Keistimewaan Bulan Syawal, Bulan Kemanangan Umat Islam

Setelah bulan Ramadhan yang penuh dengan ibadah dan peningkatan spiritual, datang dengan keistimewaan tersendiri bagi umat Muslim. Ini adalah waktu yang dinanti-nantikan dan dirayakan dengan sukacita yang mendalam. Mari kita telusuri beberapa keistimewaan yang membuat Bulan Syawal begitu istimewa:

1. Hari Raya Idul Fitri: Merayakan Kemenangan

Bulan Syawal dimulai dengan momen yang paling diinginkan oleh umat Islam, yaitu Hari Raya Idul Fitri. Ini adalah momen kemenangan spiritual setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan. Di hari ini, umat Muslim berkumpul dalam kesatuan, meninggalkan perbedaan dan saling memaafkan. Suasana sukacita memenuhi udara saat salam persaudaraan diucapkan, dan cinta serta kedamaian mengalir dalam setiap doa yang terucap.

2. Puasa Enam Hari: Meningkatkan Kebajikan

Setelah merayakan Idul Fitri, Bulan Syawal masih menawarkan kesempatan emas untuk meningkatkan kebaikan. Puasa enam hari di bulan Syawal dianggap memiliki keutamaan yang besar di mata Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri akan memberikan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Ini adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk terus memperkuat hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT.

3. Bulan untuk Bersilaturahmi

Keutamaan bulan Syawal tentunya menjadi ajang bagi umat Islam untuk melakukan bersilaturahmi dengan kerabat dekat, tetangga, dan kenalan lainnya.

Menjaga hubungan dengan bersilaturahmi merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah SWT yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, surah An-Nisa Ayat 36. yaitu:

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا

Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā.

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

4. Bulan yang Dianjurkan untuk Pelaksanaan Pernikahan

Keutamaan menikah di bulan Syawal adalah untuk menyingkirkan tradisi jahiliyah. Pada masa tersebut, orang-orang tidak ingin melakukan pernikahan di bulan Syawal karena takut terjadi malapetaka.

Hal tersebut dikarenakan terdapat suatu tahun di mana Allah SWT menurunkan wabah, tepatnya di bulan Syawal yang menyebabkan banyak kematian termasuk pasangan pengantin. Masih banyak beberapa takhayul lainnya yang dipercaya para kaum jahiliyah terkait pernikahan di bulan Syawal. Namun, Rasulullah SAW membantah segala tradisi dan takhayul tersebut dengan menikahi Sayyidah Aisyah.

Dilansir dari Kalsel.kemenag.go.id, sangatlah dianjurkan untuk menikah pada bulan Syawal sebagai bentuk ibadah menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana hadis berikut:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Artinya: “Rasulullah SAW menikahiku (Siti Aisyah) pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR. Muslim).

Bulan Syawal juga menjadi titik awal bagi umat Muslim untuk melanjutkan momentum kebaikan yang telah dimulai selama bulan Ramadhan. Meskipun bulan suci itu telah berlalu, semangat untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbaiki diri masih tetap menyala. Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan spiritual, memperdalam hubungan dengan Allah SWT, dan menyebarkan kebaikan kepada sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *