuan utama jamaah ketika berada di Masjidil Haram untuk melantunkan doa dan bermunajat kepada Allah SWT. Banyak jamaah yang merasa haru dan khusyuk saat berada di depan Multazam karena keyakinan bahwa tempat ini memiliki keutamaan khusus dalam dikabulkannya doa.

Apa Itu Multazam?

Multazam adalah bagian dari dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Secara istilah, kata Multazam berasal dari bahasa Arab iltazama yang berarti “merapatkan diri”, karena orang yang berdoa di tempat ini dianjurkan untuk merapatkan tubuhnya pada dinding Ka’bah saat bermunajat kepada Allah SWT.

Menurut referensi buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah, Multazam disebut sebagai tempat dimana Allah SWT mengharuskan atas diri-Nya untuk menerima permohonan dari hamba-Nya yang mengangkat tangan dan berdoa dengan tulus. Karena itulah, lokasi ini menjadi tempat mustajab yang sangat dirindukan oleh jamaah haji dan umrah.

Keistimewaan Multazam

Multazam memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya menjadi tujuan utama jamaah saat berada di Masjidil Haram:

  • Tempat Mustajab Berdoa: Multazam dikenal sebagai tempat yang dikabulkannya doa oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa doa yang dilantunkan di Multazam akan dijawab oleh Allah SWT, insya Allah.
  • Pusat Kekhusyuan Jamaah: Banyak jamaah yang menangis dan terharu saat bermunajat di tempat ini karena perasaan dekat dengan Allah saat berada di depan Ka’bah dan setelah selesai melakukan thawaf.
  • Makna Spiritual Mendalam: Kata iltazama yang berarti “merapat” juga mengandung pelajaran spiritual tentang bergantung hanya kepada Allah, memohon ampunan, serta menampakkan rasa cinta kepada Sang Pencipta.

Tata Cara Berdoa di Multazam

Berdoa di Multazam memiliki tata cara yang disunnahkan berdasarkan riwayat dari Nabi Muhammad SAW, yakni:

  1. Menemukan Lokasi Multazam: Multazam terletak di dinding Ka’bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Pada saat tawaf, jamaah berusaha untuk menuju bagian ini setelah menyelesaikan thawaf.
  2. Merapatkan Diri: Sunnah untuk merapatkan dada, wajah, tangan dan lengan ke dinding Ka’bah saat berdoa. Cara ini mencerminkan keikhlasan dan rasa bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
  3. Berdoa dengan Khusyuk: Saat berada di Multazam, jamaah dapat melantunkan doa apa pun sesuai dengan kebutuhan hati mereka. Tidak ada doa tertentu yang wajib dibaca; yang utama adalah doa yang tulus dan khusyuk.
  4. Mengangkat Doa Dengan Imannya: Jelaskan kebutuhan, harapan, dan hajat yang ingin dicapai kepada Allah SWT dengan keyakinan kuat bahwa Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan doa hamba-Nya yang beriman.

Sunnah Nabi Menempelkan Tubuh di Multazam

Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menempelkan dada, wajah, serta tangan beliau di Multazam sambil berdoa. Tindakan ini menjadi contoh bagi para jamaah yang ingin mendekatkan diri secara fisik dan spiritual kepada Ka’bah serta Sang Pemiliknya.

Menempelkan tubuh di Multazam bukan sekadar bentuk fisik, tetapi juga menyiratkan ketundukan total kepada Allah, pengakuan akan dosa, serta permohonan ampunan. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini mencerminkan sikap seorang hamba yang sadar tidak memiliki tempat kembali selain kepada Allah SWT.

Multazam adalah salah satu momen spiritual yang paling dirindukan oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah haji atau umrah. Keistimewaan tempat ini sebagai lokasi mustajab untuk berdoa memberikan pengalaman yang penuh haru dan keyakinan spiritual yang mendalam. Jika kamu bercita-cita merasakan langsung suasana khusyuk berdoa di Multazam dan ingin mendapatkan bimbingan ibadah yang profesional, paket umroh dari Arrayyan siap membantu mewujudkan impianmu ke Tanah Suci dengan layanan terbaik, fasilitas nyaman, dan pendampingan ahli agar ibadahmu lebih tenang dan khusyuk.

Baitul Maqdis, Lokasi hingga Arti Pentingnya

Baitul Maqdis, Lokasi hingga Arti Pentingnya

Baitul Maqdis merupakan salah satu wilayah paling bersejarah dan sakral di muka bumi. Kota ini bukan hanya menjadi pusat peradaban kuno, tetapi juga memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bagi umat Muslim, Baitul Maqdis bukan sekadar nama geografis, melainkan simbol tauhid, persatuan para nabi, serta saksi berbagai peristiwa besar dalam sejarah kenabian. Hingga kini, keberadaan Baitul Maqdis terus menjadi perhatian dunia karena nilai spiritual dan historis yang tak tergantikan.

Lokasi Baitul Maqdis dan Sejarahnya

Baitul Maqdis dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia yang telah dihuni sejak kurang lebih 4.000 tahun sebelum Masehi. Kota ini terletak di wilayah yang kini dikenal dengan nama Yerusalem. Dalam sejarah panjangnya, Baitul Maqdis menjadi tempat persinggahan dan dakwah banyak nabi Allah. Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Ya’qub AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, hingga Nabi Isa AS disebut pernah hidup, bermukim, atau menyebarkan ajaran tauhid di wilayah ini.

Dalam perspektif Islam, Baitul Maqdis memiliki arti yang sangat agung karena di sanalah berdiri Masjid al-Aqsha, masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid al-Aqsha juga dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum perintah pengalihan kiblat ke Ka’bah diturunkan.

Salah satu landmark paling terkenal di kompleks Masjid al-Aqsha adalah Qubbat ash-Shakhrah atau Dome of the Rock. Bangunan berkubah emas ini diyakini sebagai tempat Rasulullah SAW berpijak sebelum melakukan perjalanan Mi’raj menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa besar ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah al-Isra ayat pertama, yang secara langsung menyebut Masjid al-Aqsha sebagai tujuan perjalanan Isra Rasulullah SAW.

Penegasan tentang kedudukan Baitul Maqdis juga disampaikan oleh Abdallah el-Khatib dalam artikelnya “Jerusalem in the Qur’an” yang dimuat dalam British Journal of Middle Eastern Studies pada Mei 2001. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menyebutkan Baitul Maqdis atau Yerusalem sebanyak kurang lebih 70 kali, baik secara eksplisit maupun implisit, yang tersebar dalam 21 surah. Penyebutan tersebut menggunakan istilah seperti tanah suci (al-‘ardhu al-muqaddasah), tanah yang diberkahi, serta kota yang diberkahi.

Beberapa ayat Al-Qur’an yang merujuk pada Baitul Maqdis antara lain terdapat dalam Surah al-Maidah ayat 21, Surah al-A’raf ayat 137, Surah al-Anbiya ayat 71 dan 81, serta Surah Saba’ ayat 18. Seluruh rujukan tersebut menunjukkan bahwa Baitul Maqdis adalah wilayah yang diberkahi Allah SWT dan memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah keimanan manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Maidah ayat 21:

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitul Maqdis) yang telah Allah tentukan bagimu dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Maidah [5]: 21)

Arti Penting Baitul Maqdis bagi Umat Islam

Baitul Maqdis memiliki berbagai keutamaan yang menjadikannya sangat istimewa di hati kaum Muslimin. Tidak hanya sebagai wilayah yang diberkahi, kota ini juga menjadi saksi peristiwa-peristiwa besar yang berkaitan langsung dengan akidah dan ibadah umat Islam.

1. Saksi Perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah SAW

Salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam adalah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra merupakan perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis. Perjalanan ini dilakukan dalam satu malam dengan kehendak Allah SWT.

Menurut tulisan Semiotika Isra Mi’raj karya Muhbib Abdul Wahab, peristiwa Isra mengandung makna simbol persatuan risalah tauhid. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW didatangi oleh Buraq, makhluk berwarna putih yang lebih tinggi dari keledai dan lebih kecil dari bighal. Dengan menunggangi Buraq, Rasulullah SAW tiba di Baitul Maqdis hanya dalam sekejap mata.

Setibanya di sana, para nabi, rasul, dan malaikat telah berkumpul. Adzan dan iqamat dikumandangkan, kemudian Malaikat Jibril mempersilakan Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Rasulullah SAW pun mengimami shalat berjamaah bersama para nabi dan rasul, sebuah peristiwa yang melambangkan kepemimpinan beliau sebagai penutup para nabi dan penghubung umat manusia dengan Allah SWT.

Baitul Maqdis menjadi titik akhir perjalanan Isra sebelum Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menegaskan bahwa Baitul Maqdis merupakan jalur spiritual yang menghubungkan bumi dan langit serta simbol kesatuan visi tauhid seluruh nabi.

2. Kiblat Pertama Umat Islam

Sebelum turunnya perintah pengalihan kiblat, umat Islam melaksanakan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Hal ini menjadikan Baitul Maqdis sebagai kiblat pertama umat Islam. Beberapa waktu kemudian, Allah SWT menurunkan wahyu agar Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin menghadap ke Ka’bah di Masjidil Haram.

Perintah tersebut tertuang dalam Surah al-Baqarah ayat 144. Peristiwa perpindahan kiblat ini memiliki hikmah besar, salah satunya untuk menegaskan identitas Islam yang mandiri dan berbeda dari agama sebelumnya. Meskipun kiblat berpindah, kedudukan Baitul Maqdis tetap mulia dan tidak berkurang sedikit pun di sisi umat Islam.

Dalam beberapa riwayat hadits dijelaskan bahwa wahyu perpindahan kiblat turun ketika Rasulullah SAW sedang melaksanakan shalat, baik di Masjid Quba maupun di Masjid Bani Salimah. Sejak saat itu, Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Islam menghadap Ka’bah hingga hari kiamat.

3. Tempat Tegaknya Kekhilafahan di Akhir Zaman

Baitul Maqdis juga memiliki peran penting dalam nubuwat Rasulullah SAW mengenai akhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Hawalah Al-Azdi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tegaknya kekhilafahan di bumi Baitul Maqdis merupakan tanda dekatnya berbagai peristiwa besar menjelang kiamat.

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Baitul Maqdis akan kembali menjadi pusat kepemimpinan umat Islam pada masa yang telah Allah tentukan. Beberapa ulama dan riwayat menyebutkan bahwa peristiwa ini kemungkinan terjadi pada masa kepemimpinan Al-Mahdi. Hal ini semakin menegaskan posisi strategis dan spiritual Baitul Maqdis dalam perjalanan sejarah umat Islam, baik di masa lalu maupun masa depan.

Keutamaan Baitul Maqdis mengajarkan kita bahwa perjalanan spiritual umat Islam tidak hanya terikat pada satu tempat, tetapi terhubung oleh sejarah tauhid yang panjang dan penuh hikmah. Menyadari betapa agungnya Masjidil Aqsha dan tanah suci yang diberkahi ini, sudah sepatutnya kita memperkuat kecintaan kepada Islam dengan memperbanyak ibadah dan ziarah ke tanah-tanah suci. Melalui paket umroh bersama Arrayyan, Anda tidak hanya menunaikan ibadah umroh dengan nyaman dan terarah, tetapi juga menapaki jejak spiritual Rasulullah SAW dan para nabi, memperdalam makna iman, serta memperkuat ikatan hati dengan sejarah Islam yang mulia. Saatnya wujudkan niat umroh Anda bersama Arrayyan, sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghidupkan kembali semangat tauhid dalam setiap perjalanan ibadah.

Bacaan Doa Minum Air Zam Zam Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa Minum Air Zam Zam Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Air Zam Zam merupakan salah satu anugerah terbesar yang Allah SWT berikan kepada umat Islam. Tidak hanya menjadi simbol sejarah panjang keimanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya, air Zam Zam juga diyakini memiliki keutamaan spiritual serta manfaat kesehatan yang luar biasa. Oleh karena itu, meminum air Zam Zam tidak dilakukan sembarangan, melainkan dianjurkan untuk disertai doa dan niat yang baik agar keberkahannya semakin sempurna.

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika meminum air Zam Zam. Doa-doa ini bersumber dari para sahabat Nabi dan ulama, serta mengandung permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Berikut bacaan doa minum air Zam Zam lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya.

Doa Minum Air Zam Zam

Berikut ini beberapa doa minum air zam-zam yang biasa dilafalkan oleh muslimin:

1. Doa Minum Air Zam Zam dari Ibnu عباس r.a

Doa ini merupakan doa yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Muhammad SAW, Ibnu Abbas r.a. Doa ini sering dibaca oleh kaum muslimin ketika meminum air Zam Zam, dengan harapan mendapatkan keberkahan dalam hidup.

Teks Arab:

اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء

Latin:

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari setiap penyakit.”

Doa ini mengandung permohonan yang sangat lengkap, meliputi aspek ilmu, rezeki, dan kesehatan. Ketiganya merupakan kebutuhan utama manusia dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus sebagai bekal menuju akhirat.

2. Doa Minum Air Zam Zam dari Syekh Al-Bujairimi

Doa berikut ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa air Zam Zam akan memberikan manfaat sesuai dengan niat orang yang meminumnya. Oleh sebab itu, doa ini menekankan niat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bacaan doa:

“Allāhumma innahū qad balaghanī ‘an nabiyyika annahū qāla, ‘mā’u zamzama li mā syuriba lah,’ wa anā asyrabuhū li sa‘ādatid duniyā wal ākhirah. Allāhumma faf‘al”

Artinya:

“Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai kepadaku sabda Nabi-Mu bahwa air Zam Zam bermanfaat sesuai dengan tujuan diminumnya. Aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, kabulkanlah.”

Doa ini mengajarkan pentingnya niat yang lurus saat meminum air Zam Zam, sebab manfaatnya sangat bergantung pada tujuan dan keyakinan orang yang meminumnya.

3. Doa Minum Air Zam Zam Lainnya

Selain doa-doa di atas, terdapat bacaan doa lain yang biasa dibaca saat meminum air Zam Zam sambil berdiri dan menghadap kiblat, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Teks Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin:

“Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa shifa’an min kulli da’in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin.”

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit dan kelemahan, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Doa ini mempertegas keyakinan bahwa air Zam Zam bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga sarana doa dan harapan kepada Allah SWT.

Air Zam Zam sebagai Obat Berbagai Penyakit

Rasulullah SAW bersabda bahwa air Zam Zam akan memberikan manfaat sesuai dengan niat orang yang meminumnya. Zam Zam berasal dari bahasa Arab yang bermakna “melimpah” atau “banyak”, sesuai dengan kenyataannya yang tidak pernah kering meski telah mengalir ribuan tahun. Mata air ini muncul atas izin Allah SWT sebagai bentuk pertolongan kepada Siti Hajar dan Nabi Ismail AS di sekitar Ka’bah.

Dalam berbagai literatur klasik, air Zam Zam dikenal dengan banyak nama, seperti hafirat Abdul Muthalib, suqya, al-ruwa’, hamzat Jibril, dan rakdhat Jibril. Setiap nama tersebut merujuk pada sejarah, manfaat, dan kemuliaan air Zam Zam itu sendiri. Umat Islam meyakini bahwa air Zam Zam memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki air lainnya.

Seiring perkembangan zaman, banyak penelitian ilmiah yang mencoba mengungkap keistimewaan air Zam Zam. Salah satunya dilakukan oleh Masaru Emoto, yang menemukan bahwa molekul air Zam Zam memiliki struktur kristal yang indah dan teratur. Dalam berbagai hasil penelitian lain disebutkan bahwa air Zam Zam bebas dari bakteri dan kaya akan mineral penting seperti kalsium, magnesium, bikarbonat, potassium, dan sodium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun jauh sebelum penelitian ilmiah dilakukan, Rasulullah SAW telah menjelaskan keutamaan air Zam Zam. Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas disebutkan bahwa air Zam Zam adalah sebaik-baik air di muka bumi, dapat mengenyangkan seperti makanan dan menjadi obat bagi berbagai penyakit.

Kisah Abu Dzar r.a. menjadi bukti nyata keistimewaan tersebut. Ia pernah bertahan hidup selama sebulan di Makkah hanya dengan meminum air Zam Zam tanpa merasakan lapar. Rasulullah SAW pun membenarkan bahwa air Zam Zam adalah makanan yang penuh berkah. Selain itu, banyak ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyah yang mengakui kesembuhan penyakitnya setelah meminum air Zam Zam dengan penuh keyakinan dan doa.

Tidak heran jika hingga kini umat Islam begitu bersemangat untuk meminum air Zam Zam, baik untuk kesehatan, kecerdasan, kemudahan menghafal Al-Qur’an, maupun sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.

Keutamaan air Zam Zam tidak hanya mengajarkan kita tentang manfaat fisik, tetapi juga kekuatan niat dan doa dalam setiap ibadah. Jika Anda ingin merasakan langsung keberkahan air Zam Zam di Tanah Suci, menjalani ibadah dengan khusyuk, serta memperbanyak doa di tempat mustajab, Arrayyan Travel siap menemani perjalanan umroh Anda dengan pelayanan amanah dan fasilitas terbaik. Segera wujudkan niat umroh Anda bersama paket umroh Arrayyan, dan rasakan pengalaman ibadah yang lebih tenang, nyaman, serta penuh makna.

12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Mekkah

12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Mekkah

Mekkah Al-Mukarramah merupakan kota suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia. Setiap sudut kota ini menyimpan keutamaan dan keberkahan luar biasa, terutama sebagai tempat dikabulkannya doa. Tidak heran jika jamaah umrah dan haji selalu memanfaatkan momen keberadaan mereka di Tanah Suci untuk memperbanyak doa, dzikir, dan munajat kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa waktu dan tempat yang diyakini sebagai tempat mustajab, yaitu kondisi atau lokasi di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Di Mekkah, terdapat sejumlah lokasi yang secara khusus dianjurkan bagi umat Islam untuk berdoa dengan penuh kekhusyukan. Mengetahui dan memahami tempat-tempat tersebut akan membantu jamaah memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Tempat Mustajab di Makkah: 12 Lokasi yang Dianjurkan untuk Berdoa

Mekkah memiliki banyak lokasi istimewa yang berkaitan langsung dengan sejarah Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Rasulullah SAW. Lokasi-lokasi ini bukan hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki keutamaan spiritual tinggi. Berikut adalah 12 tempat doa mustajab di Mekkah yang dianjurkan untuk dimanfaatkan oleh jamaah haji maupun umrah.

1. Ketika Thawaf

Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran merupakan ibadah inti dalam umrah dan haji. Ketika melakukan thawaf, jamaah berada sangat dekat dengan Baitullah, rumah Allah yang penuh kemuliaan. Para ulama sepakat bahwa doa yang dipanjatkan saat thawaf termasuk doa yang mustajab.

Selama thawaf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat, serta doa-doa personal sesuai kebutuhan masing-masing. Tidak ada doa khusus yang diwajibkan, sehingga jamaah bebas memohon apa saja kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.

2. Ketika di Multazam

Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa. Banyak riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat sering menempelkan dada dan pipi mereka di Multazam sambil berdoa dengan sungguh-sungguh.

Di tempat ini, jamaah dianjurkan berdoa dengan penuh pengharapan, memohon ampunan, keselamatan, dan kebaikan dunia akhirat. Karena letaknya yang sangat terbatas, jamaah perlu bersabar dan menjaga adab ketika ingin berdoa di Multazam.

3. Di bawah Mizab (talang Ka’bah)

Mizab adalah talang emas Ka’bah yang mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah ke area Hijr Ismail. Berdoa di bawah Mizab dipercaya sebagai doa yang mustajab karena lokasi ini termasuk bagian dari Ka’bah.

Ketika hujan turun di Masjidil Haram, jamaah sering memanfaatkan momen ini untuk berdiri di bawah Mizab, memanjatkan doa dengan harapan rahmat Allah turun bersama tetesan air hujan tersebut.

4. Ketika berada di dalam Ka’bah

Berada di dalam Ka’bah merupakan kesempatan yang sangat langka dan istimewa. Bagi jamaah yang mendapat kesempatan masuk, maka dianjurkan untuk memperbanyak shalat dan doa. Seluruh area di dalam Ka’bah adalah tempat mustajab.

