Simak Ini! Ini Dia 7 Tips Umroh Pertama Kali Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Ibadah Umrah menjadi salah satu impian bagi para umat Islam di seluruh dunia. Namun, bagi mereka yang belum pernah melaksanakan Umrah, mengetahui berbagai tips Umrah pertama kali menjadi suatu hal penting demi lancarnya ibadah.

Dikutip dari buku Umrah, Ahmad Alawiy (2020: 27), kata Umrah dalam bahasa Arab, yang artinya ziarah. Artian lebih luasnya, Umrah berarti menziarahi Ka’bah, melaksanakan tawaf, bersa’i antara Shafa – Marwah, mencukur rambut, dan bisa dilakukan setiap waktu.

Umrah menjadi salah satu ibadah bagi umat Islam, yang memerlukan berbagai persiapan khusus dalam melaksanakannya. Meski begitu, para jamaah Arrayyan dapat mempersiapkan hal tersebut dengan mengikuti 7 tips Umrah pertama kali berikut ini.

1. Persiapkan dokumen yang diperlukan

Sebelum berangkat, pastikan jamaah telah memeriksa semua dokumen yang diperlukan untuk perjalanan ibadah umroh. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran jamaah saat proses pemeriksaan oleh tim imigrasi di bandara.

Dokumen tersebut di antaranya paspor, visa umroh, tiket pesawat. Pastikan semua dokumen tersebut masih aktif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Pelajari tata cara umroh

Mempelajari tata cara umroh adalah langkah penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Jamaah perlu memahami setiap langkah pelaksanaan ibadah Umrah (umroh), mulai dari berihram, tawaf, sa’i dan tahalul, hal ini bisa dipelajari melalui buku atau video.

3. Menjaga kesehatan tubuh

Kesehatan adalah aset berharga selama perjalanan Umrah (umroh). Pastikan jamaah menjalani pemeriksaan kesehatan secara lengkap sebelum keberangkatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi yang mungkin akan diperlukan nantinya.

Selain itu, lakukan vaksinasi yang diperlukan sesuai dengan persyaratan kesehatan yang berlaku dalam peraturan pelaksanaan ibadah Umrah.

4. Bawalah pakaian seperlunya

Pakaian yang digunakan selama ibadah Umrah memiliki aturan khusus. Pastikan jamaah membawa pakaian ihram yang sesuai, serta pakaian yang cocok dengan cuaca di Tanah Suci. Juga, jangan lupa untuk membawa perlengkapan keseharian yang nyaman.

5. Rencanakan Akomodasi dengan Baik

Pastikan jamaah telah memesan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan. Ada banyak pilihan akomodasi di Makkah dan Madinah, mulai dari hotel mewah paket eksekutif paket ekonomis. Pilihlah yang sesuai dengan anggaran dan keperluan jamaah.

6. Rencanakan budgeting keuangan dengan baik

Merencanakan budgeting anggaran keuangan untuk ibadah Umrah adalah hal wajib yang perlu dilakukan. Anggaran ini mencakup biaya perjalanan Umrah (umroh) dan bekal saat di Tanah Suci.

7. Berdoa dan Mentaati Aturan

Persiapan terakhir yang perlu dilakukan adalah berdoa dan senantiasa mentaati segala aturan yang ditetapkan pihak travel maupun pemerintah dalam pelaksanaan ibadah umroh.

Dengan mengikuti 7 tips umroh pertama kali di atas. Semoga dapat memberikan referensi bagi jamaah Arrayyan Al Mubarak dalam melakukan berbagai persiapan ibadah umroh ke Tanah Suci. Semoga perjalanan ibadah Umrah dapat berjalan lancar, dan diterima oleh Allah Swt.

Syarat baru mengurus paspor untuk Umroh dan Haji

Syarat baru mengurus paspor untuk Umroh dan Haji

Dilansir dari situs Ditjen Imigrasi, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Silmy Karim menyampaikan bahwa rekomendasi Kementerian Agama (Kemenag) sudah tidak menjadi syarat pengurusan paspor untuk Umrah.

Diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 18 tahun 2022 Pasal 4. Adapun pencabutan rekomendasi Kementerian Agama sebagai syarat pengurusan paspor untuk Umrah tercantum dalam Surat Direktur Jenderal Imigrasi perihal Pelayanan Penerbitan Paspor RI bagi Jamaah Haji dan Umrah nomor IMI-GR.01.01-0070 tertanggal 22 Februari 2023.