Doa yang dipanjatkan di dalam Ka’bah diyakini memiliki keutamaan yang sangat besar karena berada tepat di pusat kiblat umat Islam sedunia.

5. Ketika berada di Sumur Zamzam

Sumur Zamzam memiliki sejarah panjang yang terkait dengan Nabi Ismail AS dan ibunya, Siti Hajar. Air Zamzam dikenal memiliki keberkahan dan manfaat luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.

Saat meminum air Zamzam, jamaah dianjurkan membaca doa dan menyampaikan niat khusus, baik untuk kesembuhan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, maupun perlindungan dari keburukan.

6. Ketika di Shafa & Marwah

Bukit Shafa dan Marwah merupakan bagian dari ritual sa’i. Kedua tempat ini memiliki keutamaan tinggi karena berkaitan dengan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya. Di puncak Shafa dan Marwah, jamaah disunnahkan menghadap Ka’bah, bertakbir, bertahlil, dan berdoa.

Doa yang dipanjatkan di dua bukit ini termasuk doa mustajab karena dilakukan dalam rangkaian ibadah yang penuh pengorbanan dan keikhlasan.

7. Saat Berlari di antara Shafa dan Marwah

Pada bagian tertentu antara Shafa dan Marwah, jamaah laki-laki disunnahkan untuk berlari kecil (raml). Meskipun berlari, jamaah tetap dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa dalam hati.

Momentum sa’i mengajarkan keteguhan, kesabaran, dan tawakal. Oleh karena itu, doa yang dipanjatkan selama sa’i memiliki nilai spiritual yang tinggi.

8. Ketika berada di Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat membangun Ka’bah. Setelah thawaf, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, jika kondisi memungkinkan.

Setelah shalat, doa yang dipanjatkan di area ini dipercaya sebagai doa yang mustajab karena tempat tersebut merupakan saksi ketaatan dan keteguhan Nabi Ibrahim AS.

9. Ketika berada di Padang Arafah

Padang Arafah merupakan tempat paling utama dalam rangkaian ibadah haji. Wukuf di Arafah menjadi puncak ibadah haji, bahkan disebut sebagai inti dari haji itu sendiri.

Doa di Arafah dikenal sebagai doa terbaik dan paling mustajab. Rasulullah SAW menyebut bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa sepanjang waktu wukuf.

10. Ketika di Muzdalifah

Muzdalifah adalah tempat jamaah bermalam setelah meninggalkan Arafah. Di lokasi ini, jamaah mengumpulkan batu untuk melontar jumrah dan memperbanyak dzikir serta doa.

Meskipun bersifat transit, Muzdalifah tetap memiliki keutamaan spiritual sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji yang sarat makna.

11. Ketika berada di Mina

Mina merupakan tempat jamaah menginap dan melakukan ritual melontar jumrah. Selain melaksanakan ibadah, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir selama berada di Mina.

Setiap aktivitas di Mina merupakan simbol ketaatan dan perjuangan melawan hawa nafsu, sehingga doa yang dipanjatkan di tempat ini memiliki nilai spiritual tinggi.

12. Ketika melempar Jumrah di tiga tempat

Melontar jumrah melambangkan penolakan terhadap godaan setan. Saat melakukan lempar jumrah, jamaah dianjurkan bertakbir dan memperkuat niat dalam hati.

Usai melontar jumrah, jamaah memiliki waktu untuk berdoa, memohon perlindungan dari kejahatan serta meminta kekuatan iman untuk menjalani kehidupan setelah pulang dari Tanah Suci.

Mengetahui dan memanfaatkan tempat-tempat mustajab di Mekkah merupakan kesempatan berharga yang tidak selalu bisa diraih setiap orang. Agar ibadah Anda semakin khusyuk, terarah, dan penuh makna, persiapkan perjalanan umroh dengan layanan terpercaya. Arrayyan Tour & Travel menghadirkan paket umroh nyaman, pembimbing berpengalaman, serta bimbingan ibadah yang membantu jamaah memaksimalkan setiap doa di Tanah Suci. Wujudkan niat suci Anda bersama Arrayyan dan raih pengalaman umroh yang tenang, terencana, dan penuh keberkahan.