Dirjen Imigrasi menjelaskan, dicabutnya syarat rekomendasi Kemenag bukan berarti Imigrasi tidak melakukan pengawasan. Ia menegaskan, Imigrasi akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pemohon paspor yang diduga dapat melakukan penyalahgunaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan di kantor Imigrasi serta Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di bandara, melalui wawancara singkat oleh petugas Imigrasi. Pada dasarnya, penerbitan paspor Haji dan Umrah sama hal dengan paspor biasa (hijau), perbedaannya pada kelengkapan dokumen dan pencantuman nama (minimal dua suku kata).

Berikut syarat umum permohonan paspor baru untuk Haji/Umrah:

  1. Permohonan paspor biasa dapat diajukan oleh warga negara Indonesia, baik di dalam maupun luar wilayah Indonesia;
  2. Paspor biasa terdiri atas paspor biasa elektronik (e-paspor) dan paspor biasa nonelektronik;
  3. Paspor biasa diterbitkan dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian;
  4. Permohonan paspor biasa dapat diajukan secara manual atau elektronik dengan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan;
  5. Bagi calon jemaah haji diterbitkan paspor biasa 48 halaman. Pada saat hari keberangkatan, masa berlaku paspor calon jemaah haji paling sedikit enam bulan;
  6. Pengajuan permohonan dapat dilakukan secara perorangan (mandiri) atau diurus oleh Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota;
  7. Nama calon jemaah haji yang tercantum pada paspor paling sedikit dua suku kata dan maksimal empat suku kata (jika kurang dari dua suku dapat mencantumkan nama ayah/kakek);
  8. Proses penerbitan paspor untuk calon jemaah haji dilaksanakan melalui Sistem Penerbitan Paspor Terpadu/SPPT yaitu pemohon (calon jemaah haji) datang ke kantor Imigrasi dengan membawa kelengkapan persyaratan dan pada hari yang sama dilakukan pengambilan data biometrik foto dan wawancara.

Persyaratan dokumen:

  1. Kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;
  2. Kartu keluarga (KK);
  3. Dokumen berupa akta kelahiran, akta perkawinan, buku nikah, atau ijazah;
  4. Surat kewarganegaraan Indonesia bagi orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  5. Surat penetapan ganti nama (bagi yang telah mengganti nama) dari pejabat yang berwenang;
  6. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.

Cara mendaftar m-paspor:

Melakukan pendaftaran melalui aplikasi m-Paspor yang dapat diunduh melalui App Store atau Google Play. Permohonan manual dapat dilakukan dengan cara berikut.

  1. Isi data di aplikasi yang disediakan pada loket permohonan dan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan;
  2. Tunggu Pejabat Imigrasi memeriksa dokumen kelengkapan persyaratan;
  3. Dapatkan tanda terima permohonan dan kode pembayaran dari Pejabat Imigrasi setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap;
  4. Jika dokumen persyaratan dinyatakan belum lengkap, terima dokumen permohonan yang dikembalikan pejabat Imigrasi. Permohonan dianggap ditarik kembali.

Mekanisme pengesahan di kantor Imigrasi:

  1. Pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan persyaratan;
  2. Pembayaran biaya paspor;
  3. Pengambilan foto dan sidik jari;
  4. Wawancara;
  5. Verifikasi;
  6. Adjudikasi.

*Aplikasi m-Paspor ini telah terintegrasi dengan sistem pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang memungkinkan status pembayaran langsung terupdate di aplikasi. Pembayaran bisa dilakukan 15 digit kode billing/MPN G2 lewat multikanal seperti ATM, m-banking/internet banking, marketplace, minimarket, dan kantor pos.

Biaya pembuatan paspor:

  1. Paspor biasa nonelektronik 48 halaman Rp350.000;
  2. Paspor biasa elektronik 48 halaman Rp650.000;
  3. Layanan percepatan paspor (selesai pada hari yang sama) Rp1.000.000.

Jangan lupa buat paspor kamu sebelum berangkat umrah ya..

Semoga bermanfaat.

Sumber : https://indonesia.go.id/kategori/keimigrasian/6937/syarat-baru-mengurus-paspor-haji-dan-umrah?lang=1